Dalam acara ini hal yang akan dibahas antara lain adalah (1) cuti orang tua yang lebih fleksibel di Taiwan (2) daftar makanan Indonesia tinggi lemak trans, dan (3) seberapa penting sih sarapan untuk kita?
Kementerian Tenaga Kerja Uji Coba Peraturan Cuti bagi Orang Tua yang Lebih Fleksibel
Kementerian Tenaga Kerja (MOL) tengah melakukan uji coba peraturan opsi cuti orang tua yang lebih fleksibel kepada orang tua.
Dalam uji coba yang berlangsung hingga akhir tahun, karyawan yang berpartisipasi harus memenuhi syarat dan nantinya mereka dapat cuti orang tua menjadi tiga periode cuti terpisah.
Menurut MOL, jika perusahaan atau kantor pemerintah yang berpartisipasi telah menyetujuinya, karyawan akan dapat membagi cuti mereka menjadi beberapa tambahan selama satu hari.
Untuk mencegah masalah alur kerja, karyawan harus mengajukan cuti setidaknya lima hari sebelumnya, kecuali dinyatakan lain oleh perusahaan.
Huang Wei-chen (黃維琛), direktur Departemen Standar Tenaga Kerja dan Kesetaraan Ketenagakerjaan MOL telah menyampaikan, bahwa 56 perusahaan swasta dan delapan kantor pemerintah berpartisipasi dalam uji coba tersebut.
Perusahaan yang ingin mengikuti uji coba dapat melakukannya hingga akhir bulan, katanya.
Sebagai insentif untuk bergabung, kata kementerian tersebut, pemerintah akan membayar premi asuransi tenaga kerja untuk perusahaan yang berpartisipasi, yang juga akan dipertimbangkan untuk penghargaan tahunan “tempat kerja yang ramah” dari kementerian tenaga kerja dan ekonomi.
Berdasarkan sistem cuti orang tua di Taiwan saat ini, seorang ibu atau ayah berhak atas cuti orang tua selama enam bulan yang dibayar sebesar 80 persen dari gaji mereka yang diasuransikan, yang akan diambil sebelum anak mereka berusia tiga tahun.
Cuti berbayar selama enam bulan dapat dibagi menjadi dua periode cuti, yang paling singkat minimal 30 hari.
Jumlah total cuti orang tua yang dapat diambil adalah dua tahun, dan semua cuti di atas enam bulan tidak dibayar.
Program cuti orang tua di Taiwan adalah salah satu dari beberapa kebijakan yang diperkenalkan untuk membantu membalikkan penurunan angka kelahiran di Taiwan.

Ilustrasi orang tua dan anak (foto: Acer Indonesia)
Daftar Makanan Indonesia Tinggi Lemak Trans
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru saja meluncurkan kajian mengenai sumber makanan asam lemak trans dalam pasokan pangan Indonesia.
Mengutip kompas.com, peluncuran ini bertujuan mendukung penerbitan peraturan pemerintah untuk mengeliminasi lemak trans. Lemak trans atau asam lemak trans adalah asam lemak tak jenuh yang berasal dari sumber alami atau industri. Konsumsi lemak trans secara signifikan dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan berkontribusi terhadap sekitar 500.000 kematian akibat penyakit jantung koroner secara global setiap tahunnya.
Studi dasar ini melibatkan pengujian laboratorium terhadap 130 produk di empat kategori makanan: minyak dan lemak, margarin dan olesan, makanan kemasan yang terbuat dari lemak (seperti biskuit, kue kering, wafer, kue, dan roti), serta makanan siap saji seperti mi goreng, nasi goreng, ayam goreng, kentang goreng, dan roti WHO menyarankan negara-negara yang telah dikaji untuk memberlakukan peraturan terkait lemak trans tersebut.
Ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Pertama membatasi kadar lemak trans hingga 2% dari total kandungan lemak di semua makanan. Kedua, pelarangan minyak terhidrogenasi sebagian (Partially Hydrogenated Oil/PHO), termasuk pelarangan produksi, impor, penjualan, dan penggunaan PHO pada semua makanan.
Berikut adalah jajanan di Indonesia yang mengandung lemak trans:
Kategori lemak dan minyak
- Mentega putih/shortening (produk dalam negeri): 4,21 gram per 100 gram lemak
- Mentega putih (curah eceran): 2,40 gram per 100 gram lemak
- Baking fat (produk impor): 22,68 gram per 100 gram lemak.
Kategori makanan kemasan
- Biskuit pai polos/original pie biscuit (dalam negeri): 9,34 gram per 100 gram lemak
- Wafer salut cokelat dengan krim cokelat (impor): 2,38 gram per 100 gram lemak
- Keik rasa red velvet (dalam negeri): 2,33 gram per 100 gram lemak
Kategori makanan siap saji
- Roti maryam (street food urban/kota): 4,50 gram per 100 gram lemak - Roti maryam (street food rural/desa): 6,48 gram per 100 gram lemak
- Martabak cokelat (street food urban/kota): 4,19 gram per 100 gram lemak
Croissant pastry, danish pastry (merek populer dari toko makanan): 2,09 gram per 100 gram lemak
- Croissant isi cokelat (merek populer buatan pabrik): 5,34 gram per 100 gram lemak.

Ilustrasi makanan tinggi lemak trans (foto: Idntimes)
Topik Utama: Seberapa Penting Sih Sarapan di Taiwan?
Seberapa penting sih sarapan dalam kegiatan harianmu? Formosa Cancer Foundation telah melakukan survei terkait dengan sarapan, dan hasilnya hampir 60% responden menyampaikan, bahwa mereka terpengaruh secara fisik dan mental karena kurangnya rutinitas sarapan yang teratur dan hanya 9% yang mengonsumsi makanan seimbang.
Tidak hanya itu, 30% responden Taiwan memilih tidak sarapan di rumah dan memilih untuk membelinya. 62% respon menyampaikan, bahwa kenyamanan adalah faktor yang paling sering disebutkan dalam memutuskan apakah akan sarapan, sementara 55% menjawab bahwa harga adalah faktor utama.
Sementara itu, tiga kombinasi makanan sarapan teratas adalah roti dan susu kedelai, roti dan kopi, serta omelet ala Taiwan dengan susu kedelai.
Hsu Kuei-ting (徐桂婷), ahli gizi Formosa Cancer Foundation mengutarakan, bahwa 9% orang merasa khawatir apakah mereka memiliki keseimbangan sayur-sayuran dan buah-buahan yang cukup, seraya menambahkan bahwa sayur-sayuran dan buah-buahan adalah sumber nutrisi yang kebanyakan orang Taiwan tidak dapatkan dalam jumlah yang cukup.
Jadi, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda memilih sarapan yang baik atau memilih untuk melewatkan hal tersebut? Untuk penjelasan lengkap terkait manfaat sarapan dan pentingnya sarapan, dengarkan di acara ini ya!

Ilustrasi aneka sarapan Taiwan (foto: Marie Claire)
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 
