History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Dua Sisi - 2024-07-10

  • 10 July, 2024

Gelas Go-Green yang ternyata tidak Green ( Part 2 ) 

 

hingga saat ini fans setia gelas Stanley sudah cukup banyak di bilangan dunia barat, bahkan dari mereka tidak jarang yang mengoleksi dengan jumlah yang luar biasa, rentetan warna yang berbeda bahkan gelas ini berhasil menjadi sebuah ikon fashion, motif pakaian yang berbeda juga akan di padukan dengan warna gelas yang berbeda juga. 

 

dilansir dari Financial Times yang menyatakan bahwa omset Stanley di tahun 2023 adalah 750 juta USD, apabila dibandingkan dengan omset pemasukan di tahun 2019 yang hanya berada di angka 73 juta USD saja. dengan begitu dapat kita simpulkan bahwa omset Stanley di tahun kemarin adalah 10 kali lipat dari 4 tahun sebelumnya. 

 

namun apabila dengan kondisi trend yang sudah melebihi batas apakah gelas ini sudah berkontribusi kepada lingkungan sekitar kita ? motto dan semangat dari Stanley adalah produk yang tahan lama dan dapat dipakai selamanya, gelas yang ramah lingkungan menjadi sebuah ikon utama dari perusahaan ini. apabila membeli begitu banyaknya gelas ramah lingkungan apakah betul dapat menjadi lebih ramah terhadap lingkungan kita ? trend memiliki durasi dan rentan waktu yang berbeda, apabila gelas ini sudah mundur dari trend dunia, lalu apa yang akan dilakukan terhadap koleksi dari gelas ini, dan tentu harga yang tidak murah. memiliki sepuluh gelas dari Stanley untuk seri standar saja adalah harga yang tidak murah, ambil contoh 1 gelas di kenakan harga sebesar 1500 NTD, apabila dikalikan 10 gelas sudah menjadi 15.000 NTD. sebuah koleksi yang tentu tidak murah bagi banyak orang. 

 

Dilansir dari The New York Times, sebuah artikel yang ditulis pada tahun 2009 yang menjabarkan bahwa untuk memproduksi sebuah produk baja anti-karat atau Stainless, bahan bakar fosil yang digunakan adalah 7 kali lipat lebih banyak ketimbang untuk memproduksi produk plastik, apabila ditambah dengan karbon emisi yang dihasilkan dari proses pembuatannya adalah 14 kali lipat lebih tinggi ketimbang dengan proses pembuatan plastik baru. 

 

Pihak perusahaan Stanley juga sudah berkomitmen bahwa hingga tahun 2025, setengah produk mereka akan siap untuk menggunakan kemasan yang lebih ramah lingkungan. dilansir dari The World Today yang menyatakan bahwa Jessica Heiges selaku pengamat dan aktivis ramah lingkungan khawatir apabila gelas Stanley akan menjadi produk gagal kedua setelah Tote Bag - sebuah tas jinjing yang terbuat dari kain kanvas yang semula dirancang untuk menggantikan fungsi dari kantong plastik belanjaan. 

 

bagaimana menurutmu ? apakah gelas Stanley betul akan menjadi Tote Bag kedua ? gelas yang notabene dirancang sebagai gelas ramah lingkungan apakah betul sudah ramah lingkungan ?  

 

Pantau terus yows.. 

Penyiar

Komentar