History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Dua Sisi - 2024-07-24

  • 24 July, 2024

Apa itu Nth Room Case  ( Part 2 ) 

Kasus ini telah terjadi di rentan waktu antara tahun 2018-2020 dalam sebuah jaringan obrolan via internet yang mendistribusikan konten eksploitatif secara seksual muncul di sebuah aplikasi Telegram. Dokumen ini berfokus pada dua ruang obrolan yang paling terkenal, Ruang Nth ( yang mengacu pada salah satu dari delapan ruang obrolan yang berbeda ) dan berikutnya yang tidak kalah tenar adalah Ruang Dokter - Doctor’s Room. di dalam kedua ruang obrolan ini terdapat berbagai perempuan dan gadis di bawah umur, bahkan beberapa diantaranya adalah siswa sekolah menengah. 

 

Mereka ditipu dan kemudian diperas untuk mengunggah foto dan video seksual vulgar mereka ke dalam aplikasi Telegram, setelah admin mendapatkan video ini maka konten ini yang kemudian akan dijual dan dibagikan di ruang obrolan dengan harga selangit. para korban sering kali diperintahkan untuk memfilmkan diri mereka sendir dengan berbagai macam perintah yang tidak masuk akal atau terkadang merendahkan martabat dengan melukai diri mereka sendiri, apabila jika sang korban tidak mematuhinya, maka operator/admin dalam ruang obrolan tersebut akan mengancam untuk menyebarkan konten eksplisit mereka kepada teman, keluarga atau kerabat dekat. dalam berbagai kasus untuk gadis di bawah umur bahkan pernah diancam untuk memberikan video vulgar mereka ke seluruh siswa sekolah. 

 

Dalam dokumentasi Netflix ini, demi melindungi para korban berbagai wawancara ataupun rekaman yang nampak asli adalah rekayasa ulang ataupun animasi dalam menceritakan kasus yang mengejutkan dunia ini. 

 

Mengapa disebut sebagai Nth ? kata yang diambil dari bahasa inggris sebagai ruang kesembilan Ninth Room. 

 

Secara teknis, Ruang Nth menunjukkan sekelompok ruang obrolan yang terdiri dari delapan ruang obrolan di dalam aplikasi Telegram yang dibuat oleh admin yang dengan nama akun Godgod. Ruang obrolan tersebut diberi label dengan menggunakan nomor urut, oleh karena itu Ruang Nth Godgod pada awalnya akan menyampaikan potensi korban di Twitter dan mengirimi mereka tautan yang mengklaim bahwa foto pribadi mereka telah diretas. 

 

Begitu korban mengunjungi tautan tersebut, informasi pribadi mereka akan dikumpulkan oleh staff di dalam ruang ini. Ruang ini segera menyebabkan munculnya ruang obrolan serupa di Telegram, yang paling terkenal salah satunya adalah Ruang Dokter yang mendapatkan perhatian cukup luar di kalangan pers Korea Selatan gegara skala dan kekejamannya. 

 

Ruang Dokter dijalankan oleh pengguna yang bernama Baksa dalam bahasa Korea, apabila diterjemahkan dapat diartikan sebagai “ ahli “ atau “ pemegang gelar doktor “ dalam bahasa Korea. para “ Baksa “ ini tanpa disadari akan memikat para korban dengan iklan palsu yang menawarkan berbagai pekerjaan modeling bergaji tinggi. Baksa akan menipu mereka dengan meminta informasi pribadi mereka, namun apa yang terjadi dimana informasi pribadi ini digunakan untuk memeras sang korban dengan mengancam akan merilis foto mereka apabila tidak mematuhi tuntutan mereka. 

 

Sudah bukan hal yang asing lagi apabila kompetisi dan peminat dunia hiburan di Korea Selatan sangat tinggi, kesempatan pekerjaan untuk naik ke atas panggung dirasa menjadi mimpi ideal bagi siapapun ataupun dengan iming-iming sebuah pekerjaan dengan gaji fantastis dirasa menjadi sebuah kesempatan untuk mendapatkan cuan, termasuk wanita-wanita ini. dengan maksud ingin menjadi model ataupun artis yang siap direkrut oleh sebuah rumah produksi maka hal ini menjadi sangat krusial. maka dari itu berbagai foto-foto pun diberikan demi mendapatkan posisi tersebut. salah satu iklan yang paling banyak menarik perhatian dari gadis-gadis ini adalah sebuah tawaran pekerjaan sebagai teman kencan, tentunya dengan imbalan yang sangat tinggi. 

 

Gambar dan video yang vulgar secara seksual dari para korban dijual ke pengguna dalam ruang obrolan dengan bayaran yang tentu tidak murah, adapun mata uang yang digunakan adalah Kripto koin. dalam ruang chat ini memiliki kultur tersendiri, dimana tingkat keanggotaan yang berbeda akan didasarkan kepada berapa banyak pengguna yang telah membayar. demi melihat konten tidak jarang dari pengguna yang harus merogoh kocek sebanyak 1.5 juta Won ( setara dengan 1200 USD ) per satu konten grafis-video akan lebih mahal. 

 

~ Mari kita lihat siapa pelaku utamanya ? 

 

Dilansir dari Koreatimes.co.kr yang melaporkan bahwa kasus Nth Room memicu kemarahan dalam skala nasional, hal ini dapat dibuktikan dengan tinggi jumlah tanda tangan digital petisi yang dirilis oleh presiden dengan arahan untuk mengungkapkan identitas dari sang pelaku - Baksa sekaligus juga seluruh anggota/akun dari ruang obrolan Telegram tersebut. sebagai tanggapan terhadap kemarahan publik yang luar biasa, pihak berwajib telah mengungkap Baksa ataupun admin dari ruang obrolan ini adalah seorang pria yang bernama Cho Ju Bin yang telah ditangkap pada bulan Maret 2020, pada saat itu dirinya berusia 25 tahun. tanpa tedeng-aling berbelit, dirinya dijatuhi hukuman penjara selama 42 tahun dengan alasan merekam, mendistribusikan materi eksploitatif seksual terhadap puluhan korban, dimana 16 diantaranya dilaporkan masih di bawah umur. 

 

Berikutnya Godgod sebagai pencipta atau pelopor Nth Room, adalah seorang mahasiswa yang baru saja genap berusia 24 tahun di sebuah universitas ternama Korsel. nama aslinya adalah Moon Hyung Wook dengan hukuman penjara 34 tahun lamanya dengan alasan memaksa 20 perempuan dengan barang bukti sebanyak 3800 konten video seksual eksplisit sang korban. 

 

Bersambung di pekan depan, pantau terus yows.. 

Penyiar

Komentar