Google Bug Bounty ? dibanderol seharga 12 juta USD, yuk merapat. ( Part 3 )
Diantaranya adalah “ Kompetisi Serangan dan Pertahanan Keamanan Informasi Perusahaan” sebuah kompetisi dengan simulasi lengkap dari keamanan informasi perusahaan, memungkinkan para kontestan untuk menggunakan berbagai peralatan seperti catatan peristiwa ( LOG), pencegahan intrusi (IPS), firewall, dll. Pada akhirnya pemenangnya adalah siapa yang dapat mempertahankan layanan hingga waktu yang telah ditentukan habis.
Dilansir dari libertytimes.com yang menyebutkan bahwa kompetisi ini menggunakan metode open book, tim peserta tidak hanya dapat mencari jawaban secara online, tetapi juga dapat mencari bantuan dari luar, termasuk menggunakan Cocall ( konferensi telepon ) dan video demi meminta bantuan. Selain itu Pusat Berbagi Intelijen (ISAC) telah didirikan di lokasi untuk mendorong semua orang bersama-sama membangun jaringan perlindungan keamanan informasi yang lebih ketat dengan berbagi intelijen.
Selain itu fokus dari acara ini adalah untuk menambahkan elemen FINSEC, dengan fokus pada teknologi keuangan FINTEC yang paling populer saat ini. Untuk membahas masalah keuangan dan keuangan digital, termasuk juga First Bank dan China Far Bank di undang untuk turut berpartisipasi yang juga turut dimeriahkan oleh lembaga keuangan internasional.
Personil keamanan datang ke Taiwan untuk berbagi dan memungkinkan semua orang dapat berbicara dengan bebas, berbagai pertemuan tertutup demi membahas topik-topik sensitif seperti ATM, SWIFT, peraturan keuangan, dll. Acara ini juga dihadiri oleh organisasi FS-ISAC dari berbagai negara seperti Jepang, Singapura, Amerika dan negara lain yang siap berbagai pengalaman dalam sistem keuangan.
Bagaimana dengan Indonesia ?
Dilansir dari kemdikbud.go.id yang menuliskan bahwa semenjak bulan Juni 2023, Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) yang bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menyelenggarakan ajang Bug Bounty Competition 2023.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Hasan Chabibie mengatakan bahwa Bug Bounty Competition tahun ini jauh lebih baik dari tahun lalu, peserta menjadi lebih banyak, pemenang lebih kualitatif, hadiahnya lebih besar, sumber yang lebih berkelas. Terjadi peningkatan yang cukup signifikan dari jumlah peserta yang telah mendaftar, pada tahun 2022 tercatat sejumlah 228 peserta, sedangkan di tahun 2023 terdapat 504 peserta yang telah berhasil mendaftar. Dengan penyelenggaraannya di tahun 2023, 9 orang telah berhasil memenangkan kompetisi ini, masing-masing terdiri dari tiga orang pemenang pada kategori pendidik, mahasiswa, dan siswa.
Sekaligus telah berhasil menemukan 208 laporan temuan celah kerawanan dari 10 aplikasi yang dimiliki 5 unit kerja di Kemendikbudristek. Aplikasi yang ditetapkan sebagai target tentunya telah dilakukan asesmen kelayakan oleh Education Computer Security Incident Response Team ( EDU CSIRT), Pusdatin dan Kemendikbudristek.
Nampaknya dengan pentingnya kesadaran dari setiap perusahaan maupun instansi akan sebuah keamanan informasi di dunia digital dapat merangsang kualitas pengamanan dengan sistem yang lebih baik lagi. Implikasi yang langsung dapat dirasakan adalah ketika sistem sebuah perusahaan dapat dengan aman terjaga, data-data sensitif para klien juga dapat disimpan dengan baik, dikelola dan digunakan sebagaimana mestinya tanpa ada campur tangan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Berkat digitalisasi, kini berbagai aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari tidak terlepas dengan namanya jaringan internet, siapa pun dapat mengakses darimana saja dan kapan saja tanpa harus bertatap muka langsung. Alhasil banyak hal yang dapat diakses dengan cepat dan mudah, contohnya pembayaran uang listrik via toko waralaba atau membeli sebuah program dari bank, dll.
Namun kemudahan tersebut bisa menjadi masalah jika tidak ada verifikasi tatap muka saat kita berkomunikasi dan bertransaksi dengan orang lain di dunia digital. Inilah pentingnya identitas digital pada era seperti ini, lalu hal yang paling buruk yang akan terjadi pada diri kita apabila kita tidak memperhatikan masalah seperti ini apa ?
Dengan penggunaan identitas digital, kita dapat terhindar dari berbagai risiko kejahatan seperti penyalahgunaan data pribadi dan pemalsuan identitas, di sisi lain, privasi dan data pribadi kita masih dapat terus terjaga agar tidak digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena hakekatnya, sudah terlampau banyak modus kejahatan yang menimpa banyak orang yang tidak begitu peduli terhadap seberapa rentannya informasi pribadi.
Pantau terus yows..
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 