Aneka Peraturan Terkait YouBike per 1 Juli 2024
Dalam upaya meningkatkan kesadaran keselamatan pengguna YouBike, pemerintah Kota Taipei, New Taipei, dan Taoyuan akan secara bersama-sama memberlakukan sistem poin pelanggaran YouBike per tanggal 1 Juli mendatang.
Ketentuan mengenai poin pelanggaran akan dimasukkan ke dalam Syarat dan Ketentuan Keanggotaan YouBike. Pengguna yang melanggar peraturan, seperti menerobos lampu merah atau bersepeda melawan arus lalu lintas akan dikenakan 1 poin.
Akumulasi 3 poin akan mengakibatkan penangguhan keanggotaan selama 14 hari, sementara akumulasi 7 poin akan mengakibatkan penangguhan selama 1 tahun.
Pelanggaran berat seperti mengemudi dalam keadaan mabuk atau di bawah pengaruh narkoba akan dikenakan sanksi penangguhan maksimal selama 2 tahun.
Selama masa penangguhan, seluruh kartu yang terdaftar dalam akun anggota tidak dapat digunakan di semua kota yang menyediakan layanan YouBike di seluruh Taiwan.
Tidak hanya itu, kini pendaftaran via mesin (YouBike kiosk) sudah tidak berlaku lagi. Jika Anda ingin mendaftarkan kartu elektronik Anda untuk meminjam sepeda YouBike, Anda harus mengunduh aplikasi YouBike via Google Play atau Apple Store terlebih dahulu. Setelah itu, Anda bisa mendaftarkan kartu elektronik Anda, termasuk asuransi penggunaan YouBike.
Kartu yang didaftarkan maksimum adalah 5 kartu dan dengan aplikasi ini, Anda pun dapat mengetahui riwayat serta transaksi penggunaan YouBike dengan lokasi-lokasi yang akurat.
103 Pelaku Kejahatan Siber di Bali Akan Dideportasi ke Taiwan
Dari berita CNN Indonesia, ada sekitar103 warga negara asing (WNA) asal Taiwan ditangkap di sebuah vila di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Rabu (26/7) karena diduga melakukan kejahatan scamming atau penipuan online yang korbannya adalah warga Malaysia.
Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Safar Muhammad Godam mengancam deportasi 103 WNA itu langsung ke Taiwan atas dugaan keterlibatan kejahatan siber.
"Ke depan, dalam waktu dekat kami akan lakukan langkah pendeportasian seluruh 103 WNA tersebut," kata Safar saat konferensi pers di Rudenim Denpasar, Jimbaran, Bali, Jumat (28/6).
Ia mengatakan kasus tersebut terungkap atas kerja sama jajarannya bersama Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI dan kepolisian Polda Bali dengan melakukan operasi Bali Becik.
Dari hasil penyelidikan tersebut, mereka menemukan peralatan ITE untuk melakukan kejahatan scamming, seperti 450 unit iPhone, 3 unit iPad, 3 unit monitor, 3 unit laptop, 1 unit Samsung A351, 1 unit handphone OPPO, 1 unit handphone VIVO.
Ada pula 1 unit handphone Redmi, 1 unit printer, 1 unit power supply, 1 boks charger dan kabel, 2 unit charger laptop, 4 unit router Indiehome, 1 unit router TP-Link, dan 13 unit kartu identitas.
Safar kemudian mengungkapkan alasan para WNA langsung dideportasi ke Taiwan, tanpa proses hukum terlebih dahulu. Ia menyatakan tak menemukan unsur-unsur untuk memenuhi persyaratan penyelidikan naik ke tingkat penyidikan.
"Di BAP disampaikan kegiatan mereka adalah kegiatan dengan target orang-orang yang ada di luar negeri yang di dalam pemeriksaan orang-orang yang berada di Malaysia," kata Safar.
Sehingga, dapat dikatakan bahwa mereka melakukan kegiatan di Indonesia tetapi korbannya ada di negara lain, sehingga sulit sekali untuk terpenuhi unsur pidana di dalam hal seperti ini," Safar menjelaskan.
Ia juga menegaskan 103 WNA tersebut tidak berkaitan dengan sindikat judi online maupun penyelundupan orang ke luar negeri. Mereka berada di Bali sebagai scammer.
103 WNA datang ke Indonesia menggunakan visa Izin tinggal terbatas (Itas) dan visa kunjungan (ITK) dan visa on arrival (VoA).
Mereka kemudian disebut berkegiatan di Indonesia cukup lama dan berpindah-pindah tempat sehingga sulit dideteksi.
Kemudian, terkait otak atau pentolan para WNA ini berada di luar negeri dan mereka bekerja secara remote working yang dikontrol dari luar negeri.
"Pentolan mereka bekerja secara remote dari luar menggunakan komunikasi by handphone," tuturnya.
"Untuk kedatangan mereka bervariasi tidak secara bergerombol, tidak secara masif datang ke Indonesia, tapi satu per satu atau kelompok-kelompok kecil mungkin 3 atau 5 orang dari berbagai airport di Indonesia."
"Mereka datang secara bertahap dari 2023 dan 2024, untuk visa-nya masih berlaku sampai saat ini," ujarnya.
Menaruh Tokek di atas Piring, Sushiro Tuntut Pelanggan
Sushiro (壽司郎) pada hari Kamis mengatakan bahwa mereka akan menuntut pelanggan yang diduga menaruh tokek peliharaan di mangukuk kecap, sehingga merusak reputasi restoran tersebut.
Sebuah gambar yang diunggah oleh pelanggan ke akun Instagram-nya menunjukkan hewan peliharaan tersebut diletakkan di mangkuk kecap dan dibiarkan berjalan di konveyor sushi bersama makanan lainnya, hal ini pun memicu kehebohan di media sosial.
Sebagai tanggapan, Sushiro melalui Facebook menyampaikan, bahwa citra restoran tersebut telah dirusak oleh publisitas negatif yang dihasilkan oleh cerita tersebut dan bahwa tindakan sanitasi tambahan mengakibatkan kerugian finansial.
Meskipun pelanggan telah meminta maaf atas perilakunya, perusahaan tetap memutuskan untuk menuntut demi menegakkan tanggung jawab hukumnya dalam menegakkan standar sanitasi dan keselamatan konsumen.
Pelaku itu adalah seorang mahasiswa di Universitas Yuan Ze di Taoyuan.
Pihak sekolah juga telah mengeluarkan pernyataan yang menyampaikan, bahwa siswa tersebut menghadapi tindakan disipliner karena melanggar aturan moralitas sekolah.
Tokek macan tutul dapat menularkan berbagai patogen yang menyebabkan keracunan makanan, termasuk salmonella, E. coli, dan cryptosporidium, kata Wakil Direktur Jenderal Pusat Pengendalian Penyakit Tseng Shu-Hui (曾淑慧).
Orang yang melakukan kontak fisik dengan tokek harus mencuci tangan sebelum makan atau menyentuh mata, mulut, atau wajah untuk menghindari infeksi, katanya.
Mengutip Kementerian Kesehatan Kanada, Tseng mengatakan sebuah penelitian yang diterbitkan bulan lalu mengaitkan kontak dengan tokek dengan wabah salmonella di tujuh wilayah.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS juga melaporkan pada tahun 2015 bahwa 20 pemilik tokek yang tinggal di 16 negara bagian menderita infeksi salmonella, termasuk tiga orang yang harus dirawat di rumah sakit, katanya.
Masyarakat yang bersentuhan dengan reptil atau amfibi diimbau untuk memperhatikan kebersihan diri, terutama mencuci tangan, kata Tseng.

Tokek di piring kecap restoran sushi "Sushiro" Taiwan (foto: Dcard)
Topik Utama: Mengapa Perempuan Sulit Membaca Peta?
Ada beberapa alasan yang mungkin menjelaskan mengapa perempuan lebih sulit membaca peta atau maps daripada laki-laki. Salah satu alasan yang paling umum adalah perbedaan kecerdasan spasial antara perempuan dan laki-laki.
Kecerdasan spasial adalah kemampuan untuk memahami dan memproses informasi tentang ruang. Kecerdasan ini penting untuk berbagai tugas, termasuk membaca peta atau maps.
para peneliti dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU) menemukan bahwa kecerdasan spasial sangat dipengaruhi oleh hormon estrogen wanita.
Dalam penelitian itu, 12 wanita usia 20-30 tahun melakukan latihan-latihan untuk mengukur seberapa peka mereka terhadap objek di sekeliling.
Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan spasial mereka meningkat saat menstruasi karena kadar estrogen menurun dan kadar testosteron pria meningkat.
Selain itu, studi lain juga menunjukkan bahwa laki-laki memiliki kecerdasan spasial yang lebih unggul dibandingkan dengan perempuan.
Hal ini disebabkan oleh otak perempuan dan laki-laki yang memiliki struktur yang berbeda, sehingga keduanya memiliki cara memproses informasi dan menafsirkan hal yang berbeda pula.
Dalam studi tersebut dijelaskan bahwa perempuan cenderung memperhatikan objek sekitar yang tidak relevan dengan tugas arah.
Hal ini menyebabkan perempuan yang dibonceng salah membaca dan memahami peta atau Google Maps.
Dari sumber-sumber tersebut, dapat disimpulkan bahwa perbedaan kecerdasan spasial antara perempuan dan laki-laki, serta perhatian perempuan terhadap objek sekitar yang tidak relevan dengan tugas arah, menjadi alasan mengapa perempuan sulit membaca peta atau maps.
Selain perbedaan kecerdasan spasial, ada beberapa faktor lain yang mungkin juga mempengaruhi kemampuan perempuan untuk membaca peta atau maps.
- Pengaruh budaya
Budaya tertentu mungkin lebih menekankan pentingnya kemampuan membaca peta atau maps bagi laki-laki daripada perempuan. Hal ini dapat membuat perempuan kurang terbiasa dan terlatih dalam membaca peta atau maps.
- Pengalaman
Pengalaman juga dapat memengaruhi kemampuan perempuan untuk membaca peta atau maps. Perempuan yang sering menggunakan peta atau maps kemungkinan akan lebih terampil dalam melakukannya.

RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 