Polisi Kriminal: 20 Jenazah Mengapung di Perairan Taiwan, 7 Diantaranya WNA Vietnam
Hanya dalam waktu 2 bulan, sejak Februari hingga akhir Maret ini telah ditemukan 20 jenazah di laut di sekitar perairan Taiwan. Banyak yang mencurigai bahwa mayat-mayat ini merupakan korban penyelundupan manusia. Salah satunya adalah jenazah seorang perempuan yang ditemukan mengambang di luar Pelabuhan Kaohsiung No.2 pada tanggal 27 Februari lalu. Jenazah tersebut terkonfirmasi sebagai WN Vietnam yang seharusnya telah kembali ke negaranya. Kasus ini masih didalami, apakah terkait dengan penemuan jenazah lain atau kasus yang berbeda.
Polisi Pelabuhan Kaohsiung menyampaikan, mereka mendapatkan laporan penemuan mayat yang berlokasi 1,4 mil laut dari mercusuar di Pelabuhan Kedua Kaohsiung. Polisi segera bertindak dan mengkonfirmasi bahwa jenazah terkait adalah seorang perempuan. Setelah mengecek sidik jarinya, terungkap bahwa jenazah tersebut merupakan seorang pekerja illegal bermarga Chen (陳) asal Vietnam yang seharusnya telah dideportasi setelah tertangkap.
Chen yang berusia 31 tahun bersama suaminya yang juga merupakan WN Vietnam sama-sama datang ke Taiwan untuk bekerja. Suaminya merupakan pekerja legal. Setelah mendapatkan panggilan dari polisi, ia pun mengkonfirmasi bahwa jenazah tersebut adalah jenazah sang istri, tapi merasa bingung karena seharusnya sang istri telah kembali ke Vietnam.
Kantor Kejaksaan Kaohsiung telah melakukan otopsi pada jenazah Chen dan masih menyelidiki kasus tersebut, apakah terkait dengan penyelundupan manusia atau karena sebab lainnya.
Sebelumnya salah satu jenazah ditemukan tergantung di pangkalan pembangkit listrik tenaga angin Pelabuhan Taichung, sekitar 10 kilometer dari garis pantai. Orang tersebut kemungkinan tewas setelah terjatuh ke laut dan berjuang untuk naik ke atas pangkalan dan terbakar matahari. Jenazah-jenazah tersebut ditemukan di perairan sekitar Taichung, Yunlin, Tainan, dan Kaohsiung.
Biro Kriminal Taiwan pada 30 Maret menggelar konferensi pers, menyampaikan bahwa sejak 18 Februari hingga 29 Maret 2023, telah menerima beberapa laporan kasus adanya penemuan mayat yang mengambang di laut dengan total 20 jenazah. 16 jenazah telah teridentifikasi identitasnya, sementara 4 lainnya masih dalam penyelidikan.
9 jenazah menurut keterangan adalah WN Taiwan yang kemungkinan melakukan bunuh diri atau tidak sengaja terjatuh dan tewas di laut, sementara 7 orang lainnya adalah WN Vietnam.
Kepala Divisi Kriminal Internasional Biro Investigasi Kriminal Taiwan Lee Yang-chi (李泱輯) menyampaikan bahwa berdasarkan data dari Kantor Ekonomi dan Budaya Vietnam di Taipei, ada 14 daftar nama (8 laki-laki dan 6 perempuan) WN Vietnam yang diselundupkan ke Taiwan dan sedang dalam investigasi. Berdasarkan data tersebut, terungkap 7 jenazah sesuai dengan daftar terkait.
Lee Yang-chi mengatakan, sementara ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa 9 jenazah WN Taiwan yang ditemukan terkait dengan kasus penyelundupan orang, seperti kasus WN Vietnam. Mereka dicurigai terjatuh atau sengaja bunuh diri. Jika tidak ada hal yang mencurigakan, jenazah akan dikembalikan ke pihak keluarga.
Saat ini aparat masih berusaha mengungkap identitas para jenazah yang tidak dikenal dan terus mencari grup kriminal yang menyelundupkan orang-orang Vietnam. (foto: CNA)

Jalan di Taiwan “living hell for pedestarians”?
Taiwan pernah diberitakan “living hell for pedestarians”, bahkan ada kalangan akademisi menunjuk Taiwan hanya menangani kecelakaan lalu lintas saja, tidak mendalami “akar permasalahan”. Beberapa hari yang lalu, ada netizen yang berbagi foto yang dibuat AI menggambarkan “kota Taipei bagaikan tata perkotaan di Eropa”, hasil unggahan foto menarik perhatian dan komentar netizen lainnya.
Data Kementerian Perhubungan terkait keamanan lalu lintas tahun 2022, dalam kurun waktu 30 hari angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas menembus 3.000 orang menjadi angka tertinggi sejak tahun 2018, kondisi demikian terjadi pada pemakai jalan kelompok lansia berusia 65 tahun ke atas dan pengendara sepeda motor.
Apakah penataan jalan-jalan di kota perlu diperbaiki? Atau kebiasaan pemakai jalan juga perlu mendapat edukasi? (sumber: tvbs, foto: shutterstock)

Memilih Asupan Makanan: Yang bergizi? atau Bersih?
EWG Environmental Working Group membeberkan, pihaknya setiap tahun memberikan sampel buah dan sayuran untuk diperiksa, apakah produk pertanian tidak lolos standar karena mengandung residu peptisida ? alhasil produk pertanian yang dinilai paling kotor adalah buah stroberi , yang terdeteksi ada 22 jenis residu peptisida, akan tetapi stroberi bukan satu-satunya buah / sayuran yang dinilai kotor karena residu obat pertanian tinggi. Selain itu masih ada bayam, kubis-kubisan, nectarines, apel, anggur, paprika, blue beri, ceri dan kacang hijau.
Sementara buah/ sayuran yang dnilai bersih ada: avocado (alpukat), jagung manis, nanas, bawang bombai, kacang manis, kelapa, asparagus, melon, kiwi, kol, jamur, ubi jalar, semangka dan wortel. (foto: tvbs.com)


RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 
