History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jiwa Muda 25112024 - Kematian akibat Resistensi Mikroba Meningkat

  • 25 November, 2024
Jiwa Muda - RtiFM Online Senin

Delegasi Indonesia Berkunjung ke Pabrik Makanan Taiwan, I-Mei Food

Delegasi Indonesia mengunjungi pabrik I-Mei Food Co. di Longtan, Taoyuan, pada Senin, 18 November dengan rombongan yang terdiri dari Deputi Menteri Investasi dan Hilirisasi/BPKM Tirta Nugraha Mursitama dan sejumlah pejabat. 
Para perwakilan mengunjungi terowongan angin Bong-khang milik I-Mei, di mana mereka mengetahui bahwa terowongan tersebut berfungsi sebagai fasilitas pengujian ketahanan struktural drone. Terowongan sepanjang 45 meter dan lebar 5 meter tersebut mensimulasikan empat kondisi cuaca ekstrem: dingin, panas, berangin, dan hujan.
Silo-silo es milik perusahaan juga diperkenalkan kepada delegasi. Silo-silo ini memanfaatkan listrik di luar jam sibuk untuk menghasilkan dan menyimpan es semalaman untuk pendingin udara di siang hari, sehingga memungkinkan perusahaan untuk mengurangi konsumsi energinya.
CEO Luis Ko (高志明) mengucapkan terima kasih kepada para pengunjung atas kunjungannya dan berbagi sejarah perusahaan. Ia menyampaikan harapannya untuk kunjungan berikutnya guna menjelajahi pabrik lebih jauh.
Ko menjelaskan Bisnis inti I-mei tetap di industri makanan, tetapi juga memiliki bisnis di sektor drone.
Mursitama menyampaikan rasa senangnya karena dapat menyaksikan proses produksi pabrik secara langsung dan berterima kasih kepada perusahaan atas sambutan hangatnya.  Ia menyampaikan bahwa Indonesia terbuka terhadap gagasan untuk mendirikan pabrik dan negara akan memberikan dukungan penuh.
Mursitama mengatakan bahwa Indonesia memiliki banyak petani. Ia menyampaikan harapan untuk kolaborasi di masa mendatang dalam pemanfaatan drone untuk pertanian.

Pejabat tinggi I-Mei Food dan delegasi Indonesia berfoto bersama dalam acara kunjungan pabrik I-Mei di Taoyuan (foto: Taiwan News)

Setengah dari Perusahaan Taiwan akan Menaikkan Gaji pada 2025
Hampir setengah dari perusahaan Taiwan akan memberikan kenaikan gaji kepada karyawan mereka pada tahun 2025. Kenaikan ini adalah yang tertinggi selama 10 tahun terakhir, menurut survei yang dilakukan oleh situs sebuah web lowongan kerja daring.
Menurut survei , 49,9 persen perusahaan di Taiwan berencana untuk memberikan kenaikan gaji rata-rata 3,2 persen pada  2025.
Di mana gaji bulanan rata-rata NT$47.000 (US$1.442,12) pada tahun 2024, anaknya naik sekitar NT$1.491 pada tahun depan.
Weber Chung (鍾文雄), seorang manajer di situs web lowongan kerja daring, mengatakan bahwa kekurangan tenaga kerja adalah alasan banyak pengusaha bersedia memberikan kenaikan gaji, meskipun ia mencatat bahwa kenaikan gaji yang diharapkan tahun depan serupa dengan tahun ini.

Survei yang didasarkan pada 1.325 responden menunjukkan bahwa 67,5 persen dari sektor konsultasi, akuntansi, dan hukum akan memberikan kenaikan gaji, dengan rata-rata sebesar 4,1 persen. Kenaikan ini akan menjadi yang tertinggi di antara perusahaan-perusahaan Taiwan.

Sementara itu, sektor manufaktur peralatan komunikasi dan sektor semikonduktor mengharapkan kenaikan gaji rata-rata masing-masing sebesar 3,8 dan 3,7 persen.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 99,5 persen perusahaan berencana untuk memberikan bonus akhir tahun pada tahun 2024, atau setara dengan 112 persen dari gaji bulanan.

Ilustrasi pekerja lapangan (foto: Skymet)

Novel "Taiwan Travelounge" mendapatkan Penghargaan Nasional AS
Terjemahan bahasa Inggris dari " Taiwan Travelouge (臺灣漫遊錄) karya Yang Shuang-zi (楊双子) mengukir sejarah setelah menjadi pemenang terbaru Penghargaan Buku Nasional AS untuk Sastra Terjemahan.

Novel yang diterjemahkan dari Bahasa Mandarin oleh Lin King mendapat penghargaan di New York, dan menjadikannya sebagai penulis pertama Taiwan yang menerima penghargaan Tersebut Sejak Kategori Tersebut Ditetapkan Pada Tahun 1967.

Penghargaan Buku Nasional dianggap sebagai salah satu penghargaan sastra paling bergengsi di dunia, bersama dengan penghargaan Man Booker dan penghargaan Nobel untuk Sastra, menurut New York Times.
Dalam pidato penerimaannya, Yang menggambarkan identitas Taiwan yang kompleks, menarik kesamaan antara ringkasan saat ini dengan Tiongkok dan hubungan historisnya dengan Jepang.
Ia menyoroti identitas yang beragam dari orang Taiwan, dengan mengatakan: "Sebagian orang mengira mereka orang Tionghoa, sama seperti sebagian orang mengira mereka orang Jepang 100 tahun yang lalu. Saya menulis buku ini untuk mengeksplorasi apa artinya menjadi orang Taiwan."
"Taiwan Travelogue" menceritakan kisah seorang penulis Jepang yang mengunjungi Taiwan pada tahun 1938 dan memulai perjalanan kuliner di seluruh pulau bersama penerjemah lokalnya.
Narasi, yang berlatar belakang jaringan kereta api Taiwan, "mengungkap sejarah kolonial yang hilang dan dengan cekatan mengungkap bagaimana dinamika kekuasaan mempengaruhi hubungan kita yang paling intim," menurut situs web dianugerahi tersebut.
Yang menjelaskan bahwa ia sering menghadapi pertanyaan tentang mengapa ia menulis tentang peristiwa dari seabad yang lalu.
"[Saya] menulis tentang masa lalu untuk melangkah maju ke masa depan," katanya, menekankan bahwa Taiwan telah lama menghadapi tantangan dari negara-negara tetangga yang kuat.

Buku Taiwan Travelogue yang mendapatkan penghargaan di Amerika Serikat

Topik Utama: akan ada 10 Juta Kematian akibat Resistensi Antimikroba pada 2050
Secara global pada 2019, ada 1,27 juta kematian disebabkan oleh AMR. Angka ini diproyeksikan terus meningkat dan pada 2050 diperkirakan akan menyebabkan 10 juta kematian. 
Resistensi antimikroba atau antimicrobial resistance (AMR) adalah kondisi saat bakteri, virus, jamur, dan parasit mengalami perubahan, sehingga kebal terhadap obat-obatan yang diberikan. Jika dibiarkan, risiko penyebaran penyakit dan kematian menjadi semakin tinggi.”

Resistensi antimikroba menyebabkan beberapa bahaya, antara lain:
1. Membuat Bakteri Kebal Terhadap Antibiotik
2. Resistensi Bakteri Muncul Lebih Cepat 

Hal ini terjadi karena penggunaan antibiotik yang berlebihan. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik perlu dilakukan atas anjuran dokter. Selain itu, berikut ini beberapa anjuran konsumsi antibiotik yang perlu dilakukan:

  • Beli dengan jumlah yang telah diresepkan dokter.
  • Pastikan untuk menghabiskan antibiotik yang diberikan, bahkan jika kondisi sudah membaik.
  • Konsumsi antibiotik sesuai dosis, dalam waktu yang tepat.
  • Jangan coba-coba melewatkan dosis.
  • Jangan menyimpan antibiotik untuk digunakan di kemudian hari.
  • Jangan pernah memberikan antibiotik resepmu pada orang lain.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter jika dengan mengonsumsi obat atau vitamin lain, agar antibiotik tidak berkontradiksi dengan kandungan dalam obat dan vitamin yang kamu konsumsi. 

Untuk lebih lengkapnya, silakan dengar acara ini!

Ilustrasi penggunaan obat (foto: Detikhealth)

Penyiar

Komentar