History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jiwa Muda 150724 - Friendship Marriage, Menikah, tapi hanya Temenan Saja?

  • 15 July, 2024

Karyawan Taiwan merasa Perlu adanya Libur Musim Panas

Hampir 95% pekerja di Taiwan menginginkan pemerintah menerapkan sistem cuti saat cuaca panas, sementara 97% menginginkan adanya subsidi suhu tinggi untuk pekerjaan di luar ruangan, menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh bank pekerjaan yes123.

 

 Ketika masyarakat Taiwan menghadapi peringatan cuaca panas harian di seluruh negeri, sebuah survei mengenai preferensi pekerjaan musim panas menemukan bahwa 94,8% pekerja percaya bahwa pemerintah harus menerapkan sistem cuti pada musim panas. 

 Namun, terdapat perbedaan pendapat, dimana 53,6% mendukung kebijakan tersebut dengan “pembatasan industri dan pekerjaan,” sementara 41,2% mendukung kebijakan tersebut “terlepas dari industri dan pekerjaannya.”

 

 Terkait pekerjaan di luar ruangan, 96,6% responden merasa bahwa sistem subsidi suhu tinggi harus diterapkan, dengan nilai bulanan rata-rata minimal NT$2,338 (US$72). 

 

 Sementara itu 48,9% perusahaan mendukung penerapan cuti suhu tinggi.  Dari jumlah tersebut, 44,3% mendukungnya dengan “pembatasan industri dan pekerjaan,” sementara hanya 4,6% yang mendukungnya “terlepas dari industri dan pekerjaannya.”

 

 Untuk pekerja luar ruangan di musim panas, 58,6% perusahaan telah menyatakan kesediaannya untuk memberikan subsidi suhu tinggi.  Namun, "batas" subsidi bulanan rata-rata sebesar NT$1.598. 

 Yang berarti jumlah subsidinya sekitar 68,3% dari apa yang diharapkan karyawan, atau 32% di bawah ekspektasi karyawan.

 

 Ketika ditanya tentang “pekerjaan musim panas impian” mereka, lima pekerjaan yang paling diinginkan adalah “Pemilik B&B di tepi pantai atau gunung” (57,9%);  "pencicip minuman" (47,3%);  "pencicip produk beku" (41,9%);  "penyelam" (22,9%);  dan “pengasuh hewan laut” (21,9%).  Dari posisi keenam hingga ke 10 adalah "pembuat es" (17,8%);  "petugas patroli pulau" (16,9%);  "model baju renang" (15,8%);  "pelatih renang" (14,7%);  dan "pelatih penelusuran sungai" (13,8%).

 

 Yang Tsung-bin (楊宗斌), juru bicara yes123, mengatakan ada perbedaan pendapat antara pengusaha dan karyawan mengenai penerapan "cuti panas" dan "subsidi panas".  Misalnya, personel luar ruangan atau eksekutif bisnis sering kali mewakili perusahaan mereka dan menjaga citra profesional dengan mengenakan jas dan dasi bahkan di musim panas.

 

 Oleh karena itu, dari sudut pandang kepedulian terhadap karyawan, Yang menyarankan pengusaha dan manajer bahwa ketika suhu di luar ruangan melebihi 35 C, mereka harus mempertimbangkan aturan berpakaian yang lebih longgar untuk membuat kondisi kerja lebih nyaman dan mencegah dehidrasi dan sengatan panas.

 

 Yang mendesak pemilik bisnis untuk memberikan perhatian khusus terhadap bahaya panas yang dihadapi oleh pekerja di luar ruangan, mematuhi peraturan kesehatan dan keselamatan kerja, menyediakan tempat istirahat dan minuman, mengurangi suhu di tempat kerja, menyesuaikan jam kerja, menerapkan manajemen kesehatan dan pendidikan pencegahan penyakit panas, dan menetapkan  mekanisme pelaporan darurat.  Yang mengatakan hal ini sangat penting bagi pekerja konstruksi yang sering bekerja di bawah terik matahari atau melakukan tugas pinggir jalan seperti memegang tanda, sehingga memerlukan kepatuhan terhadap prinsip pendinginan, minum air, dan istirahat.

 

 Survei dilakukan oleh yes123 pada tanggal 19 Juni hingga 2 Juli menggunakan kuesioner online.  Survei ini menargetkan pengguna situs web terdaftar berusia 20 tahun ke atas yang bekerja penuh waktu.

 

Berita 2

Kandungan PFAS dalam produk konsumen dapat masuk melalui kulit

 

 Sebuah kelompok lingkungan hidup di Taiwan mendesak pemerintah untuk menilai kembali risiko kesehatan dari kosmetik dan produk plester yang mengandung zat per dan polifluoroalkil (PFAS).

 Taiwan Watch Institute membuat permintaan itu terkait penelitian baru di Inggris yang mengonfirmasi bahwa berbagai macam PFAS yang digunakan dalam produk konsumen dapat diserap melalui kulit manusia.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Birmingham dan dipublikasikan di Environment International ini menguji 17 jenis model kulit manusia 3D canggih yang meniru sifat kulit manusia normal dan menemukan 15 jenis PFAS meresap ke dalam model kulit dalam waktu 36 jam.

Semakin pendek rantai karbon suatu bahan kimia, semakin mudah bahan tersebut diserap ke dalam kulit.  Bahan kimia baru dengan rantai lebih pendek yang disebut asam perfluoropentanoat, diserap ke dalam kulit dengan kecepatan empat kali lipat dibandingkan asam perfluorooctanoic, yaitu 59 persen.

 Penelitian tersebut mengungkapkan temuan baru yang penting, termasuk bahwa PFAS dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau air minum dan melalui penyerapan melalui kulit, dan tingkat penyerapannya lebih tinggi dari yang diharapkan, kata Sekretaris Jenderal Institut Herlin Hsieh (謝和霖).

Struktur kimia PFAS tidak sepenuhnya tahan air atau minyak, karena gugus fungsi hidrofiliknya dapat diserap oleh kulit, kata Hsieh.

Temuan penting lainnya adalah PFAS dengan rantai karbon lebih pendek lebih mudah diserap ke dalam kulit, katanya.

 PFAS dengan rantai yang lebih panjang telah dilarang atau dibatasi, dan telah terjadi peralihan ke bahan kimia dengan panjang rantai yang lebih pendek, karena diyakini kurang beracun.  Namun, dampaknya adalah lebih gampang diserap tubuh 

 Di sisi lain, meskipun PFAS dengan rantai yang lebih panjang memiliki tingkat penyerapan yang lebih rendah, mereka mungkin tetap berada di jaringan kulit untuk jangka waktu yang lebih lama, kata Hsieh.

Hsieh juga mengatakan banyak pakaian, kosmetik, plester, dan peralatan medis lainnya yang memiliki sifat tahan air atau minyak mungkin mengandung PFAS, dan mendesak pemerintah untuk melakukan penilaian ulang kesehatan terhadap produk-produk yang bersentuhan langsung dengan kulit.

 Pemerintah juga dapat meminta produsen untuk mengungkapkan apakah produk mereka mengandung PFA, seperti yang dilakukan negara lain, katanya, seraya menambahkan bahwa pemerintah juga dapat memesan produk yang dibuat dengan bahan kimia alternatif selain PFAS untuk mengurangi risiko kesehatan.

 

Topik Utama

Menikah Friend Marriage 

tren “Friendship Marriage” di kalangan anak muda Jepang. Tentunya, konsep pernikahan ini berbeda dengan konsep pada umumnya, karena orang yang melakukan friendship marriage ini disebut sebagai pasangan platonis. Itu karena friendship marriage berjalan tanpa adanya rasa cinta serta aktivitas seksual.

Meski begitu, mereka tetap melangsungkan pernikahan dan sah di mata hubungan sebagai pasangan suami istri. Ternyata, di Jepang sudah menjadi tren dan banyak dipilih oleh generasi muda. setidaknya ada sekitar 500 pasangan di Jepang yang menjalin friendship marriage.


Hubungan friendship marriage ini bisa dikatakan cukup bebas. Pasalnya, setiap pihak dibebaskan untuk menjalin hubungan romantis dengan orang lain dengan syarat sudah ada kesepakatan bersama antara kedua belah pihak.

Fenomena ini gak terlepas dari penduduk Jepang yang memang memilih untuk menjalankan hubungan didasarkan pada kepentingan bersama. Sehingga, masing-masing keputusan pun dibuat untuk kepentingan bersama. Kebanyakan dari pasangan friendship marriage ini biasanya memiliki kekecewaan terhadap konsep pernikahan konvensional.

Pada dasarnya, mereka yang menikah dengan konsep friendship marriage adalah pasangan sah namun memang tidak ada hubungan badan atau intim di dalamnya. Jika memutuskan nantinya mau punya anak, mereka akan menempuh cara inseminasi buatan.

Fenomena  friendship marriage ini ramai dipilih generasi muda, dengan rata-rata usia 32,5 tahun dengan penghasilan kelas menengah. Pasangan friendship marriage ini juga tidak mengharuskan untuk saling jatuh cinta. Mereka hanya menikah di atas kertas dan memiliki minat yang sama. Untuk kehidupan pribadi tidak memaksakan keduanya harus saling bersama, hanya saja mereka serumah tapi kamar tidunya terpisah, dan juga mereka bisa menjalin hubungan asmara dengan orang lain. 

Pasangan friendship marriage pun bisa menentukan, apakah mereka akan tinggal bersama dalam satu atap atau terpisah. 

Sebelum menikah, pasangan ini biasanya akan menghabiskan waktu untuk membuat kesepakatan bersama terkait rumah tangganya. Mulai dari apakah akan tinggal bersama, pembagian pengeluaran, dan sebagainya.

Penyiar

Komentar