History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Dua Sisi - 2025-06-25

  • 25 June, 2025

Tingkat daur ulang ponsel hanya 12%, sisanya dimana ? ( Part 1 ) 

 

Zaman modern yang sudah semakin maju juga turut berkontribusi kepada tingkat pemakaian produk elektronik yang dijual secara global, tentunya akan meningkatkan koleksi perangkat digital yang sudah menjadi sebuah komoditas penting dalam kehidupan manusia untuk mendukung aktivitas dan produktivitas manusia modern.
Daur ulang sampah elektronik di zaman sekarang sepertinya perlu ditingkatkan lagi dan perlu menjadi perhatian bersama, mengingat setiap orang di zaman sekarang semua orang, setiap rumah dan keluarga pasti memiliki berbagai perangkat elektronik dengan berbagai fungsi dan tujuan, sebut saja smartphone yang sudah hampir dimiliki oleh semua orang. Ada banyak produsen elektronik yang menawarkan produk dengan harga yang bervariasi, meningkatnya permintaan pasar juga meningkatkan produksi peralatan elektronik. dari segi ekonomi, hal tersebut tentu menjadi bagus untuk perusahaan tersebut, namun disisi lainnya ada ancaman yang hampir tidak pernah menjadi perhatian publik, kurangnya pemahaman di bidang ini terkait soal sampah elektronik atau E-waste. 

Berdasarkan data dari The Global E-Waste Monitor, hasil sampah elektronik global di tahun 2022 sudah mencapai 53.6 juta ton, diperkirakan angka ini akan terus meningkat menjadi 110 ton di tahun 2050 mendatang. tapi sayang nya angka E-waste yang semakin tinggi, namun di saat yang bersamaan angka daur ulang elektronik bekas masih sangat rendah, dari data yang sama pada tahun 2018 angka ini masih di bawah dari 20%. 

Lalu apa yang terjadi apabila sampah elektronik ini tidak didaur ulang ? semakin meningkatnya jumlah sampah elektronik akan membawa kabar buruk bagi manusia dan alam, berbeda dari sampah biasa, sampah elektronik tergolong dalam jenis sampah B3 ( Bahan Berbahaya dan Beracun ). apabila tidak diurai dengan proses yang tepat maka bahan kimia berbahaya yang terdapat pada semua perangkat elektronik seperti lithium, timbal, nike, merkuri, dan bahan berbahaya lainnya akan terlepas ke lingkungan terlebih masuk ke dalam tubuh manusia. sudah banyak data dan artikel medis yang menyatakan bahwa apabila terpapar oleh kandungan B3 dari sampah elektronik mampu berkontribusi untuk gangguan kesehatan, diantaranya adalah masalah lambung hingga kanker. 

Pantau terus yows, bersambung di pekan depan. 

Penyiar

Komentar