History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

RtiFM Online Rabu - 2023-02-22

  • 22 February, 2023
Di Negeri Rantau - RtiFM Online Rabu

Penggunaan Masker di Taiwan Ditiadakan per Mei 2023?

Kepala Pusat Komando Epidemi Sentral Taiwan (CECC), Victor Wang (王必勝) mengatakan bahwa masyarakat di Taiwan kemungkinan mulai Mei 2023 tidak diharuskan untuk memakai masker, disesuaikan dengan kondisi COVID-19 di Taiwan.

Dilansir dari CNA, hal ini dinyatakan oleh Victor Wang dalam konferensi pers per 20 Februari 2023 setelah kebijakan pelonggaran masker dalam ruangan resmi berlaku. Saat ini, sebagian besar area dalam ruangan tidak lagi mewajibkan penggunaan masker, kecuali di fasilitas medis dan transportasi umum.

Dalam konferensi pers tersebut, Victor Wang juga mengatakan bahwa kebijakan kelonggaran pemakaian masker dibagi dalam 3 tahap. Tahap ketiga nantinya merupakan keputusan masing-masing individu, apakah akan tetap memakainya atau tidak, dan ia menambahkan kesempatan tersebut bisa saja terjadi di bulan Mei mendatang. (foto: CNA)

 

 

Modus Penipuan e-commerce Marak di Taiwan

Polisi bagian pidana mendata kasus penipuan mulai 6-12 Februari 2023 mencapai 302 kasus, ada 8 platform e-commerce dimanfaatkan oknum penipuan diantaranya Shopee, Garage Play, 7-11. Eslite, i3Fresh dll.

 

 

Penjelasan Dokter Taiwan Mengenai Mitos MSG

 

Seorang dokter Taiwan menyanggah mitos terkait MSG melalui video YouTube pada Kamis, 16 Februari 2023.

Dilansir dari Taiwan News, Dr. Chiang Kun-chun melalui akun YouTube Health 2.0 membahas hal tersebut. Dr. Chiang menjelaskan bahwa MSG (monosodium glutamat) merupakan garam sodium dari asam glutamat. Chiang menunjukkan bahwa Kikunae Ikeda dari Tokyo Imperial University pertama kali mengisolasi asam glutamat sebagai zat yang enak (umami) dari rumput laut pada tahun 1907.

Selain rumput laut, Dr. Chiang mengatakan ada banyak makanan alami yang mengandung MSG, seperti jagung, tomat, dan keju. Oleh karena itu, Chiang mengatakan bahwa meskipun konsumen secara khusus mencoba menghindari makanan olahan dengan MSG, mereka tetap akan mengonsumsi sekitar 20 mg MSG alami per hari.

Mengenai klaim bahwa mengonsumsi MSG bisa membuat seseorang haus, Chiang mengatakan bahwa kandungan sodiumlah yang membuat orang merasa haus. Chiang mengatakan bahwa apapun yang mengandung sodium dapat memiliki efek tersebut jika dimakan secara berlebihan.

Chiang menunjukkan bahwa saat memasak, orang cenderung memperhatikan jika mereka telah menambahkan terlalu banyak garam ke dalam masakan hingga rasa asin yang berlebihan. Namun, kata dia, saat menambahkan MSG untuk menambah cita rasa masakan tertentu, rasa asinnya tidak begitu terlihat.

Dia mengatakan bahwa setelah mereka makan barulah mereka merasa haus. Dia menyarankan orang yang mengalami mulut kering setelah makan hidangan untuk mengurangi jumlah MSG yang digunakan.

MSG menyebabkan kanker? Chiang mengatakan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan AS memberi label bahan tersebut secara umum diakui aman, sementara Uni Eropa telah menyetujuinya sebagai bahan tambahan makanan untuk makanan tertentu dan tunduk pada batasan kuantitatif. Ia menegaskan, para peneliti belum menemukan kaitan antara konsumsi MSG dengan kanker.

Ada gejala yang dikaitkan dengan konsumsi MSG yang disebut "Sindrom Restoran Tionghoa", di mana orang non-Tionghoa mengaku merasa tidak enak badan setelah makan di restoran Tionghoa. Mereka kemudian menyalahkan MSG dalam makanan dan segera menstigmatisasi bahan tersebut.

Penelitian tidak menemukan korelasi antara penggunaan MSG dalam makanan Tionghoa dan gejala kesehatan apa pun. Sebaliknya, dia mengatakan itu hanya kasus non-Tionghoa yang tidak terbiasa dengan masakan terkait.

Chiang mengatakan bahwa kaldu ayam berbentuk kubus, yang digunakan sebagian orang sebagai alternatif MSG, jauh lebih buruk karena mengandung garam, MSG, dan "zat tambahan yang tidak diketahui" lainnya. Dia berargumen jika bahan kaldu ayam kubus tidak jelas atau tidak diberi tanda dengan jelas, bisa jadi kurang aman dibanding MSG.

Dia menutup dengan menekankan bahwa moderasi MSG adalah kuncinya dan bahan apa pun yang terlalu banyak bisa berbahaya.

(sumber: Taiwan News ; foto:TVBS.com)

 

Penyanyi legendaris Liu Wen-cheng yang tenar pada tahun 1970-1980an kembali mencuat dalam pembicaraan masyarakat. Beberapa hari yang lalu, penyanyi ini heboh dibicarakan karena berita kematiannya dan kabar ia masih hidup. Pada tanggal 15 Februari yang lalu tersebar berita Liu Wen-cheng meninggal pada bulan November tahun lalu, beberapa hari kemudian mencuat pernyataan dari saudara kandung bahwa berita kematian itu tidak benar, nah loh!!!! Mengapa orang yang masih hidup bisa menginformasikan dirinya sudah tiada???

 

Penyiar

Komentar