Apa itu Ozempic dan mengapa disukai oleh banyak orang di dunia Entertainment? ( Part 2 )
Obat ini khusus membantu manajemen berat badan jangka panjang bagi penderita diabetes dan obesitas tinggi, namun kenyataannya disalahgunakan oleh mereka yang hanya perlu menurunkan 2-5 kilogram dalam kurun waktu yang singkat.
Uniknya obat ini terbukti telah membantu mengurangi berat badan hingga 15%, tergantung dari gaya hidup serta aktivitas penggunanya. Maka dari itu tidak heran apabila dalam kurun waktu yang cukup singkat para pengguna dapat dengan jelas melihat perubahan yang cukup signifikan dalam tubuh mereka meski penggunaan dalam kurun yang cukup singkat. Namun ada juga efek samping lain yang cukup unik bagi para pengguna langganan Ozempic, pengguna dengan durasi waktu yang cukup panjang dapat menderita asam lambung dan mulas selama hampir dua bulan lamanya.
Mengingat obat itu membuat pengguna menjadi “lebih kenyang” namun ada juga pengguna yang sulit menjaga pola makan yang sehat karena awalnya sang pengguna menyesuaikan dengan obat ini.
Semenjak tahun 2017 ketika obat ini uji lolos klinis dan mulai diproduksi, namun semenjak sensasi terkait penggunaan obat ini di yang viral di berbagai media sosial dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini membuat publik menjadi bingung terhadap penggunaan Ozempic. Obat ini adalah sebuah analog GLP-1 yang dikonsumsi satu kali perminggu demi mengatur kadar glukosa darah dan HbA1c pada penderita diabetes tipe 2. Sebagai obat analog GLP-1, obat ini mampu meningkatkan kadar inkretin, yaitu suatu hormon yang membantu tubuh memproduksi lebih banyak insulin pada saat dibutuhkan. Selain itu obat ini dapat menekan jumlah glukosa yang diproduksi oleh hati. Bagi penderita diabetes tipe 2 yang menggunakan Ozempic dapat menurunkan berat badan pada saat menggunakan obat tersebut dengan efek, antara lain :
~ mengurangi nafsu makan, sehingga jumlah makanan harian menjadi lebih sedikit.
~ memperlambat pergerakan makanan di usus, dengan begitu pengguna akan merasa kenyang yang lebih lama.
Namun setiap obat-obatan tentu memiliki efek samping, begitu pula Ozempic. Dilansir dari kompas.com berbagai efek samping dari obat ini antara lain adalah:
* Masalah perut yang tidak nyaman
Dilansir dari Everydayhealth, masalah perut yang tidak nyaman seperti rasa mual, muntah, sakit perut, dan lainnya merupakan efek samping Ozempic yang paling umum dan ini adalah efek samping yang paling banyak dibicarakan sesama penggunanya. Meskipun sebagian besar pengguna tidak merasakan masalah ini, namun terdapat prosentase yang cukup besar terkait efek samping ini.
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan AS ( FDA ), uji coba terkontrol plasebo dari Ozempic menemukan tingkat efek samping berikut dari dosis 1 miligram ( Mg ):
Mual : 20.3%
Muntah 9.2%
Diare 8.8%
Sakit perut 5.7%
Sembelit 3.1%
Jumlah yang lebih kecil melaporkan gejala seperti refluks asam dan bersendawa berlebihan menjadi efek samping yang paling banyak di jumpai. Laporan dari forum Diabetes Daily menunjukkan bahwa efek buruk ini paling parah terjadi setelah suntikan obat diberikan. Pasien yang juga kemungkinan besar akan mengalami masalah ketika mulai menggunakan obat tersebut atau meningkatkan dosis menjadi dosis yang lebih tinggi.
- Wajah Ozempic dan bokong Ozempic
Wajah ozempic mungkin merupakan efek samping pertama yang menjadi viral pada awal bulan Januari 2023. Dimana kondisi ini menyebabkan kulit wajah yang menjadi kendur dan tampak lebih tua. Kemudian 6 bulan berikutnya pada pertengahan bulan Juni 2023 pola ini terulang kembali ketika banyak pengguna obat ini tengah mengunggah berbagai klaim apabila pantat ozempic menjadi viral.
Dalam setiap kasus yang berbeda, pengguna mengeluh bahwa obat tersebut membuat bokong mereka terlihat lebih kendur, bahkan terlihat sangat signifikan. Tidak sedikit para ahli yang berpendapat apabila hal tersebut murni disebabkan oleh penurunan berat badan dalam kurun waktu yang sangat singkat.
- Ileus ( kelumpuhan usus sementara )
Pada akhir bulan September 2023, FDA Amerika Serikat memperbarui label resmi Ozempic demi memperingatkan pengguna terkait potensi resiko ileus, yaitu adalah sebuah fenomena penyumbatan usus dalam pencernaan. Menurut Cleveland Clinic, ileus terjadi ketika kontraksi otot yang memindahkan makanan melalui usus pengguna menjadi lumpuh sementara, hal ini tentu dapat berakibat makanan yang dikonsumsi tidak dapat berpindah ke fase berikutnya, terperangkap dan tidak bergerak. Gejala ini mirip dengan gangguan usus fisik, termasuk kembung dan sembelit, selain itu kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi.
Gejala diatas adalah beberapa diantara banyaknya efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan Ozempic yang tidak tepat bagi pengguna. Terlebih setelah menjadi fenomena viral di berbagai medsos karena kemampuannya dapat menurunkan berat badan, namun ternyata lonjakan popularitasnya telah menyebabkan kelangkaan global, para dokter pun kerap kali mengingatkan potensi efek samping yang tinggi, bahkan tidak dianjurkan untuk menggunakan obat ini bagi pasien non-diabetes.
Video dengan tagar #ozempic telah disaksikan hampir 600 juta kali via TikTok, dimana para penggunanya telah secara rutin memberikan berbagai informasi dan proses penurunan berat badan mereka. Bahkan salah seorang pengguna Ozempic asal Prancis mencuitkan sebuah video TikTok dengan menyatakan bahwa, turun 40 kilogram dalam kurun waktu tiga bulan adalah sebuah hal yang mungkin, ini berkat ozempic dan ini adalah sebuah keajaiban.
Obat suntik dari perusahaan farmasi Denmark Novo Nordisk ini awalnya dikembangkan dan di setujui di beberapa negara demi mengobati penyakit diabetes tipe 2. Pada awal tahun 2021, sebuah hasil penelitian memperlihatkan hampir tiga per empat pengguna obat Ozempic dapat menurunkan 10 persen dari berat badan mereka. Dilansir dari VOAindonesia.com yang menjabarkan bahwa Jean-Luc Faillie selaku pakar Farmakologi di Universitas Montpellier - Prancis mengatakan bahwa “ ini mengakibatkan naiknya jumlah pengguna non-diabetes yang mendapat resep obat Ozempic dengan menggunakan resep dokter yang dipalsukan.
Bahkan perusahaan pencetus obat ini, Novo Nordisk menjelaskan bahwa lonjakan permintaan Ozempic telah melebihi antisipasi, hal ini telah mengganggu suplai obat dan stok di seluruh dunia. Regulator obat-obatan dari Prancis, ANSM mendesak para dokter untuk memberikan Ozempic hanya bagi para penderita diabetes.
Faillie menambahkan, para dokter juga menyatakan khawatir mengenai efek samping semaglutide yang tidak banyak dibahas, baik pasien maupun dokter yang tidak aktif dalam melaporkan efek samping dari obat gegara prestasi penurunan berat badan yang lebih penting ketimbang efek samping obat ini, kurus dan langsing merupakan paras ideal bagi kebanyakan orang di zaman sekarang, maka dari itu efek samping yang dapat dikesampingkan tidak begitu penting ketimbang terlihat sehat dengan postur tubuh yang ideal.
Mual merupakan efek samping dari Ozempic yang paling umum, ada juga kasus yang jarang dan lebih beresiko seperti pankreatitis akut, yang dapat terjadi bahkan dengan dosis yang lebih rendah. Selain itu gangguan empedu dan sembelit parah yang dapat mengakibatkan sumbatan usus.
Gimana? Apakah masih ingin kurus dengan cara yang tidak normal ?
Pantau terus yows..
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 