Orang zaman sekarang enggan punya momongan ? ( part 1 )
Dampak penurunan angka kelahiran semakin terlihat jelas di seluruh dunia, tidak terkecuali Taiwan yang juga sudah memulai langkahnya untuk mengikuti jejak Jepang dan Korea Selatan. Taiwan kini harus dihadapkan dengan kenyataan pahit dalam berbagai dilemma sosial yang tampaknya akan berdampak secara masif bagi perkembangan sosial Taiwan. dengan menyusutnya populasi dengan cepat, maka masa depan demografis warga Taiwan menjadi sebuah lanskap misteri yang belum terjawab.
Rendahnya angka kelahiran dapat menimbulkan sebuah masalah serta dampak yang baru terhadap semua aspek kehidupan manusia di zaman sekarang. terdengar seperti sesuatu yang biasa-biasa saja, namun kondisi ini dapat menjadi sebuah bom waktu yang sudah diketahui jadwal meledaknya, perkaranya apa yang akan terjadi ketika bom ini sudah meledak ? terkadang mencari jawaban atas kondisi ini membuat manusia kesulitan dalam mengantisipasi. mari kita kupas beberapa hal terkait rendahnya angka kelahiran di Taiwan dan apa dampaknya ?
Populasi yang menua, dimana tingkat kelahiran yang rendah ditambah dengan harapan hidup yang lebih panjang dapat menyebabkan tingginya populasi tua yang lebih banyak, hal ini dapat memberikan sebuah tekanan baru terhadap perekonomian dalam negeri, misal :
~ Biaya layanan kesehatan
orang lanjut usia cenderung memiliki biaya layanan kesehatan yang lebih tinggi, dengan berkurangnya para pembayar pajak untuk usia produktif tentu pemasukan negara akan semakin berkurang dan populasi para pengguna pajak yang semakin menua akan bertambah tinggi.
~ Jaminan sosial
penduduk lanjut usia cenderung bekerja lebih sedikit dibandingkan penduduk usia produktif, sehingga dapat memberikan tekanan yang lebih besar kepada mereka yang bekerja
~ Aktivitas ekonomi, penduduk lanjut usia dapat membebani pengeluaran pemerintah untuk keamanan ekonomi
~ Pasar tenaga kerja
populasi pekerja yang lebih kecil dapat memberikan tekanan pada pasar tenaga kerja, misalnya mungkin terdapat kesenjangan antar penawaran dan permintaaan terhadap talenta terampil, pekerja yang lebih tua mungkin akan kesulitan untuk beradaptasi dengan lanskap industri yang terus berubah.
~ Pendapatan pajak
Jumlah pekerja yang lebih kecil dapat menekan pendapatan, penjualan dan sumber pendapatan pajak lainnya.
~ Rekrut tentara baru menjadi sebuah tantangan
Penurunan demografis juga berdampak pada upaya perekrutan militer Taiwan, dilansir dari laporan Strait Times yang mengungkapkan bahwa pada tahun 2022, Taiwan mengalami jumlah perekrutan Wamil baru terendah dalam satu dekade, dimana hanya terdapat 118.000 anggota baru. Taiwan yang tengah dihadapkan kepada peningkatan ketegangan geopolitik terhadap Tiongkok, kekhawatiran terhadap pasokan ketersediaan personil terampil menjadi sebuah dilema baru. khususnya bagi calon wamil di Angkatan Udara yang mengalami kekurangan SDM paling signifikan. Antonia Finnane selaku profesor di Universitas Melbourne mengatakan bahwa masalah ketenagakerjaan militer semakin memburuk seiring dengan menyusutnya jumlah rekrutan muda yang memenuhi syarat. tantangan demografis Taiwan tidak hanya terbatas pada sektor pendidikan dan militer, penurunan populasi juga dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi, membebani sistem layanan kesehatan, tetapi juga keberlanjutan serta efek jangka panjang dari tenaga kerja dan infrastrukturnya.
Rentetan permasalahan diatas hanya sebuah daftar singkat terhadap perubahan masif dalam tatanan sosial masyarakat, menurut data yang dilansir dari Dewan Pembangunan Nasional ( NDC ) Taiwan, tingkat kesuburan dalam negeri Taiwan terus menurun selama dua dekade terakhir. pada tahun 2002 rata-rata jumlah anak per seorang perempuan ada 1.3, namun pada tahun 2023 angka tersebut sudah turun menjadi 0.87, angka ini adalah rekor pertama di dunia, pada periode yang sama jumlah kelahiran tahunan telah anjlok dari 248.000 menjadi 136.000 per tahun.
Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor sosial dan budaya, termasuk juga perubahan sikap di kalangan generasi muda. banyak dari mereka yang kini memilih untuk menunda atau tidak menikah sama sekali, begitupun juga menjadi seorang calon orang tua, tentu hal ini bukan hanya disebabkan oleh satu perkara sosial saja, namun terdapat begitu banyak faktor yang dapat berkontribusi bagi para generasi muda yang enggan untuk berkeluarga misal alasan tekanan finansial, prioritas karir, preferensi terhadap kebebasan pribadi, biaya hidup yang semakin tinggi, dan berbagai perkara lainnya yang tentu menyebabkan kondisi ini.
Bersambung di pekan depan, pantau terus yows..
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 