History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Dua Sisi - 2024-10-23

  • 23 October, 2024

 

Atlet Nasional jadi musuh publik ? ( Part 1 ) 

Seseorang yang memiliki ambisi prestatif, kerja keras nan gigih, mandiri, komitmen tinggi terhadap disiplin olahraga yang ia tekuni tambah swakendali tinggi dalam mewakili sebuah negara dalam sebuah ajang olahraga internasional bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah bagi kebanyakan orang, maka dari itu sebutan atlet nasional kerap menjadi sebuah predikat yang memiliki unsur prestasi tinggi. 

kali ini mari kita ulas sebuah fenomena unik terkait atlet nasional Taiwan di cabang olahraga Tenis ganda wanita, tim duo dari keluarga Zhan Jia sister - 詹家姊妹 yang menjadi cibiran dari warga Taiwan dan terkesan bahkan menjadi olok-olokan dari para netizen pecinta olahraga tenis. mengapa alasannya warga Taiwan tidak suka dan mendukung keberadaan dari Zhan Jia Sister ini, terlebih setelah kompetisi Olimpiade Jepang berakhir banyak warga yang ternyata memilih untuk tidak mendukung dan memberikan pernyataan negatif kendati tim duo ini pergi bertanding mewakili Taiwan sebagai utusan negara. yuk kita kupas.. 

Siapakah Zhan Jia Sister? mereka kakak dan adik kandung yang bernama Zhan Yong Ran 詹詠然 dan Zhan Hao qing 詹皓晴 yang bertanding sebagai regu ganda putri dalam mewakili berbagai pertandingan tenis skala internasional, nilai dan prestasi mereka dalam pertandingan bola tenis tiada duanya bahkan dunia mengakui prestasi mereka berdua. namun pertandingan perdana antar Zhan’s sister ini dalam ajang Tokyo 2021 yang melawan duo dari Rumania kalah telak setelah babak pertama, uniknya setelah kabar pertandingan mereka diberitakan di Taiwan ternyata bukannya mendapatkan dukungan yang ada malah mendapatkan kecaman serta tudingan miring terhadap mereka berdua, intinya merasa tidak puas terhadap kedua kakak-beradik ini. 

Duo ini berasal dari kota Taichung, keluarga mereka cukup terkenal berkat prestasi dan kontribusi keluarga mereka dalam olahraga tenis berkat ayah kandung Zhan Yuan Liang 詹元良 yang pernah menjabat sebagai pelatih tenis nasional, setelah pensiun dirinya yang kemudian menjadi seorang pengusaha sekaligus membangun sebuah lapangan tenis privat serta membuat tim tenis yang kerap bertanding dalam ajang kompetisi internasional. 

Maka tidak heran apabila kedua kakak-beradik ini sudah semenjak dini kenal dengan dunia tenis, berkat didikan serta sarana yang dapat dengan mudah di akses yang diberikan dari pihak keluarga, misal kakak Zhan Yong Rang yang sudah berlatih dari umur 6 tahun, tidak butuh waktu lama bagi dirinya untuk membuktikan bakatnya dalam olahraga ini. di umur 8 tahun dirinya sudah mendapatkan piala utama dari pertandingan antar kabupaten untuk regu 12 dan 14 tahun. 

Semenjak saat itu dirinya terus bergelut dalam berbagai ajang kompetisi dan serius dalam menjalani kehidupan sebagai seorang atlet. 2007 Zhan Yong Rang ditandemi oleh Zhuang Jia Rong berhasil merebutkan berbagai seri pertandingan Grand Slam Asia, maka tidak asing lagi apabila duo ganda putri ini sering dijuluki sebagai Duo Emas Taiwan yang kerap bertanding di panggung internasional sembari membawa nama harum negara. 

Semenjak karir emasnya dalam kurun beberapa tahun, Zhan Yong Ran memutuskan untuk bertanding bersama adik kandungnya Zhan Hao Qin di tahun 2012 dan tidak butuh waktu lama untuk membuktikan sekali lagi kepada dunia bahwa duo ganda putri asal Taiwan ini memang bukan kaleng-kaleng. tahun 2016 mereka memutuskan untuk maju bertanding di ajang Olimpiade Brazil dan 2017 berhasil menoreh berbagai piala di ajang kompetisi nasional Taiwan. 

2017 Zhan Yong Ran berkat bakat dan kegigihannya berhasil mendapatkan sebuah tawaran emas untuk ditandemi dengan pemain ternama dunia asal Swedia yaitu Martina Hingis, di tahun itu duo ini berhasil mendapatkan 9 piala Tour dan sebuah piala Grand Slam yang berhasil membuat prestasi mereka berdua meroket sebagai tim ganda putri dengan skor tertinggi di dunia, bahkan mendapatkan sebuah predikat sebagai tim ganda putri terbaik versi WTA - World Tennis Association di tahun 2017. prestasi ini turut mengharumkan nama bangsa, Zhan Yong Ran berhasil maju sebagai atlet wanita pertama Taiwan yang mendapatkan penghargaan ini. 

Di tahun berikutnya, Martina Hingis gegara visi serta tujuan karir atlet yang berbeda maka dari itu tim duo ini hiatus untuk beberapa saat, tanpa pikir panjang Zhan Yong Ran kembali mengundang adik kandungnya untuk bermain di beberapa ajang internasional. siapa sangka ternyata tim duo kakak-beradik ini menjadi tim favorit dari para penonton, dengan trik dan skill yang kembali memukau panggung dunia.

2019 menjadi tahun emas bagi duo ini, berhasil meraih 4 piala di musim pertandingan dalam ajang internasional, uniknya para penonton dan netizen Taiwan punya pandangan yang berbeda terhadap duo ini. bertanding mewakili negara Taiwan, prestasinya bagus dan bahkan jauh di atas dari rata-rata, lalu mengapa publik mayoritas tidak suka dengan keberadaan mereka. apa pasalnya ? 

Pantau terus yows, bersambung di pekan depan.. 

Penyiar

Komentar