History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Dua Sisi - 2025-01-29

  • 29 January, 2025

PNS di intimidasi, bunuh diri jadi solusi. ( Part 1 ) 

Baru-baru ini, seorang pegawai negeri yang bermarga Wu yang bertugas sebagai staf ahli dari Departemen Tenaga Kerja dan Pembangunan Cabang Utara kota Taipei di dapati meninggal di ruang lingkup kantornya. dirinya dicurigai di intimidasi oleh seorang petinggi yaitu direktur cabang utara kota Taipei yang bernama Xie Yi Rong - 謝宜容 sebelum kejadiaan naas itu menimpa diri Wu. sebagai Kementerian yang menjadi tempat mengadu dan mengatur administrasi masa depan seorang pekerja di Taiwan menjadi sebuah tempat untuk melancarkan aksi intimidasi, mari kita ikuti perkembangan dan berbagai berita terbaru kasus intimidasi dari Ministry of Labour Taiwan yang menjadi gempar dalam beberapa pekan yang lalu. 

Apa yang terjadi ? 

Seorang pegawai yang bermarga Wu dari Departemen Pengembangan Tenaga Kerja Taiwan melakukan aksi bunuh diri di sebuah kantor Gedung Gabungan Xinzhuang pada tanggal 4 November 2024, 3 hari setelah kejadian naas terjadi, pada tanggal 7 November seorang netizen mencuitkan sebuah artikel di medsos Threads dengan klaim bahwa PNS tersebut memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan alasan bahwa dirinya di intimidasi di tempat kerja sebelum akhir nafasnya, maka tidak butuh waktu lama cuitan ini mendapatkan respon dan perhatian dari netizen dalam jumlah yang sangat banyak. Terdapat berbagai poin yang menjadi perhatian publik pada masa itu, yang pertama adalah jam kerja sang PNS yang terlalu panjang bahkan terkesan tiada henti bagai sebuah robot. berikutnya adalah pejabat yang terlalu sering membentak, mengejek dan menyerang PNS secara pribadi dengan melontarkan perkataan yang tidak pantas serta membuang berbagai dokumen resmi miliki pemerintah. 

Dilansir dari UDN.com yang menyatakan bahwa dalam cuitan Threads tersebut bahwa PNS yang bermarga Wu bekerja dalam kurun waktu yang sangat lama, bahkan tidak jarang terlihat bahwa dirinya sering dimarahi secara histeris dan tidak manusiawi oleh atasannya, dirinya memilih untuk diam dan terus bekerja di bawah tekanan yang begitu besar. seorang netizen yang juga mengaku sebagai rekan kerja di kantor yang sama dengan PNS Wu mengatakan bahwa Wu sering tiba di kantor sebelum jam 6 pagi, keluar dari kantor sebelum jam 17:00 dan kemudian kembali lagi ke kantor untuk lembur. apabila dihitung-hitung bahwa dirinya bekerja dalam kurun waktu 14-16 jam perhari, namun uniknya tidak ada bukti tercatat bahwa dirinya bekerja dengan jam kerja yang berlebihan. Sehari sebelum kejadian naas tersebut, Wu sedang mengerjakan sebuah proyek penting dari atasannya namun setelah di monitor oleh sang atasan nampaknya petinggi tersebut tidak puas dengan hasil kerjanya, yang ada dimarahi habis-habisan dan kembali lagi ke kantor untuk menyelesaikan tugas dari atasan meskipun di hari minggu, kejadian ini tidak dapat dihentikan oleh siapapun meskipun oleh pihak keluarga Wu yang mencoba untuk meminta untuk tetap di rumah beristirahat dan menghabiskan waktu dengan keluarga.

Setelah postingan ini viral, terdapat sebuah postingan susulan terkait kasus ini dengan membeberkan bahwa Menteri Tenaga Kerja Taiwan baru-baru ini mewawancarai rekan-rekan kerja di kantor itu, Diketahui bahwa petinggi yang bernama Xie Yi Rong - 謝宜容  selaku direktur MOL ( Ministries of Labour ) Cabang Utara Kota Taipei mengirimkan surat kepada 4 rekan kerja Wu yang berisikan agar tidak membuat spekulasi yang terburu-buru atau bahkan mencoba untuk menyebarkan informasi palsu atau salah agar tidak menyebabkan kerugian lain bagi pihak keluarga.

Banyak pihak percaya bahwa kejadian ini sudah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama, maka tidak heran apabila para staf yang bekerja di kantor tersebut pernah mengajukan sebuah pengaduan terkait kasus ini ke Kementerian Tenaga Kerja, bukan mendapatkan bantuan atau arahan lainnya yang ada malah diancam dengan tindakan hukum serta konsekuensinya, walhasil pengaduan tersebut diabaikan. hal ini tidak mendapatkan perhatian khusus, maka tidak heran apabila kondisi lingkungan kerja pun tidak menjadi lebih kondusif. 

Bersambung di pekan depan, pantau terus yows.. 

Penyiar

Komentar