Dalam acara ini hal yang akan dibahas antara lain adalah (1) harga minyak zaitun yang meningkat, (2) tingkat kematian akibat kanker paru-paru di Taiwan tertinggi di dunia, dan (3) cara mengenali uang palsu di Taiwan, khususnya yang berbentuk koin.
Produksi Menurun, Harga Minyak Zaitun Meningkat
Harga minyak zaitun diperkirakan akan semakin meningkat tahun ini, di tengah penurunan produksi global ke level terendah dalam lebih dari satu dekade.
Penurunan produksi di Yunani, Maroko dan Turki sebagai bagian dari siklus alami pertumbuhan zaitun diperkirakan akan mengimbangi perbaikan situasi di Spanyol dan Italia, di mana pohon-pohon menderita akibat panas ekstrem dan kekeringan dalam beberapa tahun terakhir karena krisis iklim yang berdampak buruk pada hasil panen.
Menurut data terbaru dari International Olive Council (IOC), produksi global diperkirakan hanya berjumlah kurang dari 2,3 juta ton pada tahun ini, turun dari 2,5 juta ton yang dihasilkan akibat sulitnya panen tahun lalu dan jauh di bawah 3,4 juta ton pada tahun 2022. berturut-turut, permintaan diperkirakan melebihi pasokan, sehingga memberikan tekanan pada harga bagi pembeli.
Harga satu liter minyak zaitun extra virgin bermerek pasar massal diperkirakan mencapai £16 (NT$557) bulan depan, menurut orang dalam industri, setelah naik menjadi sekitar £14 (NT$487) pada awal tahun ini.
“Pasokan sulit dan tidak cukup untuk memenuhi permintaan,” kata Walter Zanre, bos Filippo Berio di Inggris, salah satu produsen minyak zaitun terbesar di dunia, yang memperingatkan bahwa harga eceran diperkirakan akan naik lagi dalam beberapa minggu mendatang.
Beberapa supermarket di Inggris sudah mulai memasukkan botol ke dalam kotak pengaman untuk mencegah pencurian minyak zaitun, yang disebut-sebut sebagai barang paling dicari oleh pengutil di Spanyol.
Menurut IOC, harga produsen minyak zaitun melonjak lebih dari 60% di Italia dan Spanyol bulan lalu dan lebih dari 80% di Yunani. Harga yang tinggi telah mendorong peralihan ke minyak lain seperti minyak bunga matahari.

Minyak zaitun (foto: Everyday Health)
Polusi Udara Taiwan Menyebabkan Kanker Paru-paru, Terhitung lebih Parah daripada Merokok
Sebuah studi yang dilakukan oleh National Taiwan University (NTU) menemukan bahwa menghirup polusi udara memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker paru-paru dibandingkan merokok satu bungkus per hari.
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat NTU menemukan bahwa peningkatan rata-rata konsentrasi polusi udara materi partikulat halus (PM2.5) di daerah pemukiman selama 30 tahun dapat meningkatkan risiko pengembangan adenokarsinoma paru. Risiko ini bahkan dapat melampaui risiko individu yang merokok lebih dari satu bungkus rokok per hari, dan penelitian ini menegaskan adanya hubungan yang signifikan antara polusi udara dan kanker paru-paru adenokarsinoma (AdLC).
Kanker paru-paru adalah penyebab utama kematian terkait kanker di Taiwan, dengan lebih dari 17.000 kasus baru dan lebih dari 10.000 kematian setiap tahunnya, melampaui kanker hati sebagai kanker utama baru. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kanker paru-paru termasuk merokok, riwayat keluarga, dan polusi udara.
Posisi geografis Taiwan juga menyebabkan angin yang berhembus tidak mudah menyebar, sehingga warna keabu-abuan, terutama di selatan Taichung terjadi cukup lama.
Jika cuaca berada dalam tingkat peringatan oranye. Masyarakat diharapkan untuk mengurangi waktu keluar, usahakan tidak melakukan olah raga lari terlebih dahulu karena akan sangat beresiko.

Polusi udara di Taiwan
Mengenali Uang Palsu di Taiwan
Bagaimana cara mengenali uang palsu di Taiwan? Hal ini patut kita ketahui, terlebih uang palsu yang beredar tidak hanya dalam bentuk uang kertas saja, tapi juga uang koin.
Beberapa kasus dapat menjadi pembelajaran, antara lain kasus baru-baru ini, di mana Polisi Divisi MRT Taipei berhasil mengamankan sepasang saudara bermarga Tsai (蔡) yang menggunakan koin NT$50 yang rusak atau cacat di mesin EasyCard di stasiun MRT Taipei.
Kasus tersebut telah terjadi sejak 12 Februari 2023 di Stasiun Banqiao, Ximen, Jiangzicui, dan Kuil Xingtian. Setelah melakukan peninjauan data dan rekaman pengawasan, polisi mendapati bahwa kedua saudara tersebut awalnya membeli koin-koin yang telah cacat atau rusak dari perusahaan daur ulang yang bergerak dalam bisnis lintas selat dengan harga lebih murah 30-40%.
Sayangnya, uang koin yang rusak tersebut tidak diterima oleh pihak bank untuk penukaran dan jika dilaporkan untuk pemeriksaan resmi, mereka takut uang tersebut akan disita, sehingga memilih untuk menggunakannya di stasiun-stasiun mrt. Kedua saudara laki-laki tersebut kemudian akan didakwa melakukan penipuan dan melanggar hukum pidana dengan menggunakan mata uang palsu.
Sebelumnya juga ada kasus penggunaan uang koin palsu atau uang koin rusak di mesin-mesin pencapit boneka dan polisi pun akhirnya berhasil mengamankan pelakunya yang merupakan seorang perempuan.
Uang koin palsu di Taiwan marak beredar sebab uang koin Taiwan bernilai ekonomi cukup tinggi. Jika uang palsu dicek dengan menggunakan cara yang sama seperti di Indonesia, yaitu dilihat (warna, gambar, nomor seri), diraba (tekstur kertas), dan diterawang (tali air), maka uang koin palsu di Taiwan juga dapat dicek dengan melihat sisi sampingnya. Jika sisi sampingnya halus, maka dipastikan koin tersebut palsu. Selain itu, jika gambar emboss pada koin sudah tidak dapat dikenali atau mengalami kerusakan, maka uang koin tersebut akan dianggap sebagai uang palsu.

Koin palsu di Taiwan (foto: China Daily News)
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 
