History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Dua Sisi - 2025-01-01

  • 01 January, 2025

Pernikahan jadi sesuatu yang langka, menikah di Tiongkok bukan hal mudah  ( Part 2 ) 

Tradisi adalah sebuah hal yang juga memperburuk keadaan ini, hal ini dapat terlihat menjelang hari raya Imlek dimana para perantau yang akan kembali ke rumah orang tua untuk merayakan acara setahun sekali ini dengan berbagai sanak dan saudara. pertanyaan terkait apakah sudah memiliki pasangan, kapan menikah, dan kapan berencana untuk memiliki momongan sudah menjadi pertanyaan mendasar dari setiap meja yang tersusun rapi. maka tidak heran apabila banyak perantau yang enggan kembali ke rumah terlebih dalam kondisi seperti ini, dimana sorotan miring dari mata tetangga akan selalu mencari topik baru terkait seorang perantau yang telah kembali dari kota besar. 

Maka tidak heran apabila banyak jomblo memilih untuk menyewa pacar dengan biaya yang berkisar dari 6000 ~ 10.000 RMB/hari ( Setara dengan 1450 USD ), dilansir dari BBC yang menyatakan bahwa Jun Li seorang penyedia jasa pacar sewaan asal Suzhou dari provinsi Jiangsu mengatakan bahwa dirinya memperhatikan semakin banyak pria di dunia lajang yang berorganisasi sebagai tim dan menyewa berbagai tempat hiburan publik untuk menggelar acara kencan. pilihan lainnya adalah para lelaku beralih ke psikolog dan penata gaya demi membuat diri mereka semakin menarik, dan demi menghindari beberapa pertanyaan dari orang tua dan saudara yang ingin tahu, beberapa memilih memperkenalkan pacar palsunya kepada pihak keluarga dengan menggunakan aplikasi kondang yang menjadi pilihan favorit menjelang hari raya imlek. 

Permasalahan yang paling akut yang dapat terlihat dengan jelas adalah bagi para pria dalam mencari pasangan di daerah pedesaan atau daerah miskin, hal ini akan di perburuk juga oleh tradisi yang sudah lama dipegang bahwa suami harus mampu memberikan tingkat keamanan finansial yang layak sebelum dirinya mempersunting seorang istri. Hong Yang yang kini sudah menikah dan berusia 30-an menggambarkan kondisi ini sebagai “ Ekonomi Ibu Mertua “ di Tiongkok, jika seorang lelaki ingin menikah calon ibu mertua akan meminta dirinya untuk membeli rumah terlebih dahulu sebelum berdiskusi lebih lanjut terkait proses dan administrasi pernikahan. inilah salah satu alasannya mengapa harga properti di Tiongkok semakin meningkat dari tahun ke tahun. 

Selain itu masih ada juga kesenjangan usia dengan rentan 10 hingga 20 tahun adalah hal yang cukup lumrah dalam pernikahan Tiongkok, namun beban keuangan yang ditanggung lelaki akan juga mempersulit banyak perempuan untuk menemukan pasangan yang cocok. hal ini menambah masalah karena banyak laki-laki yang sebagian besar memiliki kapasitas untuk memiliki tingkat finansial yang cukup berada di usia produktif di antara 35~40 tahun, maka dari itu tidak heran apabila seorang lelaki berumur 40 tahun akan siap menikah dengan seorang gadis yang baru saja genap berumur 22 tahun. ini adalah sebuah hal yang cukup umum di Tiongkok. terlebih para wanita juga selalu diburu oleh waktu, usia 32 adalah usia yang tidak memenuhi kriteria sebagai wanita muda disana, banyak pria Tiongkok yang memenuhi syarat untuk menikah akan lebih memilih untuk meminang seorang gadis yang lebih muda dan cantik. 

 

Pantau terus yows.. 

Penyiar

Komentar