History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Di Negeri Rantau 20092023: Sejarah Kue Bulan

  • 20 September, 2023
Di Negeri Rantau - RtiFM Online Rabu

Pameran Creative Expo Taiwan 2023 akan Dibuka pada Tanggal 22 September

Pameran Creative Expo Taiwan 2023 akan dibuka pada tanggal 22 September di beberapa lokasi di Taipei. Pameran ini akan menampilkan sembilan "virtual humans" yang dibuat oleh teknologi kecerdasan buatan (AI) yang akan berperan sebagai pemandu wisata untuk membantu pengunjung menjelajahi masa depan Taiwan Contemporary Culture Lab (C-LAB).

Pameran ini berjudul "Menghidupkan kembali C-LAB yang Memanfaatkan AI untuk Membuka Masa Depan Ibu Kota" dan bertujuan untuk mengundang masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam proses kebangkitan C-LAB, serta merencanakan dan membayangkan kemungkinan masa depan dari ruang ini. C-LAB terletak di lokasi bekas Markas Komando Angkatan Udara dan mencakup area lebih dari 7 hektar.

Setelah Kementerian Pertahanan Nasional memindahkan Markas Komando Angkatan Udara ke daerah Dazhi di Taipei, Kementerian Kebudayaan mengambil alih situs tersebut dan mendirikan C-LAB pada tahun 2018. C-LAB mengumpulkan ide dari masyarakat untuk menghidupkan kembali dan menciptakan ulang ruang tersebut melalui program-program seperti eksperimen inovasi budaya seni dan perombakan lanskap. Mereka juga mengadakan pameran, pertunjukan, dan acara pemutaran film untuk memicu diskusi tentang penggunaan masa depan dari ruang tersebut.

Pameran ini dibuat oleh Vision Base dari College of Design di Shih Chien University. Selain lokasi utama di C-Lab, Creative Expo Taiwan juga akan berlangsung di empat lokasi lain, termasuk National Railway Museum, Huashan Creative Park, Songshan Culture Park, and Taipei Expo Park.

Pada tahun ini, acara ini akan berlangsung hingga tanggal 1 Oktober dan akan mengumpulkan museum-museum nasional di Taiwan serta penyedia konten kreatif lokal untuk memamerkan produk budaya dan kreatif mereka yang beragam melalui berbagai pameran dan program.

(foto: C-Lab)

 

Kenapa Ikan Toman Harimau di Danau Sunmoon Harus Dibasmi?

Di Danau Sun Moon (Sun Moon Lake) di Taiwan, ikan harimau (魚虎) merupakan spesies ikan invasif yang telah mengalami perkembangan populasi yang cepat dalam beberapa tahun terakhir. Ikan ini bukan spesies alami di Sun Moon Lake, melainkan hasil “放生” atau dilepaskan oleh warga. Pada musim gugur ini, ketika masa reproduksi biasanya telah berlalu, beberapa pengunjung yang memancing baru-baru ini berhasil menangkap lebih dari 1000 ekor ikan harimau yang masih sangat kecil.

Tim pengendalian ikan harimau dari Pemerintah Kabupaten Nantou berhasil mencetak rekor tertinggi dengan menangkap 3780 ekor ikan harimau dalam satu hari, yang membuat total jumlah ikan harimau yang telah ditangkap tahun ini mencapai lebih dari 17.000 ekor, melebihi jumlah tahun sebelumnya. Ini juga menunjukkan bahwa ikan harimau masih aktif bereproduksi di musim gugur. 

(foto: Wikipedia)

Pakar Menganalisis NTD akan Kembali Menguat

Para analis keuangan memperkirakan mata uang Taiwan akan pulih setelah penurunan selama lima bulan.

Eddie Cheung, ahli strategi pasar negara berkembang senior di Credit Agricole CIB di Hong Kong mengatakan kepada Bloomberg bahwa ia memperkirakan pada bulan Desember, US$1 jika dikonversikan ke dalam NTD akan bernilai NT$31,1. Cheung mengatakan prospek ekonomi yang membaik di Daratan Tiongkok dan perubahan siklus yang diharapkan di pasar semikonduktor akan mengarah pada perbaikan tersebut.

Ahli strategi Bank of America Cheung Chun Him mengatakan bahwa RRT diperkirakan akan meningkatkan respons fiskal untuk melawan melemahnya pertumbuhan ekonomi, dan hal tersebut secara tidak langsung juga akan membantu NT$. Cheung juga mengatakan bahwa Federal Reserve AS diperkirakan akan mengambil kebijakan yang akan memoderasi kekuatan US$, dan hal ini akan menyebabkan NT$ lebih kuat.

Saat ini jika dikonversikan, nilai US$1 ketika dikurskan ke NTD bernilai NT$ 31,931 atau hampir NT$ 32. Besok (21 Sept), bank sentral Taiwan akan keputusan mengenai suku bunga  yang akan menunjukkan arah masa depan mata uang tersebut.

Ilustrasi dolar Taiwan atau NTD (foto: Newton)

Virus Nipah yang lagi Heboh, Apa Gejalanya dan Apakah dapat menjadi Pandemi?

Virus nipah belakangan sedang heboh dan bahkan disebut-sebut dapat menjadi pandemi berikutnya setelah COVID-19. Tapi sebenarnya apa sih virus Nipah itu? Bagaimana gejala dan penjelasannya?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi virus Nipah adalah "penyakit zoonosis" yang ditularkan dari hewan seperti babi dan kelelawar buah ke manusia. Virus ini juga dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi dan melalui kontak dengan orang yang terinfeksi.

Wabahnya terjadi hampir setiap tahun di beberapa negara Asia, terutama Bangladesh dan India.

Virus Nipah masuk dalam daftar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) - bersama dengan Ebola, Zika, dan Covid-19 - sebagai salah satu dari beberapa penyakit yang layak mendapatkan prioritas penelitian, karena potensinya bisa menyebabkan epidemi global.

Virus ini dinamai sesuai dengan nama desa tempat virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1999. Wabah Nipah pertama menewaskan lebih dari 100 orang di Malaysia dan mendorong pemusnahan satu juta ekor babi sebagai upaya untuk membasmi virus tersebut. Virus ini sempat menyebar ke Singapura. Di negara ini terdapat 11 kasus, dan satu kematian di antara para pekerja rumah jagal yang bersentuhan dengan babi-babi yang diimpor dari Malaysia.

Gejalanya

Gejala virus Nipah pada manusia mulai dari yang tidak bergejala hingga infeksi saluran pernapasan akut (ringan, berat), sampai ensefalitis (pembengkakan otak) yang fatal.

Beberapa orang juga dapat mengalami pneumonia atipikal dan masalah pernapasan yang parah, termasuk gangguan pernapasan akut.

Nipah membunuh hingga 75% dari mereka yang terinfeksi.

Bangladesh juga memikul wabah ini dalam beberapa tahun terakhir, dengan lebih dari 100 orang meninggal akibat Nipah sejak 2001.

Secara berkala, penyakit ini juga terdeteksi di India, dan ini adalah wabah keempat di Kerala sejak tahun 2018.

Negara bagian ini telah berhasil membasmi wabah sebelumnya dalam hitungan minggu melalui tes luas dan isolasi yang ketat terhadap mereka yang pernah melakukan kontak dengan pasien.

Tempat-tempat lain yang berisiko terinfeksi termasuk Kamboja, Ghana, Indonesia, Madagaskar, Filipina, dan Thailand, menurut WHO, karena bukti-bukti virus telah ditemukan pada kelelawar di negara-negara ini.

Transmisi virus Nipah (foto: Jenner Institute)

Festival Pertengahan Musim Gugur: Sejarah Kue Bulan

Setelah membahas legenda Dewi Bulan pada perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur, kali ini kita akan membahas tentang sejarahnya. 

Saat berada di Taiwan, tidak ada salahnya untuk mengenal lebih jauh mengenai budaya di Taiwan. Seperti apa sejarahnya? Yuk dengarkan siaran ini.

Kue bulan (foto: 13shaniu)

Penyiar

Komentar