History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

RtiFM Online Selasa - 11 April 2023

  • 11 April, 2023
Jalan-jalan - RtiFM Online Selasa

 

Bincang Bincang Berita

Persiapan Pemilu Indonesia, Sudahkah Anda Terdaftar di Taiwan?

Pemilu Indonesia sudah di depan mata, 7 anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Taiwan juga telah dilantik di kantor perwakilan pemerintah RI, KDEI Taipei dan sesuai Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan bertugas hingga 4 April 2024 mendatang.

Jumlah pemilih di Taiwan diperkirakan lebih dari 250 ribu orang, menjadi yang terbanyak kedua di Asia setelah Malaysia.

Pemilu di awal tahun 2024 ini akan memilih anggota legislatif DPD, DPR, DPRD Provinsi, DPR Kabupaten/ Kota, serta Presiden dan Wakil Presiden. Pemilu Indonesia tahun 2024 ini secara serentak akan diadakan pada 14 Februari 2024.

Saat ini PPLN Taipei, sebutan untuk PPLN yang berada di Taiwan sedang melakukan kegiatan pencocokan dan penelitian agar WNI di Taiwan dapat segera terdaftar sebagai pemilih yang sah di Taiwan.

Jadi, jangan lupa agar kalian bisa segera terdaftar ya. Siapkan ARC dan paspor kalian jika petugas PPLN bertugas di wilayah Anda, isi formulirnya dan pastikan kalian menjadi pemilih yang terdaftar resmi di Taiwan.

Poster sosialisasi Pemilu 2024 dari PPLN Taipei (foto: Facebook PPLN Taipei)

Penduduk Taipei Memiliki Tanggungan Lebih daripada Wilayah Lain

Penduduk Taipei saat ini menjadi proporsi tertinggi yang memiliki tanggungan jika dibandingkan dengan data setengah tahun lalu, demikian data Kementerian Dalam Negeri per Senin, 1 Maret 2023. Penduduk Taipei menjadi “generasi sandwich” yang memiliki tanggungan terberat, setidaknya harus menanggung 1 orang anak dan setidaknya 1 orang tua.

Untuk pertama kalinya, “rasio tanggungan” ini naik lebih dari 50% di Taipei, memperlihatkan bahwa setiap 2 penduduk usia produktif (15-64 tahun) memiliki 1 anggota tanggungan keluarga, dengan rentang usia di bawah 14 tahun atau lebih dari 65 tahun.

Indeks penuaan nasional tertinggi tahun 2022 lalu berada di Kabupaten Chiayi dengan nilai 252,45 diikuti oleh Keelung dengan nilai 196,12, Kabupaten Kinmen 196,01, Kabupaten Nantou 195,74, dan Kabupaten Pingtung dengan nilai 193,08.

Dari enam kota khusus, Taipei memiliki indeks penuaan tertinggi sebesar 166,1, diikuti oleh Kaohsiung sebesar 161,78, sedangkan Taoyuan memiliki skor terendah dengan nilai 101,89. Kota Hsinchu dan Kabupaten Hsinchu memiliki nilai 87,03 dan 86,71. Kedua wilayah di Taiwan ini memiliki populasi muda yang lebih besar daripada populasi usia tua.

Taipei juga telah melampaui Kabupaten Chiayi terkait penghidupan bagi orang tua lanjut usia dengan rasio ketergantungan sebesar 31,44 persen, naik dari 29,76 persen pada tahun 2021. Rasio Kabupaten Chiayi adalah 31,12 persen.

Beban keuangan terendah yang ditempatkan pada “sandwich generation” adalah di Kabupaten Kinmen dan pulau-pulau terpencil lainnya, karena mereka memiliki tunjangan kesejahteraan sosial, subsidi dan insentif paling banyak bagi penduduk, kata pejabat kementerian.

Banyak orang yang terdaftar tinggal di pulau-pulau terpencil, bekerja dan tinggal di pulau utama Taiwan, sehingga rasio ketergantungan mereka tidak mencerminkan situasi aktual dan tidak dapat digunakan untuk perbandingan, kata para pejabat.

Ada 3,22 juta rumah tangga dengan satu orang tahun lalu, 1,91 juta rumah tangga dengan dua orang dan 1,64 juta rumah tangga dengan tiga orang, rekor tertinggi untuk ketiganya.

Satu dekade yang lalu, satu rumah tangga, dua dan tiga orang masing-masing berjumlah 770.000, 340.000 dan 150.000. Rumah tangga rata-rata memiliki 2,56 orang yang tinggal di dalamnya, juga rekor terendah.

Ini menunjukkan bahwa keluarga inti tradisional tiga generasi menghilang dengan cepat, kata para pejabat, menambahkan bahwa orang-orang yang terdaftar dalam rumah tangga mungkin tidak memiliki hubungan keluarga, tetapi tren menunjukkan bahwa komposisi keluarga penduduk Taiwan sedang berubah.

Kota Taipei (foto: CNA)

 

“Apa Sih yang Menarik di Taiwan?”- Topik "Burung-burung Biru di Taiwan"

Aneka burung biru di Taiwan (foto: Wikipedia, Flickr dan Twitter Kementerian Kebudayaan Taiwan)

- Murai Biru Taiwan / Formosan Blue Magpie

Burung Magpie Biru Formosa (foto: Wikipedia - Jimmy Kao)

Topik hari ini akan membahas tentang beberapa burung menarik di Taiwan, seluruhnya memiliki unsur warna biru. Salah satu dan yang utama adalah Murai Biru Taiwan atau Formosan blue magpie. Burung endemik Taiwan ini ada 2 jenis, yang berparuh merah dan berparuh kuning.  Karena tampak cantik, burung ini juga dikenal masyarakat sebagai nyonya gunung berekor panjang. 

Bagaimana karakteristiknya? 

Burung ini tidak terlalu takut dengan manusia, bahkan di PCCU sempat ada kabar burung Murai Biru yang galak dan suka mematuk siswa ataupun orang yang berada di sekitar halaman. Burung ini juga cukup berisik dan suka mengobrol serta merupakan jenis omnivora. Secara umum cukup bersosial dan biasanya bepergian dalam bentuk grup antara 3-12 ekor. Ketika terbang, kamu bisa melihatnya terbang dalam garis lurus dan saling mengikuti, seperti formasi ekor panjang. Jangan salah, burung ini merupakan jenis burung dengan prinsip monogami dan berkembang biak di bulan Maret – Juli. Mereka juga saling bekerja sama saat berkembang biak dan mengurus anak-anaknya. Eits... ada 1 hal yang menarik, mereka juga bisa memiliki pengasuh yaitu burung remaja dari musim kawin sebelumnya.

Mitos Blue Magpie 

Burung murai biru Taiwan adalah burung keramat suku Aborigin Taiwan Tsou, Thao, dan Bunun. Burung keramat disebut Teofsi'za di Tsou, Fitfit di Thao, dan Haipis (kelompok Isbukun) / Kaipis di Bunun. Dalam mitos umum, banjir besar terjadi dalam hikayat Tsou, Thao, dan Bunun. Orang-orang terakhir yang bertahan hidup melarikan diri dari banjir besar ke puncak gunung yang tinggi sebagai perlindungan terakhir. Burung murai biru Taiwan yang suci mengorbankan dirinya dan membantu masyarakat untuk membawa sumbu api terakhir dari puncak Yu Shan kembali ke masyarakat.

Burung Nasional Taiwan

Burung Murai Biru Taiwan menjadi burung nasional setelah ditahbiskan pada 1 Mei 1996, bertepatan dengan Hari Buruh. Hal ini didasari kecantikan dan keanggunan burung tersebut. Burung ini juga menjadi lambang atau simbol nasional karena memiliki warna seperti bendera ROC (merah, biru, dan putih).

- Mikado Pheasant

Burung biru nila yang menjadi bagian dari uang kertas NT$ 1.000 bersama dengan pemandangan Gunung Giok atau Yushan adalah Mikado Pheasant. 

Mikado Pheasant di Taiwan (foto: Twitter Kementerian Kebudayaan Taiwan)

Karakteristik Mikado pheasant

Mikado pheasant atau burung Pegar Mikado memiliki perbedaan signifikan antara pejantan dengan betinanya. Pegar Mikado jantan berukuran besar sekitar 70 cm, warnanya lebih gelap dalam hal ini memiliki bulu berwarna biru, nila, putih, dan hitam. Sebagian besar tubuhnya adalah warna biru dan nila dengan garis putih di sisi sayap maupun ekornya, kemudian bagian sekitar mata berwarna merah. Sementara burung Pegar betina hanya memiliki ukuran sekitar 47 cm, memiliki ekor yang lebih pendek dan warna utamanya adalah coklat dengan beberapa bagian berwarna gelap. Pegar Mikado betina juga memiliki bintik-bintik putih di tubuhnya. Ekor dari burung pegar Mikado jantan yang berwarna hitam putih sering digunakan sebagai hiasan kepala dari suku aboriginal atau suku adat asli Taiwan.

Pegar Mikado bersikap cukup tenang dan malu-malu seperti bayangan. Mereka lebih suka keluar saat cuaca hujan atau setelah hujan lebat dan diselimuti kabut tebal ketika keluar dan merupakan tipe introvert. Namun, mereka bisa menerima kehadiran manusia yang ingin memperhatikan mereka secara lebih dekat. 

Burung yang dilindungi

Pegar Mikado merupakan burung yang dilindungi di Taiwan. Sebelumnya sempat terancam punah, di 1986 hanya berkisar 5.000 ekor dan bermukim di Yushan National Park, jumlahnya mencapai lebih dari 10.000 di 2020 dan dapat dilihat di Shei-Pa maupun Taroko.

- Pegar Biru Swinhoe

Pegar Biru Swinhoe atau Lophura Swinhoii merupakan burung dari keluar Phasianidae, masih kerabat dengan Pegar Mikado dan menjadi salah satu burung nasional tidak resmi Taiwan.

Burung Pegar Swinhoe (foto: Wikipedia)

Karakter burung Swinhoe

Swinhoe jantan memiliki dada biru-ungu mengkilap, perut, dan pantat, tengkuk putih, jengger merah, bulu ekor putih, dan jambul putih. Betina berwarna coklat ditandai dengan kuning, bintik-bintik berbentuk panah dan pola pembatas yang kompleks, dan memiliki bujur sangkar luar berwarna merah marun. Burung pegar Swinhoe juga dapat dibedakan dari burung pegar Mikado dengan memiliki kaki merah. Sekilas kalau tampak belakanga ada yang agak mirip seperti ayam jago yang cantik dan terawat. Swinhoe bersifat pemalu, beraktivitas dengan hati-hati, memiliki kewaspadaan tinggi, sering bergerak tanpa suara, dan sulit ditemui. Burung Swinhoe merupakan jenis omnivora dan waktu makan terutama pada pagi dan sore hari.

Simbol nasional tidak resmi Taiwan berjumlah terbatas

Pegar Swinhoe memiliki populasi kecil dan jumlahnya terbatas serta terus menyusut akibat degradasi habitat, khususnya penebangan hutan. Burung ini juga diburu di masa lalu, sehingga di beberapa tempat telah punah khususnya tahun 1960-1970an. Saat ini, populasinya secara global berada di angka lebih dari 10.000 ekor, tapi tergantung tempat, ada yang berkurang, ada pula yang bertambah jumlahnya jika terlindungi. Di beberapa daerah, seperti Kawasan Rekreasi Hutan Nasional Dasyueshan, mereka sering terlihat mencari makan di sepanjang pinggir jalan.

- Murai Taiwan

Burung murai di Taiwan secara umum berwarna hitam putih dengan gradasi warna biru. Menurut Fengshui merupakan hal baik. Burung ini meskipun berisik atau cerewet, serta suka mengumpulkan anek jenis benda berkilau dianggap sebagai burung kegembiraan. Jika Anda melihat burung murai atau jika burung murai membangun sarang di dekat rumah Anda, itu mungkin merupakan indikasi dan pertanda positif akan kesuksesan dan kebaikan yang akan datang. Namun, ada beberapa hal tabu yang harus Anda perhatikan terkait dengan burung murai. Apa saja hal tabu tersebut? Dengarkan siaran ini untuk jawaban yang lebih lengkap.

Burung murai (foto: Flickr Pierre Selim)

 

 

 

Penyiar

Komentar