History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Di Negeri Rantau 111023: Berbagai Jenis Penipuan yang Menyasar WNI di Taiwan

  • 11 October, 2023
Di Negeri Rantau - RtiFM Online Rabu

Puluhan Bayi Hari Nasional ROC Terlahir di Taoyuan

Setidaknya 23 bayi "Hari Nasional" lahir di Kota Taoyuan, termasuk 8 laki-laki dan 15 perempuan yang tercatat pada hari Selasa, 10 Oktober 2023 pukul 10:30.

Taoyuan menjadi pemberitaan karena kota tersebut menjanjikan pembayaran tunai sebesar NT$10.000 (USD$310) untuk setiap bayi baru lahir, bersama dengan dukungan konseling pasca melahirkan dan kebijakan penitipan anak lainnya.

Walikota Kota Taoyuan Chang San-cheng (張善政) bersama pejabat kota lainnya mengunjungi Rumah Sakit Wanita dan Anak Bingkun untuk mengucapkan selamat kepada orang tua dari bayi yang baru lahir pada Hari Nasional. Kelahiran bayi Hari Nasional di rumah sakit tersebut tercatat terjadi pada hari Selasa, 10 Oktober sekitar pukul 02:00.

Chang mengatakan, datangnya setiap kehidupan baru penuh dengan harapan dan kegembiraan bagi para orang tua. Chang juga bangga dengan fakta bahwa dari tahun 2020 hingga 2022, Kota Taoyuan memiliki 59.859 kelahiran baru, dengan rata-rata 19.953 kelahiran per tahun, menjadikannya kota dengan angka kelahiran teratas di antara enam kota lainnya.

Direktur Departemen Kesehatan Masyarakat Pemerintah Kota Taoyuan Liu Yi-lian ( 劉宜亷) mengatakan,“kami memiliki kebijakan yang baik dalam memberikan perawatan berkelanjutan sebelum kehamilan, selama kehamilan, dan pasca melahirkan. Hal ini mencakup layanan bersubsidi untuk amniosentesis, skrining down syndrome, dan pengobatan tradisional Tiongkok."

Ibu baru yang terdaftar di Kota Taoyuan berhak mendapatkan layanan khusus pasca melahirkan enam bulan setelah melahirkan dan mulai tanggal 17 April tahun ini, pemerintah kota memberikan subsidi bagi perempuan berusia 25-40 tahun di Kota Taoyuan untuk membekukan sel telur mereka. Selain itu, pemeriksaan kesehatan pra-kehamilan dan kehamilan berbantuan Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM) juga didukung oleh Kota Taoyuan.

Bayi di Hari Nasional disambut dengan riang gembira oleh Pemerintah Kota Taoyuan (foto: RSU Da Chien Taoyuan)

Wisata Perjalanan di Taiwan Mahal? Benar atau Tidak?

"Bepergian di Taiwan sangat mahal!" Itulah yang dikatakan sebagian besar penduduk setempat ketika ditanya tentang perjalanan domestik keliling Taiwan. Banyak yang menyampaikan hal tersebut di media sosial maupun forum online.

Faktanya, banyak warga Taiwan yang lebih memilih berlibur ke Jepang, Korea Selatan, Thailand, atau negara-negara Asia Tenggara lainnya. Ada warganet yang menyampaikan, bahwa menginap selama dua malam untuk tiga orang di sebuah hotel kelas atas di kawasan pemandangan sumber air panas Guguan di Taichung selama liburan pertengahan musim gugur baru-baru ini menghabiskan biaya NT$160.000.

Pertanyaannya adalah apakah harga kamar hotel di Taiwan lebih tinggi dibandingkan di negara lain?

Huang Jeng-tsong (黃正聰), seorang profesor di Departemen Pariwisata di Universitas Providence, mengatakan rata-rata tarif hotel di Taiwan lebih rendah dibandingkan di Singapura, Hong Kong, Jepang, Thailand, dan Korea Selatan, namun lebih tinggi dibandingkan di Vietnam, Filipina dan Malaysia.

Mengutip angka dari HotelsCombined, Huang mengatakan harga rata-rata di Singapura sebesar NT$9.169 dan di Hong Kong sebesar NT$8.089 adalah yang tertinggi di antara negara-negara tetangga. NT$5.656 di Jepang, NT$4.911 di Thailand, dan NT$4.550 di Korea Selatan juga lebih mahal dibandingkan NT$4.411 di Taiwan, katanya.

Lalu mengapa orang-orang mengeluh bahwa tarif hotel di Taiwan jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi?

Angka terbaru dari Administrasi Pariwisata Taiwan menunjukkan bahwa selama paruh pertama tahun ini, biaya menginap satu malam di hotel pariwisata di sekitar Taipei rata-rata sebesar NT$4,618, naik 14,14 persen dibandingkan tahun lalu, sedangkan rata-ratanya sebesar NT $2,647 untuk hotel reguler, naik 8,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hotel termahal yang menyasar pelanggan kelas atas berada di wilayah tengah Nantou, yang menawarkan keindahan pegunungan Alpen Sun Moon Lake, dengan harga kamar rata-rata NT$15.499 per malam, berdasarkan data yang sama.

Menurut Huang, faktor lainnya mungkin adalah kesenjangan harga hotel antara periode puncak dan periode permintaan rendah di Taiwan. Perbedaannya antara 30-50 persen dalam harga hotel antara hari kerja dan hari libur atau akhir pekan, kata Allen Wang (王彥荏), seorang pekerja berpengalaman di industri pariwisata lokal.

“Tarif kamar di hotel-hotel di tujuan wisata populer Taiwan telah meningkat tajam selama tiga tahun terakhir,” kata Wang.

"Sekarang tidak mungkin memesan kamar dengan harga kurang dari NT$5.000 per malam di fasilitas biasa-biasa saja di kawasan resor Alishan di Kabupaten Chiayi."

Meningkatnya jumlah perjalanan domestik setelah pencabutan pembatasan akibat COVID telah meningkatkan harga kamar hotel di Taiwan, tanpa ada tanda-tanda penurunan, seperti yang terjadi di beberapa negara Asia Tenggara, yang diyakini sebagian orang diatur oleh pelaku bisnis perhotelan lokal.

Namun, para pelaku bisnis perhotelan mengaitkan situasi ini dengan permintaan perjalanan pasca-COVID ditambah dengan kenaikan biaya personel dan bahan baku serta kenaikan harga listrik.

Jürgen Klemm, perwakilan pemilik di Illume Hotel Taipei yang memiliki pengalaman 35 tahun dalam manajemen hotel di Taiwan, berpendapat bahwa "perbandingan apel dan jeruk" tidaklah cukup.

Misalnya, katanya, ada yang bersedia membayar untuk menginap satu malam sebesar NT$10.000 di sebuah penginapan terkenal di Taitung, sementara yang lain mungkin merasa bahwa menginap satu malam di sebuah hotel di Taipei sebesar NT$4.000 itu mahal.

“Kekuatan pasarlah yang menentukan keputusan akhir,” katanya. “Hotel yang tidak dapat menemukan pelanggan pada akhirnya akan tersingkir dari pasar.”

Ilustrasi hotel (foto: Tripadvisor)

Berbagai Jenis Penipuan yang Menyasar WNI di Taiwan

Di Taiwan, nyatanya ada beberapa jenis penipuan yang sering menyasar para WNI. Penipuan ini bisa menyasar seluruh kalangan, mulai dari para pekerja, pelajar, serta juga penduduk imigran baru.

Jenis-jenis penipuan tersebut antara lain adalah penipuan terkait dengan asmara, penipuan pengiriman uang, penipuan belanja online, penipuan salah transfer, dan penipuan berhadiah atau penipuan dari instansi resmi.

Bagaimana penjelasan lengkapnya dan apa saja kiat-kiat untuk menghindari penipuan ini? Mari dengarkan siaran ini untuk keterangan selengkapnya.

Ilustrasi penipuan (foto: CNBC Indonesia)

Penyiar

Komentar