Lomba Penghargaan Sastra Migran ke -8 Dimulai
Acara pembukaan lomba sastra “Penghargaan Sastra Migran” ke-8 berlangsung pada 12 Maret lalu di lobi serba guna Taipei Main Station, tempat di mana pekerja migran berkumpul, lomba ini mendapat dukungan dari Direktur Humanities and Publications Kementerian Kebudayaan, Chen Ying-fang (陳瑩芳). Chen menekankan, tidak hanya kesetaraan budaya tetapi juga menjadi simbol kemajuan masyarakat sosial. Chairwoman Radio Taiwan Internasional Cheryl Lai (賴秀如) menyampaikan, penghargaan sastra hanya sebuah permulaan, yang dilanjutkan dengan rasa saling menghargai dan saling memahami.
Pelopor penghargaan Sastra Migran Chang Cheng mengatakan, HAM di Taiwan, memberikan perlakuan yang sama bagi pekerja migran dari Asia Tenggara sama seperti sahabat dari Amerika, Eropa, Jepang dan Korea. Penyelenggaraan penghargaan yang diambil alih oleh CEO Greener Grass Culture ,Tang Sheng-jung menyampaikan bahwa, acara ini merupakan satu-satunya penghargaan di dunia, yang mengandung makna humaniora, kepedulian sosial dan sastra.
Radio Taiwan Internasional(RTI) menjadi media partner penyelenggaraan Penghargaan Sastra Migran, membantu menyebarkan informasi terkait periode pendaftaran dalam bahasa Indonesia, Bahasa Thailand, Bahasa Vietnam, Bahasa Tagalog dan lainnya. Chairwomen RTI, Cheryl Lai mengatakan, “tugas RTI adalah menerjemahkan semua naskah peserta lomba dengan berbagai bahasa seperti Burma, Filipina, Indonesia, Vietnam, dan Thailand ke Bahasa Mandarin, agar pihak juri dapat memilih naskah terbaik; selanjutnya akan diadopsi menjadi scenario, pihak kami berharap dapat diadopsi menjadi skenario sandiwara radio. Jadi Penghargaan Sastra Migran pada hari ini merupakan permulaan, setelah kegiatan sastra ini akan muncul saling memahami, rasa menghormati yang menjadi hal yang sesungguhnya yang kita wujudkan.”
Direktur Humanities and Publications Kementerian Kebudayaan, Chen Ying-fang selain mensponsori penghargaan sastra imigran baru, pihaknya yakin ini merupakan penghargaan yang paling istimewa diantara penghargaan sastra lainnya. Chen mengatakan, “Dapat kami katakana, penghargaan sastra migran adalah penghargaan yang paling istimewa, dengan rupa sastra menampilkan suara yang beragam, melalui sudut pandang yang berbeda, kita dapat melihat perbedaan di Taiwan. Oleh karena itu, ini bukan hanya sekedar komunikasi, melainkan pertukaran kedua belah pihak. Seperti yang baru saja disampaikan oleh pelopornya Chang Cheng bahwa kegiatan ini menjadi suatu kesetaraan budaya dan simbol kemajuan masyarakat sosial.”
Google Suntik NT$300 Juta untuk Mendukung Media Berita Taiwan
Google mengumumkan bahwa program "Taiwan Smart" telah memasuki tahun keenam dan akan meluncurkan “Taiwan News Digital Co-Prosperity Fund” (Dana Kesejahteraan Digital Berita Taiwan) untuk mempromosikan jurnalis Taiwan. Selama tiga tahun ke depan, Google akan menyuntikkan dana bantuan sebesar NT$300 juta kepada industri media yang dikelola secara independen oleh Asosiasi Transformasi Digital (DTA) untuk mendukung transformasi, pengembangan, dan operasi industri media yang berkelanjutan.
Dalam siaran persnya, Google menjelaskan pendaftaran "Taiwan News Digital Co-Prosperity Fund” terbuka bagi setiap media Taiwan yang memproduksi konten orisinil bagi kepentingan umum. Media dapat mendaftar dan mengajukan proposal kepada DTA pada jam kerja setiap hari Kamis.
DTA akan membentuk Komite Pengarah dan Komite Konsultasi secara terpisah untuk merekrut profesional di bidang transformasi digital, konten berita, dan teknologi yang dapat memberikan saran atas proposal yang diajukan oleh media. Setelah proposal disetujui, DTA akan meninjau dan mengalokasikan dana. Saat ini, DTA berencana agar setiap unit dapat mengajukan satu proposal per tahun. Mereka berharap dapat menyelesaikan putaran pertama pengajuan proposal pada paruh pertama tahun 2023.
Manajer Umum Google Taiwan, Tina Lin (林雅芳), mengemukakan bahwa meskipun Google saat ini menghadapi tantangan eksternal, Taiwan masih menjadi pos yang penting bagi Google, sehingga mereka akan terus melanjutkan rencana investasinya di Taiwan. Tina Lin mengungkapkan, berkat upaya bersama dari pemerintah dan DTA, “Taiwan News Digital Co-Prosperity Fund” akhirnya dapat diluncurkan dan membantu industri media Taiwan untuk bertahan melalui masa kritis transformasi digital. Google akan senantiasa menghadirkan produk dan layanan inovatif ke Taiwan, berinvestasi dalam infrastruktur dan pengembangan bakat di Taiwan, serta menggunakan berbagai teknologi dan sumber daya untuk membantu transformasi digital Taiwan.
Melalui program “Google News Initiative” sejak 2018, Google telah menyediakan berbagai kursus pelatihan yang membahas tentang peralatan liputan, teknologi digital, dan strategi operasional. Pelatihan ini telah membantu lebih dari 60 media di Taiwan dan lebih dari 2.000 pekerja media.
Setelah berkomunikasi dan berdiskusi terus-menerus dengan pemerintah, media berita, dan asosiasi publik selama dua tahun terakhir ini, Google menyimpulkan bahwa Taiwan memiliki industri media yang beragam dan pengalaman digital yang berbeda, sehingga setiap media membutuhkan solusi yang sesuai dengan kebutuhannya.
Oleh karena itu, Taiwan membuat "Taiwan News Digital Co-Prosperity Fund" sesuai dengan saran dari pemerintah dan asosiasi dengan menunjuk unit netral sebagai pengelola dana dengan tujuan untuk membantu pertumbuhan semua media berita. Sementara itu, program “Google News Initiative” juga akan dilanjutkan.
Budidaya Jambu Kristal
Jambu biji kristal Taiwan sangat populer di Indonesia karena mudah ditanam dan berbuah sepanjang tahun. Potensi budidayanya sangat menggiurkan. Penasaran bagaimana cara pembudidayaan dan pemasarannya?
Simak di acara RTIFM hari ini!

(sumber foto :MOFA)
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 
