History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

RtiFM Online Rabu - 2023-05-17

  • 17 May, 2023

Sakit Tenggorokan selama 1 Bulan! Nyatanya Wanita Muda Ini Terkena Kanker

Berhati-hatilah jika Anda mengalami gejala sakit tenggorokan cukup lama. Seorang perempuan muda berusia 28 tahun di wilayah tengah Taiwan baru-baru ini merasa tenggorokannya bengkak dan sakit, dengan kurun waktu kurang lebih 1 bulan dan setelah pergi ke dokter, ia terdiagnosis radang amandel dan bernanah. Ketika berkunjung ke Dr. Chen Liang-yu (陳亮宇) seorang dokter spesialis THT (telinga, hidung, tenggorokan), terlihat bahwa ada “daging busuk berwarna putih” yang berada di rongga tenggorokan sebelah kiri, sehingga dilakukan tes dan terkena kanker limfoma.

Dilansir dari Ettoday, menurut dokter tersebut wanita ini terdiagnosis terkena COVID-19 tahun lalu dan sejak saat itu, tenggorokannya terus terinfeksi. Di rumah sakit lain, ia terdiagnosis mengalami amandel bernanah dan telah diberikan antibiotik maupun berbagai obat anti radang yang efektif, tapi sensasi benda aneh tidak menghilang, sehingga wanita itu terus mengkonsumsi obat.

Wanita itu telah melakukan biopsi (tes kanker) dan hasilnya jinak. Secara umum, inflamasi atau peradangan terjadi di 2 sisi, dan dahak amandel disertai rasa sakit yang hebat, tapi pasien ini hanya mengalaminya di satu sisi, sementara sisi lainnya baik-baik saja. Dalam pemeriksaan lanjutan, bagian tenggorokannya yang merupakan “daging busuk” yang awalnya dikira merupakan polip jinak nyatanya merupakan tumor limfoma. Bagian yang putih bukanlah nanah, melainkan nekrosis dari kanker. Sel abnormal yang tumbuh di amandel terlalu besar, sehingga sel tersebut tidak menerima pasokan darah yang cukup dan membusuk.

Dr. Chen menekankan bahwa gejala dari kanker limfoma (kelenjar getah bening) umumnya serupa dengan flu, tapi obat biasa tidak cukup untuk meredakannya. Ia pun meminta masyarakat untuk mengecek ke dokter jika mengalami gejala flu yang tidak membaik lebih dari 2 minggu.

Wakil Kepala Pusat Kanker dan direktur Departemen Hematologi dan Onkologi di Rumah Sakit Afiliasi Universitas Asia, Huang Wen-feng (黃文豊) menyampaikan bahwa limfoma mengacu pada tumor ganas di jaringan limfoid, yang terbagi atas limfoma Hodgkin dan limfoma non-hodgkin. 

Sebagian besar yang terkena jenis kanker ini adalah pria dan karena gejala awalnya mirip seperti influenza dan tipus, sehingga pasien mudah mengabaikan dan menunda pengobatan. Gejalanya antara lain adalah pembengkakan kelenjar getah bening pada leher, ketiak, dan lipatan paha, sesak nafas, batu, pembesaran amandel, penurunan berat badan.

Daging putih busuk yang merupakan kanker limfoma (foto: Dr. Chen Liang-yu via Ettoday)

Taiwan Menawarkan NT$ 120.000 untuk Kelahiran Anak di Fuli

Menyusul terjadinya penurunan populasi terus menerus selama bertahun-tahun, Kotapraja Fuli di ujung selatan Kabupaten Hualien sekarang memiliki kurang dari 10.000 orang. Dorongan peningkatan insentif pemerintah daerah kini sedang diberlakukan dan maksimal subsidi senilai NT$120.000 (sekitar Rp. 59.000.000,-) akan diberikan kepada ibu dari anak yang lahir di sana.

Wanita yang terdaftar untuk mendapatkan subsidi di Fuli akan menerima subsidi sebesar NT$80.000 untuk melahirkan, NT$20.000 untuk gizi, dan NT$20.000 yang dibayarkan kepada semua orang di wilayah Hualien yang lebih luas untuk persalinan. Penjabat walikota Fuli, Chiang Tung-cheng (江東成) menyampaikan bahwa dalam enam bulan terakhir tahun 2022, 23 orang mengajukan subsidi dan 35 anak telah lahir. 

Chiang mengatakan tahun ini diperkirakan jumlah bayi baru yang lahir di Fuli akan berkisar antara 80 hingga 85 anak. Dia berterima kasih kepada penduduk setempat yang telah bekerja untuk melayani negara, dan mendorong orang-orang untuk memindahkan pendaftaran rumah tangga mereka ke Fuli untuk membantu pertumbuhan populasi. Kotapraja ini berjarak sekitar dua jam berkendara atau naik kereta api dari Kota Hualien, sekitar empat jam berkendara dari Bandara Internasional Kaohsiung, dan sekitar lima jam dari Bandara Internasional Taoyuan.

Gunung Chike dekat Fuli (foto: Kementerian Transportasi dan Komunikasi ROC)

Cucu Berbeda, Hasil Tes DNA Ternyata Membuka Kenyataan yang Mengejutkan

Seorang cucu perempuan terlihat berbeda dengan seluruh anggota keluarga lainnya, sehingga ibu mertuanya mulai mencurigai menantunya memiliki selingkuhan. Untuk memperbaiki nama baiknya, sang istri kemudian melakukan tes DNA. Setelah hasilnya keluar, ternyata ada rahasia tak terduga yang terkuak.

Dilansir dari media Mirror, seorang istri di Reddit berbagi cerita drama keluarganya. Putrinya yang berusia 2 bulan adalah satu-satunya yang memiliki mata berwarna hijau, membuat ibu mertuanya curiga bahwa sang menantu berselingkuh. Untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah, sang istri kemudian meminta sang suami untuk melakukan tes DNA paternitas.

Setelah hasil tes keluar, terungkap bahwa dirinya benar-benar anak dari ia dan suaminya. Namun, ketika diperhatikan kembali, hasilnya memperlihatkan ada sesuatu yang salah. “Anakku terlahir dari suamiku, tapi ayah mertua tidak memiliki hubungan darah dengannya.” Ternyata, ibu mertuanyalah yang telah mengkhianati ayah mertuanya.

Sang suami yang mendapati hasil tersebut sangat marah dan segera menemui ibunya, mencoba untuk memberi tahu kenyataan tersebut kepada ayahnya. Walaupun ibunya juga berpihak pada suaminya, tapi ia khawatir bahwa seluruh keluarga akan terganggu, sehingga ia meminta sang suami untuk berpikir terlebih dahulu.

Di Reddit, beberapa warganet kemudian menyampaikan bahwa hal tersebut sangatlah ironis dan jika melihat mata cucunya lagi di masa depan, pikirkan ulang hal tersebut.

Ilustrasi bayi (foto: Pixabay)

Penyiar

Komentar