History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jiwa Muda 16102023: Apakah AI Benar-benar Mengancam Pekerjaan Manusia?

  • 16 October, 2023
Jiwa Muda - RtiFM Online Senin

Cuaca lebih dingin Diperkirakan terjadi di Taiwan selama 10 hari Mendatang

Suhu di luar ruangan di Taiwan akan lebih dingin pada pagi dan sore hari selama 10 hari ke depan.

Ahli meteorologi WeatherRisk mencatat efek angin muson timur laut dari Senin hingga Selasa (16-17 Oktober), mengakibatkan bagian timur Taiwan, sisi angin mengalami tutupan awan sehingga mengalami hujan sporadis, sementara wilayah tengah akan sebagian cerah.

Wilayah selatan akan mengalami awan dan hujan sporadis karena udara dingin dari angin muson timur laut bercampur dengan udara hangat dari selatan. Selain itu, efek pendinginan radiasi akan menyebabkan perbedaan suhu yang dramatis antara suhu siang hari dan malam hari. Mulai Rabu hingga Kamis (18-19 Oktober), sistem tekanan tinggi dengan udara lebih dingin di utara akan secara bertahap bergerak ke timur dan menuju laut, memberi jalan bagi angin timur dengan kelembapan lebih sedikit. Hanya bagian timur Taiwan yang akan mengalami awan dan hujan sesekali.

Cuaca diperkirakan akan stabil dari Rabu hingga Jumat (20 Oktober), kemudian angin muson timur laut akan menguat pada Jumat malam, menyebabkan suhu lebih dingin. Angin muson timur laut yang kuat akan membawa lebih banyak kelembapan dari Jumat hingga Sabtu (22 Oktober), membawa hujan tersebar ke wilayah utara seperti Taoyuan, Yilan, dan daerah pegunungan.

Ilustrasi cuaca (foto: CNA)

Foto Pre-Wedding di Sekitar Tumpukan Sampah, Pasangan Ini Viral

Sepasang suami istri di Nantou pada hari Sabtu (14 Oktober) mengambil foto pernikahan mereka di depan tempat penyimpanan sampah sementara, atau "gunung sampah", untuk meningkatkan kesadaran akan masalah pengelolaan sampah di wilayah pegunungan Taiwan tengah.

Pasangan ini mengambil foto di depan sebuah lokasi yang dioperasikan oleh pekerja sanitasi di Kotapraja Puli, sebuah lokasi pembuangan sampah di Nantou yang sampahnya menumpuk dalam beberapa tahun terakhir karena kurangnya insinerator (alat pembakar sampah) dan tidak tersedianya tempat pembuangan sampah yang memadai.

Setelah foto tersebut viral, dalam sebuah postingan Facebook, calon mempelai wanita, yang bermarga Hsueh (薛), mengatakan bahwa fotografer pasangan tersebut mengira dia sedang bercanda ketika dia mengusulkan untuk mengambil foto di lokasi tersebut. Sementara itu, sang sopir mengatakan ini adalah pertama kalinya dia mendengar permintaan seperti itu selama lebih dari 30 tahun mengantar pasangan ke pemotretan pernikahan mereka, katanya.

Meskipun terdapat “bau menyengat” di tempat pembuangan sampah, Hsueh berharap foto-foto tersebut dapat menarik perhatian terhadap masalah kelebihan sampah, dan akan mendorong masyarakat untuk mengurangi sampah dan membantu menjaga Taiwan tetap indah.

Pasangan foto pre-wedding di tempat pembuangan sampah (foto: Tim Sanitasi Kotapraja Puli)

Kementerian Perhubungan telah Berencana Membuka Lapangan Kerja Industri Pariwisata bagi Pekerja Migran

Sebelumnya, untuk mengatasi masalah kekurangan pekerja di akomodasi hotel, pemerintah telah memperkenalkan kebijakan subsidi yang relevan, tapi ternyata tidak membuahkan hasil. Kekurangan pekerja masih menjadi masalah serius, sehingga Kementerian Perhubungan telah mengembangkan kebijakan baru, di mana akan membuka lapangan kerja bidang akomodasi hotel bagi para pekerja migran asing di masa depan.

Sedangkan untuk industri katering yang juga kekurangan pekerja, Wang Kwo-tsai (王國材) menyampaikan, bahwa Kementerian Tenaga Kerja berharap dapat mempertahankan lapangan kerja yang stabil dan memprioritaskan masukan dari angkatan kerja paruh baya dan lanjut usia.

Setelah pandemi COVID-19 berlalu di mana geliat pariwisata kembali hadir, terjadi kekurangan besar pekerja di bidang akomodasi perhotelan. Berbagai ruangan menunggu untuk dirapikan, sementara tamu hotel terus berdatangan.

Bahkan dengan subsidi yang relevan, masih terdapat kekurangan tenaga kerja, terutama untuk pekerjaan pembersihan. Bahkan manajer senior pun harus terlibat dalam pembersihan kamar.

Menteri Perhubungan Wang Kwo-tsai menyatakan, bahwa ada banyak orang menganggap pekerjaan menjadi petugas kebersihan ini sangat sulit, sehingga tidak ada yang mau menerimanya. Mereka juga berpikir bahwa pekerja migran dari luar negeri mungkin lebih bersedia. "Jumlah lowongan yang dibuka, termasuk petugas kebersihan atau lainnya dan topik teknis terkait juga akan didiskusikan."

Menurut statistik Kementerian Perhubungan, terdapat kekurangan tenaga kerja sebanyak 8.000 orang di akomodasi hotel domestik, termasuk 2.500 lowonga kerja di lapangan dan 5.500 pembantu rumah tangga. Perekrutan pekerja migran asing di masa depan diharapkan dapat mengatasi kebutuhan mendesak, tapi nyatanya kekurangan terbesar ada di industri katering.

Menurut statistik dari Bank Tenaga Kerja, postingan lowongan kerja online telah lebih dari 1,07 juta, yang merupakan rekor baru. Industri katering adalah industri terbesar, dengan 396 restoran saja telah memiliki 5,357 lowongan staf layanan.

Seorang manajer hubungan masyarakat di grup katering bernama Gao Lin-zhen (高林禎) mengatakan, "gaji maksimum rata-rata untuk staf layanan internal dan eksternal adalah NT$ 46.000, tetapi masih ada situasi di mana terdapat kekurangan sekitar 10% pekerjaan."

Lin Tingwei (林庭薇), manajer pemasaran dan hubungan masyarakat di grup katering mengatakan, "tentu saja kami bersedia aktif memperjuangkan pekerja migran asing. Jika ada kesempatan, kami pasti akan mempekerjakan mereka."

Namun, para ahli menganalisis bahwa sektor pariwisata dan akomodasi Taiwan berada di peringkat tiga teratas dalam hal lapangan kerja. Pekerja rumah tangga mungkin akan digantikan oleh pekerja migran. Hotel dan akomodasi harus memberikan data yang obyektif. Jika mereka hanya mengaku terbuka terhadap kekurangan tenaga kerja, industri lain mungkin juga akan melakukan hal yang sama dan ingin mengikutinya. Masalah ini harus dipikirkan kembali.

Kekurangan tenaga kerja di bidang perhotelan (foto: SETN)

Topik utama: Apakah AI Benar-benar Mengancam Pekerjaan Manusia?

Saat ini kecerdasan buatan (AI) semakin berkembang pesat dan telah merevolusi banyak aspek bisnis dan industri.  Banyak orang yang berpikir bahwa AI di masa depan dapat menggantikan dan mengancam pekerjaan manusia. Meski begitu, masih ada sejumlah pekerjaan yang sulit digantikan oleh teknologi. Pekerjaan-pekerjaan tersebut masih membutuhkan sentuhan manusia, kecerdasan emosional, dan kreativitas manusia.

Pekerjaan apa saja yang tidak dapat digantikan oleh AI dan apa yang menjadi alasannya? Dengarkan siaran ini untuk jawaban lengkapnya.

Ilustrasi kecerdasan buatan (AI) dan manusia (foto: iStock)

Penyiar

Komentar