History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Di Negeri Rantau 27032024 - Berawal dari Magang Kini jadi Profesional Teknologi di Taiwan

  • 27 March, 2024
Di Negeri Rantau - RtiFM Online Rabu

Acara hari ini akan menghadirkan informasi terkait dengan (1) penelitian mengungkap bahwa populasi dunia akan menyusut, (2) harga jajanan lebih mahal dari nasi kotak sehingga banyak warga yang menolak untuk membelinya lagi, (3) MRT Taipei menyediakan kereta khusus binatang peliharaan pada 31 Maret, dan (4) wawancara khusus dengan Haryanto, seorang pekerja profesional di bidang teknologi AI di Taiwan.

Penelitian: Populasi Dunia akan Menyusut

Jumlah populasi dunia diperkirakan akan menyusut. Sebuah riset besar yang dirilis 22 Maret lalu menyebut penurunan jumlah bayi lebih banyak terjadi di negara-negara kaya, sementara tren sebaliknya terlihat pada negara berkembang.
Total fertility rate (TFR) di sebagian negara sudah berada di bawah 2,1, terlalu rendah untuk mempertahankan jumlah populasi yang ideal.
Laporan riset di The Lancet menunjukkan pada 2050, populasi tiga perempat negara akan menyusut, menurut studi yang dilakukan oleh Institute For Health Metrics and Evaluation (IHME) yang berbasis di Amerika Serikat.
Pada akhir abad ini, hal tersebut akan terjadi pada 97 persen, atau 198 dari 204 negara dan wilayah, demikian proyeksi para peneliti.

Hanya Samoa, Somalia, Tonga, Niger, Chad dan Tajikistan yang diperkirakan memiliki tingkat kesuburan melebihi tingkat penggantian 2,1 kelahiran per perempuan pada tahun 2100. Tingkat kesuburan akan terus meningkat di negara-negara berkembang, khususnya di Afrika Sub-Sahara, bahkan ketika angka tersebut menurun di negara-negara yang lebih kaya dan menua.
"Dunia akan secara bersamaan menghadapi 'baby boom' di beberapa negara dan 'baby bust' di negara lain," kata penulis studi senior Stein Emil Vollset dari IHME dalam sebuah pernyataan.
Peneliti IHME Natalia Bhattacharjee mengatakan implikasinya sangat besar.
"Tren tingkat kesuburan dan kelahiran hidup di masa depan ini akan sepenuhnya mengkonfigurasi ulang perekonomian global dan keseimbangan kekuatan internasional serta memerlukan reorganisasi masyarakat," katanya.
"Ketika populasi hampir di setiap negara menyusut, ketergantungan pada imigrasi terbuka akan menjadi penting untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi."
Namun, para ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak kehati-hatian terhadap proyeksi tersebut. Mereka menunjukkan beberapa keterbatasan model ini, khususnya kurangnya data di banyak negara berkembang.
Mereka juga menunjukkan bahwa ada manfaat dari memiliki populasi yang lebih kecil, seperti bagi lingkungan dan ketahanan pangan. Namun terdapat kerugian dalam hal pasokan tenaga kerja, jaminan sosial dan geopolitik nasionalistis.
Teresa Castro Martin, peneliti di Dewan Riset Nasional Spanyol yang tidak terlibat dalam penelitian ini, juga menekankan bahwa ini hanyalah proyeksi.
Dia menunjukkan bahwa studi Lancet memperkirakan tingkat kesuburan global akan turun di bawah tingkat penggantian pada tahun 2030, sedangkan PBB memperkirakan hal ini akan terjadi sekitar tahun 2050.

Ilustrasi populasi dunia (foto: Shutterstock)

Harga Jajanan lebih Mahal dari Nasi Kotak! Banyak Warga yang Menolak untuk Membelinya Lagi

Beberapa tahun terakhir, tidak hanya harga rumah yang melonjak, tapi juga harga komoditas, bahkan harga jajanan banyak yang hampir mencapai harga bento. Menyikapi hal tersebut, banyak warganet yang kemudian menyampaikan bahwa harga beberapa jajanan kini harganya berlebihan, hingga orang-orang pun enggan membelinya.

Seorang warganet memposting artikel di forum PTT dengan judul “Jajanan Apa yang tidak Kamu Makan lagi Setelah Harganya Naik?” Ia pun menyampaikan bahwa banyak jajanan yang harganya naik tajam setelah pandemi. Ia pun mencontohkan, seporsi omelet tiram kini harganya telah meningkat NT$ 15-20 dan kini seharga NT$80-90. Hal yang sama juga berlaku untuk takoyaki. Dulu, 3 kotak seharga NT$ 100, tapi kini sekotak ada yang dihargai NT$60. Ia pun penasaran dan bertanya kepada para warganet, “jajanan apa yang belum kamu makan sejak harganya naik?”

Setelah postingan tersebut disebarkan, sebagian besar warganet menjawab “filet ayam goreng” (雞排) disusul dengan gorengan, kemudian omelet tiram. Banyak warganet yang menjawab, bahwa setelah harga filet ayam goreng meningkat di atas NT$70, mereka pun enggan untuk membelinya lagi.

Tidak hanya itu, jajanan lain seperti minuman segar dan jagung bakar juga disebut-sebut memiliki harga yang semakin lama semakin mahal.

Ilustrasi makanan Taiwan (foto: iStock)

MRT Taipei Sediakan Kereta Khusus Binatang Peliharaan pada 31 Maret

Dua kereta khusus untuk hewan peliharaan akan dioperasikan pada tanggal 31 Maret di Jalur Merah (Xinyi-Tamsui) Taipei Metro, kata Taipei Rapid Transit Corp. (TRTC) pada hari Sabtu.

Kereta khusus untuk hewan peliharaan tersebut dijadwalkan berangkat mulai pukul 13.00 pada 31 Maret dari stasiun Xiangshan dan stasiun Tamsui, masing-masing, dengan total delapan perjalanan sepanjang hari, dan akan berhenti di stasiun-stasiun sepanjang jalur seperti biasa.

Pemilik dapat membawa hewan peliharaan mereka di Mass Rapid Transit (MRT) tanpa harus mendaftar terlebih dahulu. Taipei Metro memperkenalkan kereta khusus hewan peliharaan untuk pertama kalinya tahun lalu dan sangat populer sehingga perusahaan memutuskan tahun ini untuk menyediakan dua kereta hewan peliharaan untuk melayani lebih banyak warga dan hewan peliharaannya

Kereta hewan peliharaan terakhir dari stasiun Xiangshan dijadwalkan berangkat pukul 16.57 dan dari stasiun Tamsui pukul 16.24.

Perjalanan kereta berlangsung selama 1-1,5 jam dan kereta akan berhenti di setiap stasiun untuk mengangkut penumpang.

Untuk melindungi hak dan kepentingan penumpang, kereta ramah hewan peliharaan adalah layanan tambahan, sementara jadwal kereta yang ada tetap tidak berubah.

Pintu kereta hewan peliharaan akan ditandai dengan stiker berwarna dan kata-kata "Kereta Hewan Peliharaan" dalam bahasa Mandarin di sisi dan depan kereta. Jika penumpang ingin naik kereta reguler, mereka harus menunggu kereta berikutnya yang bukan untuk hewan peliharaan.

Taipei Metro mengingatkan pemilik yang ingin membawa hewan peliharaan mereka di MRT harus meletakkannya dalam kereta dorong hewan peliharaan, kotak, tas, atau kandang, sebelum memasuki stasiun Metro, tergantung pada ukuran hewan peliharaan. Kepala, ekor, dan kaki hewan tidak boleh keluar dari kandangnya.

Mereka juga harus memastikan hewan peliharaan diikat dengan tali sebelum naik kereta, meskipun tali ini bisa dilepas setelah mereka naik ke kereta..

Penumpang dengan kereta dorong hewan peliharaan berukuran besar diwajibkan membeli tiket satu kali jalan untuk kereta dorong hewan peliharaan yang harganya NT$80 (US$2.5) untuk satu perjalanan dengan jarak tidak terbatas, mencakup satu penumpang dan kereta dorong hewan peliharaan.

Gerbong khusus untuk membawa hewan peliharaan berukuran besar tersedia di gerbong depan dan belakang.

Kereta MRT khusus untuk binatang peliharaan (foto: Metro Taipei)

Wawancara Khusus: Haryanto, Berawal dari Magang Kini jadi Profesional Teknologi di Taiwan

Haryanto merupakan seorang putra daerah asal Bengkulu, salah satu daerah yang masuk dalam cakupan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar di Indonesia. Berawal dari kegiatan magang yang ditawarkan oleh pihak kampus di tahun 2018, Haryanto pun untuk pertama kalinya menjejakkan kaki ke Taiwan. Di universitas tempatnya magang itulah, Haryanto kemudian berkenalan dengan seorang profesor yang mengantarkannya kembali lagi ke Taiwan. Akhirnya ia kini menjadi seorang profesional di bidang perangkat lunak, termasuk bidang kecerdasan buatan (AI) di Taiwan.

Penasaran seperti apa kisahnya? Yuk, dengarkan langsung acara ini untuk lengkapnya.

Haryanto saat meraih penghargaan di Taiwan Innotech Expo 2023 (foto: Haryanto)

Penyiar

Komentar