History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Negeri Rantau 03042024 - Kuliah kemudian Kerja Tak Cukup, Berbagai Kegiatan juga Perlu Dijalani

  • 03 April, 2024
Di Negeri Rantau - RtiFM Online Rabu
Haryanto setelah berhasil menyelesaikan lomba "Standard Chartered Taipei Marathon 2024" (foto: Haryanto)

Konser Michael Wong di Jakarta Sukses, Acara 2 Hari Dihadiri Ribuan Penggemar

Konser Michael Wong atau yang terkenal juga dengan nama Guang Liang (光亮) di Jakarta pada tanggal 30 dan 31 Maret telah sukses diselenggarakan. Konser selama 2 hari tersebut menarik ribuan penggemar, bahkan dilansir dari Liputan6, tempat acara telah dipadati oleh para penggemar sejak pukul 12:00 untuk melakukan penukaran tiket konser.

Konser Michael Wong di Jakarta bertajuk “First Time”, merupakan konser mandarin pertama di Indonesia dalam 1 dekade terakhir. Michael Wong sendiri sebelumnya pernah tampil dalam konser tunggal di Indonesia pada tahun 2011 lalu.

Dalam konser yang dimulai pada pukul 19:59 ini, acara dibuka dengan lantunan lagu “Indonesia Raya” dari para penonton, kemudian dilanjutkan dengan tembang mandarin dari penyanyi pembuka dan setelahnya tentu Michael Wong hadir untuk bernyanyi dan menyapa para penggemar.

Ada 18 lagu yang diusung oleh Michael Wong dalam konser 2 hari tersebut, termasuk beberapa hits ternama pop mandarin, antara lain “First Time” (第一次), “Youth” (少年), “Promise” (約定), dan yang paling terkenal tentunya adalah “Fairy Tale” (童話).

Para penggemar sangat menyukai konser dari Michael Wong di Jakarta. JIExpo Theater Jakarta pun semakin meriah karena banyak penggemar yang turut bernyanyi bersama Michael. Tidak sedikit yang juga membagikan momen-momen acara konser di laman sosial media, sekaligus menyampaikan bahwa suara Michael tetap bagus, meskipun usianya tidak lagi muda. Beberapa penonton juga merasakan suasana nostalgia, di mana banyak yang mendengarkan lagu-lagu Michael Wong, sebagai lagu di masa kecil ataupun lagu di masa remaja.

Michael Wong aka Guang Liang (光良) saat tampil di JIExpo Theater, Jakarta pada tanggal 30 Maret 2024 (foto: Color Asia Live)

Hanya Ditaruh Sehari, Semangka Ini Tiba-Tiba Mengeluarkan Busa

Sebelum membeli semangka, banyak orang yang akan mencoba untuk mendengarkan suara semangka dengan cara menepuk-nepuknya. Namun, ada sebuah kejadian aneh baru-baru ini, dimana seorang warganet menceritakan, bahwa semangka yang baru dibelinya mengeluarkan busa putih keesokan paginya. Benarkah hal tersebut karena semangka itu sering ditepuk dan diguncang-guncang oleh banyak orang?

Pengalaman tersebut dibagikan di grup Facebook “Pengalaman Jujur dengan Produk Costco”. Pada tanggal 31 Maret lalu, pemosting membeli sebuah semangka dari Costco dan meninggalkannya di ruangan selama semalam. Tak disangka, pagi harinya, bagian ujung kepala semangka tersebut mengeluarkan busa berwarna putih. Ia pun menyampaikan, bahwa ada kemungkinan semangka tersebut telah ditepuk atau dikocok-kocok oleh banyak orang sehingga meminta orang-orang sebaiknya tidak membeli semangka di Costco.

Setelah postingan tersebut tersebar, ada warganet yang paham dan mengutarakan, bahwa bagian dalam semangka sudah terlalu matang, bahkan berisiko meledak jika dipotong. Hal terbaik adalah membungkus seluruhnya dengan plastik dan mengembalikannya. Tidak hanya itu, pengunggah diminta untuk tidak mengguncang-guncangnya, bahkan harus berhati-hati ketika mengembalikannya.

Meskipun tidak sedikit yang menertawakan hal tersebut, beberapa warganet juga menjelaskan mengapa bagian semangka tersebut bisa berbusa. Jika semangka terlalu matang atau rusak, air pada semangka akan terfermentasi dan menyebabkan ada lebih banyak gas di dalamnya, mirip seperti prinsip panci bertekanan tinggi. Gas tersebut terperangkap di dalam semangka dan secara alami akan meledak jika terjadi peregangan pada batas tertentu.

Semangka yang mengeluarkan busa (foto: Facebook Costco好市多 商品經驗老實說)

Mahasiswa Asal Indonesia Raih Juara Pertama Lomba Vlog Bahasa Inggris NCKU

“Pusat Belajar Dwibahasa Universitas Nasional Cheng Kung” (NCKU)menyelenggarakan kontes Vlog Bahasa Inggris Sehari-hari yang bertajuk "An English Day with Me!". Hasil kontes telah diumumkan, dengan mahasiswa NCKU asal Indonesia, Chen Kang-ya (陳康雅) meraih peringkat pertama, diikuti oleh mahasiswa Universitas Shih Hsin, Yuan Rong (袁榕), di peringkat kedua, dan mahasiswa National Taipei University of Education (NTUE) Fang Ming-ren (方明任) di peringkat ketiga. Sedangkan dua karya terbaik lainnya adalah dari mahasiswa NCKU, Yang Jin-wei (楊晉維) dan Chen Si-an (陳思安).

NCKU mengatakan, dengan mengadakan kompetisi ini, mereka berharap dapat mendorong mahasiswa untuk menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari, serta menggunakan Vlog sebagai cara untuk mendokumentasikan kehidupan mereka dalam bahasa Inggris. Kompetisi ini berhasil mengumpulkan 108 karya yang luar biasa dari 28 universitas di seluruh Taiwan.

NCKU menyatakan bahwa kontes ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari dan merekamnya dalam bentuk Vlog. Kontes kali ini menerima 108 karya dari 28 universitas di seluruh negara, menunjukkan tingkat kompetisi yang tinggi.

Mahasiswa NCKU yang meraih peringkat pertama, Chen Kang-ya, menerima hadiah sebesar NT$20 ribu, merupakan mahasiswa tahun kedua Program Ilmu Hayati dan Ilmu Teknologi Industri.
Ini adalah tahun kedua Chen berada di Taiwan dan ia memanfaatkan libur musim dinginnya untuk bekerja di pusat logistic PXMart di Taoyuan selama enam minggu, yang ia dokumentasikan dalam video Vlognya.

Chen Kang-ya mengungkapkan bahwa proses pembuatan video sangat menantang baginya, terutama berbicara di depan kamera. Namun, ia berharap dapat terus merekam kehidupan sekolah yang menarik di masa depan.

Setelah upacara pemberian hadiah pada tanggal 30, karya-karya terkait akan diunggah di berbagai platform media sosial seperti Facebook dan kanal resmi Youtube Pusat Belajar Dwibahasa NCKU.

Pemenang kompetisi vlog dari NCKU (foto: NCKU)

Wawancara Khusus: Haryanto, Kuliah kemudian Kerja Saja Tak Cukup, Berbagai Kegiatan, Termasuk Pecinta Alam dan Olah Raga juga Perlu Dijalani

Dalam wawancara edisi sebelumnya, Haryanto menceritakan bagaimana dirinya bisa datang ke Taiwan yang diawali dengan kegiatan magang, kemudian berlanjut dengan kuliah S2, dan setelah lulus bekerja di start up Taiwan.

Dalam wawancara edisi ini, Haryanto menceritakan berbagai kegiatan yang dijalankannya di Taiwan, mulai dari kegiatan organisasi, pecinta alam, dan kegiatan olah raga, khususnya maraton. Tidak hanya itu, ia pun berhasil mendapatkan penghargaan sebagai buah kerja kerasnya.

Untuk cerita lengkapnya, yuk dengarkan langsung siaran ini.

Haryanto setelah berhasil menyelesaikan lomba "Standard Chartered Taipei Marathon 2024" (foto: Haryanto)

Penyiar

Komentar