Agen Perjodohan Ilegal Raup Rp 2,3 Miliar, Wanita Indonesia dan Suaminya Diciduk
Seorang pria bernama Lin dan istrinya yang berasal dari Indonesia dengan sengaja membuka perusahaan penyedia jasa penjodohan untuk wanita Indonesia yang ingin menikah dengan pria Taiwan. Padahal, pasutri ini sadar bahwa perusahaan asing tidak diizinkan untuk beroperasi secara illegal di Taiwan..
Pengadilan Distrik Hsinchu menjatuhkan hukuman penjara selama 4 bulan kepada pasangan tersebut berdasarkan pelanggaran Undang-Undang Perusahaan subsider denda, dengan masa percobaan 2 tahun. Selain itu, pengadilan juga menyatakan bahwa mereka harus mengembalikan pendapatan sebesar NT$4,62 juta (2,3 milyar rupiah) yang diperoleh dari kegiatan ilegal mereka.
Setelah diselidiki oleh hakim, pasangan yang memiliki nama belakang Lin tersebut diketahui sama-sama mengetahui bahwa perusahaan asing tidak diizinkan untuk beroperasi di dalam wilayah Taiwan tanpa melakukan registrasi. Mereka juga sadar bahwa perusahaan perjodohan yang mereka buka tidak memiliki izin dari pemerintah Taiwan, dan perusahaan tersebut juga tidak terdaftar sebagai cabang perusahaan asing di Taiwan.
Meskipun demikian, mereka dengan berani memasang iklan di Taiwan dan Indonesia untuk mengajak dan memfasilitasi pertemuan antara calon suami dan istri. Setelah itu, Pak Lin bertanggung jawab untuk melakukan komunikasi dan mengenakan biaya kepada warga Taiwan, sementara istrinya melakukan pengurusan dokumen pernikahan dan proses imigrasi bagi warga Indonesia di Indonesia.
Pasangan ini menjalankan jasa perjodohan antara warga Taiwan dan warga Indonesia, serta memfasilitasi imigrasi warga Indonesia ke Taiwan melalui metode ini. Total ada 79 kasus yang mereka tangani, dengan biaya sekitar NT$70.000 hingga NT$80.000 per kasus.
Setelah itu, pasangan ini memasang iklan di Facebook dan membagikan kartu nama perusahaan, dokumen registrasi, foto-foto interaksi dengan klien, dll. Beberapa warga melihatnya dan melaporkannya ke polisi sehingga penyelidikan pun dimulai.

(foto: Canva)
iPhone Anda Dipenuhi Notifikasi “Reset Kata Sandi”? Berhati-hatilah dengan Kemungkinan Peretasan
Website keamanan KrebsOnSecurity menunjukkan, bahwa beberapa pengguna Apple baru-baru ini menerima serangan dari para peretas dan phising. Serangan tersebut kemungkinan terkait dengan kerentanan pada fungsi reset kata sandi di perangkat Apple. Para pakar memperingatkan, jika ponsel Anda mendadak mendapatkan banyak notifikasi pengaturan ulang kata sandi, pengaturan kata sandi, atau verifikasi 2 langkah, maka hal tersebut kemungkinan adalah cara baru para peretas untuk menipu para pengguna dan mendapatkan kata sandi. Anda bahkan bisa menerima telepon penipuan untuk mendapatkan kode verifikasi.
Seorang korban bernama Parth Patel menyampaikan, bahwa baru-baru ini seluruh perangkat Applenya, antara lain Apple Watch, Macbook, dan iPhone menerima notifikasi pengaturan ulang kata sandi. Di permukaan, semuanya tampak merupakan notifikasi dari sistem Apple. Pengguna diminta untuk mengatur ulang kata sandi mereka dan mereka tidak dapat menggunakan ponselnya untuk melakukan hal lain. Korban hanya dapat mengenyahkannya satu per satu dengan cara menolaknya.
Jika dibombardir dengan banyak notifikasi pengaturan ulang kata sandi, mungkin akan ada yang merasa kesal dan secara sederhana langsung melakukan pengaturan ulang agar mereka dapat menggunakan ponselnya lagi. Namun, cara tersebut salah, sebab peretas justru sukses dan dapat mengubah pengguna setelah mendapatkan kode verifikasi serta kata sandi Apple ID.
Patel menyampaikan, bahwa ia menolak semua notifikasi yang ada dan menerima setidaknya 100 notifikasi. Di akhir, ia menerima telepon yang menyampaikan bahwa pihak tersebut adalah petugas layanan pelanggan Apple dan memintanya untuk melakukan verifikasi kode untuk melakukan pengaturan ulang kata sandi.
Masih belum diketahui, bagaimana para peretas dapat menyalahgunakan kerentanan pada sistem hingga dapat mengirimkan banyak notifikasi pada para pengguna Apple. Pakar menyampaikan, jika pengguna Apple mendapatkan serangan, mereka harus ingat untuk memilih “Jangan Izinkan” (Don’t Allow) ketika notifikasi tersebut muncul dan waspada, sebab Apple tidak akan secara proaktif memanggil pengguna untuk meminta kode verifikasi.

(foto: Canva)
Pemkot Taichung akan Gelar Acara Idul Fitri pada 14 April di Masjid Taichung
Hari Raya Idul Fitri akan segera tiba! Pemerintah Kota Taichung akan menyelenggarakan "Acara Perayaan Idul Fitri 2024" di Masjid Taichung pada tanggal 14 April. Kepala Biro Urusan Sipil, Wu Shi-wei (吳世瑋) mengatakan bahwa selain tur pemandu agama dan budaya Islam, acara tersebut juga akan menghadirkan bazar halal, pertunjukan menarik, dan undian berhadiah. Masyarakat dipersilakan untuk merayakan dan merasakan kegembiraan dalam hari raya yang meriah ini!
Wu Shi-wei menjelaskan bahwa Islam adalah agama terbesar kedua di dunia setelah Kristen, dengan lebih dari 1,9 miliar umat Muslim di seluruh dunia, atau sekitar seperempat dari total populasi. Di Taiwan, jumlah populasi Muslim, termasuk pendatang baru dan pekerja migran, mencapai lebih dari 300.000 orang dan terus meningkat setiap tahun. Pemkot Taichung berkomitmen untuk mempromosikan kebijakan multikultural dan memberikan perhatian pada kesejahteraan siswa asing serta kondisi kerja para pekerja migran. Melalui kegiatan pertukaran budaya agama, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami kebudayaan Islam.
Biro Urusan Sipil menjelaskan bahwa bulan Ramadan, dimulai pada 12 Maret dan berlangsung selama sebulan, dan ini merupakan waktu yang sangat berharga bagi umat Muslim untuk merasakan keberkahan Ramadan melalui berbagai aktivitas seperti berpuasa, berdoa, dan bersedekah. "Idul Fitri" adalah hari raya bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk merayakan berakhirnya bulan puasa Ramadan. Acara tersebut memiliki makna yang penting bagi umat Muslim, seperti halnya Tahun Baru Imlek bagi masyarakat Tionghoa. Umat Muslim akan merayakannya dengan menghadiri acara bersama, mengunjungi keluarga dan teman-teman, serta mengenakan pakaian terbaik. Pemkot Taichung juga akan menyelenggarakan acara Idul Fitri di Masjid Taichung pada tanggal 14 April, dan masyarakat diundang untuk berpartisipasi.

(foto: Pemkot Taichung)
Kisah Heroik PMI yang Sempat Terekam CCTV saat Gempa Besar Terjadi
Pekan lalu terjadi gempa bumi sebesar 7,2 SR di Hualien yang menewaskan 13 orang serta menyebabkan beberapa orang hilang dan lebih dari seribu orang terluka. Di tengah tragedi ini, banyak sekali kisah-kisah heroik, mulai dari orang tua yang melindungi anaknya, petugas penyelamatan, staf medis, termasuk juga para PMI yang menjadi tameng hidup demi melindungi majikannya.
Kali ini, kami akan membagikan rangkuman beberapa kisah PMI yang sempat terekam video CCTV saat mencoba melindungi majikannya.
- Meski pusat gempa berada di dekat Hualien, tetapi getarannya terasa sangat kuat hingga ke Taipei. Rekaman dari kamera CCTV di Bali, Kota New Taipei (新北市八里), menunjukkan bahwa saat itu seorang PMI bernama Maya dan seorang nenek terbangun oleh gempa. Nenek itu ketakutan hingga mencengkeram erat pegangan tempat tidur saat getaran semakin kuat. Maya segera bangun dan berlari ke samping tempat tidur neneknya, serta memeluk neneknya untuk melindunginya barang-barang yang mungkin jatuh. Majikan Maya juga berada di rumah pada hari itu, tetapi tidak sempat pergi ke kamar ibunya. Kemudian, setelah melihat rekaman dari kamera CCTV, dia melihat aksi heroik Maya melindungi orang tuanya. Majikannya sampai terharu dan menangis.

(foto: TVBS) - Selain kisah heroik Maya, tersebar pula video viral yang memperlihatkan seorang PMI Indonesia yang sedang duduk bersama neneknya di ruang tamu saat gempa utama terjadi. PMI tersebut yang tidak diketahui namanya (sebut saja Tina) mencoba menuntun neneknya bangkit dari kursi, tapi neneknya kesulitan berdiri. Tina mencoba menemukan solusi dan tiba-tiba dia melihat meja ruang tamu di depannya dan membersihkan barang2 di atasnya secepat mungkin. Dengan sekuat tenaga, ia mengangkat meja tersebut, kemudian duduk di sebelah nenek, dan melindungi kepala mereka berdua dengan meja tersebut.

(foto: EBC)
Sebenarnya, masih banyak lagi kisah heroik dari teman-teman PMI yang tidak terdengar. Banyak dari teman2 kita di luar sana yang segenap hati melindungi majikannya tanpa memikirkan keselamatan dirinya terlebih dulu.
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 
