Pemasukan MRT Taiwan turun dari tahun ke tahun, lalu mengapa harus membangun terus ? ( part 1 )
Taipei Metro yang umumnya disebut sebagai MRT atau Taipei Rapid Transit System - 台北大眾捷運系統 yang didirikan pada tanggal 28 Maret 1996 yang dibangun untuk melayani berbagai kebutuhan akan transportasi umum yang terdiri dari 107 stasiun dan 5 jalur utama dengan panjang total 1.292 Kilometer yang sudah mengangkut lebih dari 1.78 juta penumpang per hari apabila merujuk kepada data di tahun 2012. hingga saat ini berbagai perkembangan serta program baru terkait pembangunan dan ekspansi operasi MRT baru yang akan berlangsung di berbagai kota yang tersebar di seluruh Taiwan.
Teruntuk distrik Taipei City dan New Taipei City, yang secara skala dan operasionalnya dirasa sudah cukup mapan baik secara administrasi maupun target operasinya, untuk saat ini masih ada beberapa program penambahan stasiun demi merampungkan berbagai permintaan dari para pengguna yang akan segera ditambahkan dalam kurun waktu dekat yaitu untuk Line Wanda dan Line Huan Zhuang yang sedang dalam tahap pembangunan.
Berikutnya untuk jalur MRT Kota Taoyuan, yaitu untuk jalur Bandara yang hanya memiliki 1 Line operasinya saja, untuk program penghubung jalur antara Distrik Zhongli dan Distrik kota Taoyuan masih di bangun dengan estimasi penyelesaiannya dalam kurun waktu beberapa tahun kemudian, yang rencananya akan langsung menembus dari distrik Taoyuan, Neili dan Zhongli yang jumlah penduduk antar tiga kota ini dengan populasi terbanyak.
Berikutnya mari kita lihat kondisi MRT di wilayah sentral yaitu Taichung, saat ini yang beroperasi berada di garis Biru untuk jalur bandara, begitupun juga dengan kawasan selatan yang berada di kota Kaohsiung yang memiliki lebih banyak line operasi seperti garis merah, oranye, dan juga hijau yang pada saat ini masih terus digarap untuk penambahan stasiun demi menjangkau para pengguna yang berada di luar dari jangkauan MRT.
Dengan pembangunan MRT yang telah di bangun di empat kota besar Taiwan seperti Taipei, New Taipei, Taoyuan, Taichung, masih terdapat beberapa kawasan lainnya Hsinchu, Zhubei, Jia Yi, Nan tou, Tainan, DLL yang masih mencanangkan program pembangunan projek besar yang tentu akan memakan biaya investasi tinggi serta pengerjaan proyek yang memakan waktu yang tidak sebentar.
sebetulnya pemaparan diatas hanyalah deskripsi dalam garis besarnya, untuk detailnya yang dirasa terlalu banyak dan sarat akan berbagai pembahasan teknis yang masih digarap oleh berbagai pemerintah daerah dalam mencanangkan program pembangunan MRT demi kesejahteraan pengguna di sebuah kawasan. apabila semua rencana ini sesuai dengan jadwal, maka dalam kurun waktu 1 dekade ke depan seluruh kota-kota besar yang padat akan penghuni MRT akan tersambung secara baik dari satu kota dengan kota yang lainnya.
Namun dengan berbagai pemerintah daerah yang selalu mencanangkan berbagai program MRT yang akan digalakkan oleh setiap Pemda, terdapat satu kenyataan yang akan muncul apabila program ini tidak ditelaah dan dirinci dengan baik, maka hal terburuk yang dapat terjadi adalah sebuah program mangkrak yang mampu menelan jutaan NTD setiap harinya.
MRT ngga ngecuan ?
Fakta menunjukkan bahwa pembangunan MRT membutuhkan biaya selangit dan termasuk investasi jangka panjang, melansir hasil laporan dari Kementerian Transportasi Taiwan tahun 2022 yang merilis sebuah estimasi biaya pembangunan yaitu, Apabila akan merencanakan pembangunan MRT bawah tanah setiap kilometernya akan memakan biaya sebesar 5 miliar NTD, dan untuk jembatan layang ( Seperti LRT jakarta dan Bangkok ) yang akan memakan biaya sebesar 30.3 miliar NTD untuk setiap kilometernya, untuk pembangunan diatas tanah yang sedikit lebih murah dengan total biaya 9.4 miliar NTD untuk setiap kilometer yang dibangun.
Harga pembangunan diatas masih merupakan estimasi kasar, yang pastinya akan bertambah apabila ditemukan berbagai kendala operasional pada saat proyek berlangsung yang tentu akan berimpak kepada total budget yang dihabiskan. misal kasus pembangunan MRT yang terdampak akibat faktor eksternal antara lain, dilansir dari Biro Administrasi MRT kota Taipei yang menunjukkan bahwa MRT kota Taipei Line Wan-Da dalam pembangunan periode 2 harus mangkrak dengan alasan kurangnya SDM dan suplai material yang mengharuskan penyelesaian proyek ini diundur, semula estimasi penyelesaian akan rampung di 2028 bulan Desember, namun sekarang harus mundur menjadi tahun 2031 bulan September. sudah bukan rahasia lagi, semakin lama proyeknya akan semakin banyak juga biaya yang dihabiskan, dan untuk pembangunan projek Wanda budgetnya telah bertambah sebanyak 220 miliar NTD.
Apakah akan Cuan di kemudian hari apabila jalur MRT ini telah rampung ? sudah banyak berita yang dirilis terkait jalur MRT yang rugi dan merugi setiap tahunnya, meskipun jalur MRTnya sudah beroperasi dan banyak sekali penumpang setiap harinya, tapi untuk soal pemasukan dirasa masih menjadi tantangan tertinggi.
Bersambung di pekan depan, pantau terus yows..
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 