Toko Harry Potter - Mahou Dokoro Pertama di Luar Jepang Dibuka di Taipei
Toko perlengkapan Harry Potter yang sangat populer di Jepang "Harry Potter - Mahou Dokoro" akan hadir di Taipei LaLaport Nangang pada bulan Maret, menjadi toko permanen pertama di luar Jepang! Anda dapat membeli berbagai macam alat ajaib tanpa harus terbang ke Jepang, mulai dari tongkat sihir, jubah hingga kotak perhiasan tersembunyi.
"Harry Potter - Mahou Dokoro" dibuat khusus untuk para penggemar yang menyukai seri "Harry Potter and Fantastic Beasts and Where to Find Them". Toko ini menjual berbagai produk berlisensi resmi. Para penggemar berkesempatan untuk menemukan benda-benda ajaib mereka sendiri dan lebih dekat dengan dunia ajaib! Gaya desain toko akan mengikuti gaya desain toko Jepang. Saat Anda masuk ke toko, Anda akan merasa seperti telah melakukan perjalanan ke Hogwarts dan tenggelam dalam dunia sihir!
Apakah Anda ingin menjadi anggota Hogwarts atau ingin mengoleksi berbagai makhluk ajaib, keinginan Anda dapat terpenuhi di sini! Dari tongkat sihir, jubah, dan syal kampus hingga Golden Snitch, Glass Beast, dan benda-benda sihir koleksi lainnya, ada pula kemungkinan peluncuran gaya khusus Taiwan yang akan memukau mata Anda!
"Harry Potter - Mahou Dokoro" dijadwalkan dibuka di lantai 1 Taipei LaLaport Nangang pada bulan Maret (tanggal pastinya akan diumumkan). Apakah para Muggle sudah siap? Datanglah ke tempat ziarah ajaib terbaru di Taipei dan rasakan pesona keajaibannya!

Barang-barang perlengkapan Harry Potter - Mahou Dokoro (foto: Mahou Dokoro)
Hanya NT$20, Anda dapat Menikmati Keindahan Hutan Kota Beserta Air Terjun di Taman Botani Taichung
Hanya dengan NT$20, di Kebun Raya Museum Sains dan Teknologi Nasional Taichung, Anda dapat bepergian ke hutan hujan ala Amazon, rumah kaca hutan hujan terbesar di Taiwan, dilengkapi dengan aneka kupu-kupu burung, ikan piranha, dan air terjun...rasanya seperti berada di kedalaman hutan hujan!
Jika Anda berkunjung ke kebun raya ini, Anda akan tertarik dengan model besar Kupu-kupu Magellan Birdwing! Kupu-kupu terbesar yang berasal dari Taiwan, dan kilau mutiara yang unik pada sayapnya sungguh menawan! Setelah mengambil foto, ingatlah untuk melihat ke langit. Mungkin ada kupu-kupu Magellan Birdwing yang terbang di sekitar Anda.
Setelah memasuki rumah kaca hutan hujan tropis terbesar di Taiwan, yang mensimulasikan lingkungan hutan hujan tropis dataran rendah, Anda akan merasakan karakteristik iklim suhu tinggi, kelembapan tinggi, dan hujan lebat. Berjalan-jalan di sepanjang jalan setapak rumah kaca, mendengarkan gemericik air, dan melihat tanaman hijau yang rimbun, rasanya seperti Anda benar-benar tiba di hutan hujan Amazon. Ada lebih dari 500 spesies tanaman tropis, serta tur berpemandu terjadwal dan pertunjukan pemberian makan, yang memungkinkan Anda memperoleh pemahaman lebih dalam tentang ekologi hutan hujan!
Tidak hanya itu, Anda juga dapat mengamati ikan-ikan di lembah Sungai Amazon dari dekat. Ada banyak spesies dan bentuk yang aneh, termasuk ikan piranha.
Kebun Raya Museum Sains dan Teknologi Nasional Taichung
Alamat: Guanqian Road No.1, Distrik Utara, Kota Taichung
Waktu buka: 09:00 – 17:00 (Senin tutup)
Harga tiket: NT$20 (gratis jika memiliki kartu dinosaurus)
Ingatlah untuk membawa obat pencegah nyamuk dan serangga.

Taman Botani di Taichung (foto: Travel Taichung)
Festival Balon Internasional Taiwan akan Berlangsung di Taitung Musim Panas Ini
Festival Balon Internasional Taiwan akan diselenggarakan di Taitung dari 5 Juli hingga 21 Agustus.
Tahun ini menandai peringatan ke-15 festival tersebut. Pada hari pembukaan, pukul 05.30 pagi, balon udara dari berbagai negara akan lepas landas dari Dataran Tinggi Luye di kabupaten tersebut, dilansir dari CNA.
Pemerintah kabupaten mengumumkan pada 2 Maret, bahwa mulai 6 Juli dan berlanjut setiap hari Kamis pukul 19.00 hingga akhir acara (21 Agustus), akan ada tujuh pertunjukan kembang api dan drone di Dataran Tinggi Luye, Lahan Basah Dapochih Chishang, dan Taitung Seashore Park.
Setiap hari Kamis, di lokasi dan waktu yang sama, juga akan ada pertunjukan cahaya dengan iringan musik, yang akan berlangsung hingga 21 Agustus.
Beberapa konser akan menawarkan pengalaman unik. Di Lahan Basah Dapochih Chishang dan Taitung Seashore Park, pengunjung bisa menikmati pertunjukan cahaya sambil mengamati bintang. Sementara itu, konser di The Aurora Garden, Kotapraja Taimali, yang digelar pukul 4 pagi, akan menghadirkan suasana spesial dengan perpaduan musik dan pemandangan matahari terbit.
Pertunjukan balon udara dan wahana balon udara akan berlangsung dari pukul 05.30 hingga 07.00 pagi serta dari pukul 17.00 hingga 18.30 sore, kecuali pada hari Selasa. Acara tahun lalu menarik lebih dari 660.000 pengunjung. Selama festival, diadakan 12 pertunjukan proyeksi cahaya dengan iringan musik, serta pertunjukan kembang api dan drone yang menampilkan Hello Kitty.

Festival Balon Internasional Taiwan tahunan akan kembali hadir di Taitung (foto: Tour Taitung)
Destinasi Wisata Baru di Taitung: Paul Chiang Art Center
Setelah 12 tahun persiapan, Paul Chiang Art Center (江賢二) akan resmi dibuka pada 15 Maret dengan pameran perdananya bertajuk "Cahaya, Keindahan, dan Pemurnian," yang dikurasi oleh kurator ternama Jepang, Nanjo Fumio.
Lahir di Taichung pada tahun 1942, Paul Chiang, maestro seni abstrak Taiwan, telah bercita-cita menjadi seniman sejak usia 15 tahun. Setelah lulus dari National Taiwan Norrmal University dan melanjutkan studi di Prancis serta Amerika Serikat, ia baru merasa benar-benar layak disebut "seniman" setelah menciptakan "Notre Dame de Paris" pada usia 40 tahun.
Karya awal Chiang didominasi oleh warna abu-abu dan hitam, mencerminkan kesulitan hidup serta pencarian artistiknya yang tiada henti. Namun, terinspirasi oleh alam dan musik klasik, gaya seninya berevolusi dari suram menjadi lebih cerah dan penuh warna.
Pameran solonya di Taipei Fine Arts Museum dan Ambi Space One di Taipei 101 menarik banyak perhatian.
Pada usia 82 tahun, Chiang pindah ke Taitung pada 2008, di mana ia bertemu dengan pengusaha Stanley Yen (嚴長壽). Bersama, mereka membayangkan sebuah pusat budaya internasional untuk wilayah Hualien-Taitung.
Pembangunan dimulai pada 2019 dan akhirnya rampung tahun ini.
Meski usianya tak lagi muda, Chiang tetap memiliki energi kreatif yang luar biasa. Saat diajak berkolaborasi dalam "Digital Meditation," pameran pertamanya yang menggabungkan seni dengan teknologi bersama seniman digital muda Wu Che-yu (吳哲宇), ia menyambut kesempatan itu dengan antusias.
Seperti yang ia ungkapkan kepada Taiwan News, "Berkolaborasi dengan orang lain membuat saya termotivasi setiap pagi."
Chiang meyakini bahwa "seni memurnikan hati," dan ia berkata, "Taitung memberi saya kehidupan seni kedua." Lingkungan alam yang indah telah memperkaya kreativitasnya serta memberikan kebebasan yang ingin ia bagikan kepada para pengunjung.
Terletak di antara pegunungan dan laut, pusat seni ini menyatukan unsur alam dengan seni.
Arsitek Lin Yu-han (林友寒) merancang bangunan dengan beton ekspos yang secara cerdas memanfaatkan pencahayaan alami.
Gong Yuan Reception Center dan Cheng Han Hall terinspirasi dari patung Chiang berjudul "Farm House" dan dibangun menggunakan baja weathering steel, yang seiring waktu warnanya akan berubah menjadi cokelat kemerahan.
Pameran perdana "Cahaya, Keindahan, dan Pemurnian" mengajak pengunjung untuk merasakan perjalanan emosional sang seniman melalui berbagai tahap kehidupannya.

Paul Chiang Art Center (foto: Paul Chiang Art Organization, Studio Millspace)
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 
