Bacok Tangan di Toko Hewan Peliharaan Changhua, Pelaku Gunakan Jasa Pembunuh Bayaran
Sebuah insiden penyerangan dengan pisau terjadi di sebuah toko hewan peliharaan di kota Yuanlin, Changhua. Seorang karyawan bernama Lin (pria, 19 th), dibacok hingga salah satu tangannya putus. Awalnya, polisi mengira kejadian ini terkait di latarbelakangi oleh konflik dengan pelanggan toko mengenai pembelian anjing. Namun, ternyata ini merupakan aksi pembunuhan berencana. Teman Lin mengungkapkan, Lin memiliki masalah keuangan dengan orang lain sehingga seseorang menyuruh pelaku untuk memotong Lin. Saat menghajar Lin, pelaku juga berteriak sebanyak 5 kali, "Tunjukkan satu tanganmu."
Rekaman kamera pengawas di toko menunjukkan kedua tersangka bernama Chen dan Zhang datang dengan membawa ransel dan menanyai Lin tentang anjing ras mahal. Setelah sedikit tanya jawab, mereka pergi tanpa adanya konflik.
Pada 25 Juni, Chen dan Zhang datang lagi dengan membawa ransel yang sama. Begitu masuk ke dalam toko, mereka langsung menyemprotkan air merica ke Lin. Kedua pelaku menyergapnya, sementara Lin terengah-engah sambil menutupi matanya yang terkena air merica. Zhang menarik salah satu kaki Lin untuk menahannya. Lin memberontak dan menjatuhkan Chen. Chen dengan cepat bangkit dan menahannya.
Selama berkelahi, Chen berteriak "Tunjukkan satu tanganmu," sebanyak 5 kali. Zhang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengeluarkan sebilah pisau panjang dari dalam tas dan menghujamkannya ke tubuh Lin. Seorang karyawan wanita di sebelahnya juga terkena semprotan merica.
Lengan bawah Lin, termasuk telapak tangan, seketika putus dan jatuh ke lantai. Dia juga memiliki 9 luka tikaman di tubuhnya. Lantai toko dibanjiri darah. Ketika petugas pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian, mereka membawa dua karyawan wanita yang terkena semprotan air merica dan dua tersangka untuk dibersihkan. Sementara Lin yang luka parah langsung diantar ke rumah sakit terdekat karena kehilangan banyak darah, kemudian dipindahkan ke rumah sakit besar untuk perawatan darurat.
Diketahui toko hewan peliharaan tersebut telah beroperasi selama lebih dari 2 tahun di Yuanlin, dan memiliki reputasi yang baik. Lin sendiri telah bekerja di toko tersebut selama setengah tahun.


(sumber foto: 記者唐詠絮翻攝 via ETToday)
Es Krim NT$1 “Pas Bayar Jadi NT$10”, Pembeli Lapor Polisi ‼
Seorang warga baru-baru ini mengalami kejadian tidak mengenakkan saat berbelanja di Pasar Donghu di Kota Taipei. Dia melihat iklan di kios es krim yang berbunyi “Es Krim Cuma NT$1! Silakan cicipi!”.
Karena penasaran, dia memutuskan beberapa es krim, tetapi saat melakukan pembayaran, harga menjadi NT$10 per buah. Sang pembeli kesal karena merasa tertipu dan melaporkan kejadian ini ke polisi.
Berdasarkan laporan dari "ETtoday News", para pedagang di sekitarnya mengatakan kalau penjual es krim ini memakai trik permainan kata-kata sehingga banyak pembeli akhirnya tertipu. dan bertengkar dengan penjual. Bahkan ada juga yang melaporkannya ke polisi. Hal ini cukup sering terjadi.
Faktanya, kios es krim ini tidak memiliki lokasi tetap dan sebelumnya pernah muncul di Pasar Anle di Keelung dan Pasar Dounan di Yunlin. Yang lebih menarik lagi, spanduk yang sama telah tergantung selama 9 tahun dengan tulisan "30 Tahun, Silakan cicipi". Berarti, kasus penipuan dengan es krim telah terjadi sejak tahun 2007. Penjual es krim tersebut pernah mengatakan bahwa es krim seharga NT$1 hanyalah trik marketing. “Mana ada es krim NT$1? Pakai air got saja tidak balik modal. Apa kamu berani memakannya?", ungkapnya.
Petugas Badan Perlindungan Konsumen menegaskan, pengusaha harus mengungkapkan informasi produk jualannya dengan jujur, seperti asal produk, harga, dan satuan harga. Tidak boleh ada tindakan yang menyesatkan, menyembunyikan, atau menipu. Jika mereka tidak mendengarkan peringatan, mereka dapat dikenai denda.

(sumber foto: 自爆怨公社)
Kabupaten Changhua Berikan Subsidi Bagi Orang yang Mau Adopsi Anjing
Untuk meningkatkan tingkat adopsi anjing yang sulit di Pusat Penampungan Hewan Peliharaan Publik Kabupaten Changhua, Kabupaten Changhua menerima subsidi dari Kementerian Pertanian. Selain memberikan subsidi asuransi hewan peliharaan hingga NT$3.000 untuk tahun pertama, pemerintah kabupaten juga meluncurkan program "Pemberian Mahar Adopsi" di mana mereka memberikan vaksin, vaksin rabies, pendaftaran mikrochip hewan peliharaan, tali pengikat, makanan kaleng, mangkuk lipat, sampo, dan operasi sterilisasi senilai sekitar NT$3.900 secara gratis.
Dinas Pengendalian Hewan Kabupaten Changhua menyatakan, subsidi asuransi hewan peliharaan ini ditujukan untuk orang yang mengadopsi anjing yang kurang diminati di Pusat Penampungan Hewan Peliharaan Publik Kabupaten Changhua. Setelah itu, mereka harus membeli asuransi hewan peliharaan sendiri dan mengajukan subsidi asuransi hewan peliharaan ke Dinas Pengendalian Hewan Kabupaten Changhua, dengan subsidi maksimal NT$3.000. Jika biaya asuransi kurang dari NT$3.000, subsidi akan disesuaikan.
Dinas Pengendalian Hewan menyatakan, program subsidi asuransi hewan peliharaan ini ditujukan untuk anjing di Pusat Penampungan Hewan Peliharaan Publik Kabupaten Changhua, termasuk anjing berukuran besar dengan berat lebih dari 35 kilogram, anjing yang sudah ditampung selama lebih dari 90 hari, anjing yang cacat fisik dan memiliki keterbatasan gerak, anjing dengan bulu hitam atau bulu hitam dengan sedikit bulu putih pada satu kaki (atau lebih), dan anjing yang pemiliknya tidak ingin memeliharanya karena terlalu berisik atau kecenderungan menggigit orang. Jika memenuhi salah satu kriteria tersebut, pemilik bisa mengajukan subsidi.
Pusat Adopsi Hewan Terlantar Kabupaten Changhua, yang terletak di Situs Pembuangan Sampah Ah-Pao-Keng di Kota Yuanlin, saat ini menampung 164 ekor anjing terlantar, sebagian besar memenuhi syarat pengajuan asuransi hewan peliharaan. Namun, Dinas Pengendalian Hewan menyatakan bahwa meskipun program subsidi ini telah berjalan selama hampir setengah bulan, belum ada yang mengajukan subsidi. Mungkin beberapa calon pemilik adopsi menganggap persyaratan pengajuan terlalu rumit, atau meskipun ada subsidi asuransi, itu tidak cukup untuk menjadi insentif bagi mereka untuk mengadopsi anjing-anjing yang kurang diminati ini.
Dinas Pengendalian Hewan Kabupaten Changhua menyatakan bahwa mereka menyambut masyarakat yang berminat untuk memelihara hewan peliharaan, untuk datang dan mengadopsi anjing dan kucing di Pusat Adopsi Hewan Terlantar Kabupaten Changhua (hotline adopsi: 04-8590638).

(sumber foto: 彰化縣流浪狗中途之家)
Regata Penghu ke-11 Siap Dimulai dengan 203 Peserta dari 26 Kapal Layar
Taipei (Taiwan News) - Regata Penghu ke-11 dijadwalkan dimulai pada Rabu (28 Juni) dengan total 203 peserta yang akan berkompetisi di 26 kapal layar. Regata Penghu merupakan perlombaan kapal layar paling terkenal dan serangkaian perlombaan kapal layar di Taiwan. Untuk alasan ini, regata ini secara rutin menarik peserta internasional yang datang berlayar dari negara-negara tetangga, dilansir dari UDN.
Kapal layar terbesar yang berpartisipasi dalam regata ini adalah Momentai dari Hong Kong, dengan panjang 47 kaki. Tidak kalah pentingnya, Pemerintah Kabupaten Penghu, sebagai tuan rumah acara, telah mendaftarkan enam kapal layar untuk berpartisipasi dalam regata ini.
Kompetisi layar utama adalah lomba "Mengelilingi Pulau" yang bergengsi, meskipun Asosiasi Layar Penghu telah menambahkan kompetisi "Mengelilingi Laut" yang baru, yang lebih menantang. Lomba ini melibatkan delapan kapten ahli yang diundang khusus untuk berpartisipasi dalam tantangan melintasi 60 mil laut dalam semalam, yang membutuhkan kapal layar untuk mengelilingi Pulau Utara, bagian paling utara Penghu.
Untuk memastikan keselamatan, semua kapal yang berpartisipasi harus dilengkapi dengan peralatan penyelamatan dasar. Selain itu, kapal bermotor akan dikirim untuk menemani dan memantau kapal layar yang berkompetisi di lintasan perlombaan untuk memberikan bantuan segera jika diperlukan.
Asosiasi Layar Penghu telah menjadwalkan perlombaan dimulai pada Rabu (28 Juni) dan berlanjut hingga Minggu (2 Juli), memberikan banyak kesempatan bagi para penggemar layar untuk mencoba keterampilan mereka dalam menavigasi perairan di lepas pantai Penghu.

(sumber foto: Penghu Sailing Association)
RTI Radio Taiwan International 
