Patung Buddha atau patung Buddha ?
CT Scan yang dilakukan oleh tim peneliti asal Belanda menunjukkan bahwa sisa-sisa kerangka mumi biksu yang sedang bermeditasi di dalam patung Buddha duduk di sinyalir telah berumur lebih dari 1000 tahun lamanya, dilansir dari USA Today mumi di dalam patung Buddha yang berwarna emas diyakini adalah seorang guru Buddha dari Sekolah Meditasi Tiongkok yang telah meninggal sekitar 1100 tahun yang lalu, sang guru yang bernama Liu Quan adalah satu-satunya mumi Buddha Tiongkok yang berhasil menjalani sejumlah penelitian ilmiah dari negara Barat.
Patung itu dipajang tahun lalu di Museum Drents di kota Assen - Drenthe, sebuah museum yang cukup terkenal dan nilai historis dari museum ini juga telah memukau dunia semenjak dibuka pertama kalinya pada tahun 1854 di Belanda. Sebagai salah satu bagian pameran mumi dari museum ini sembari menjelaskan bahwa peristiwa ini adalah sebagai contoh dari mumifikasi diri, yaitu sebuah proses meditasi, kelaparan, dehidrasi dan keracunan yang menyiksa selama bertahun-tahun lamanya. Proses ini dilakukan oleh beberapa biksu Buddha demi mencapai sebuah pencerahan kekal dan penghormatan.
Ketika pameran berakhir pada bulan agustus tahun 2015, CT Scan di Meander Medical Center di Belanda mengungkapkan bahwa kerangka yang duduk tersebut adalah sosok manusia. Dengan mengambil sampel yang diambil dari rongga organ memberikan satu kejutan besar, yaitu potongan kertas yang dicetak dengan karakter mandarin kuno dengan sebuah pesan yang menunjukkan bahwa biksu ini telah disembah sebagai Buddha dengan status tertinggi.
Temuan ini pertama kali dilaporkan, namun pada saat itu tidak mendapat respon yang luas dari para pengamat, Arkeologi asal Irlandia memuat laporan selama beberapa lama yang tampaknya telah mengawali berita ini. Namun temuan ini merupakan sebuah temuan yang mengejutkan, Dilansir dari The History Blog Notes yang menyatakan bahwa sang biksu diketahui telah berada di dalam patung selama ribuan tahun, itulah sebabnya sang biksu dikirim ke Museum Drents sebagai bagian dari penemuan tersebut. Keberadaan mumi tersebut ditemukan pada awal tahun 1996 ketika patung tersebut dipugar di Belanda, Live Science menuliskan secara detail terkait apa temuannya, bagaimana usianya ditentukan, dan bahwa kapan kerangka ini secara detail untuk pertama kalinya dilakukan. Patung Buddha Tiongkok yang berisi sisa-sisa seorang biksu yang mungkin telah membuat dirinya menjadi mumi, berbagai tes DNA dan sampel tulang telah diambil demi mencari tahu keberadaan dari sang biksu.
Para peneliti masih belum dapat menentukan apakah biksu tersebut membuat mumi dirinya sendiri ? ini adalah sebuah praktik yang juga tersebar luas di Jepang dan dilarang pada abad ke 19, jika sang biksu melakukannya secara mandiri, prosesnya dapat dikatakan cukup mengerikan, seperti apa yang dijelaskan oleh Ancient Origins sebagai berikut :
Selama 1000 hari pertama, sang biksu menghentikan semua makanan kecuali kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan DLL selama mereka melakukan aktivitas fisik ekstensif demi menghilangkan semua lemak di tubuh mereka. Untuk fase 1000 hari kedua makanan mereka hanya dibatasi pada kulit kayu dan akar-akaran. Menjelang periode ini, mereka meminum sebuah minuman beracun yang terbuat dari getah pohon Urushi. Minuman ini dikonsumsi agar dapat menghilangkan cairan didalam tubuh dengan cepat dengan cara dimuntahkan, selain itu minuman ini juga bertindak sebagai pengawet agar dapat membunuh belatung dan bakteri yang dapat menyebabkan pembusukan jasad setelah kematian.
Pada tahap terakhir, setelah lebih dari enam tahun lamanya dari persiapan yang cukup menyiksa, biksu tersebut akan mengunci dirinya di dalam kuburan batu yang ukurannya hampir sama dengan tubuhnya sendiri, dimana sang biksu akan memasuki sebuah kondisi meditasi penuh dan duduk dalam posisi lotus sebagai posisi terakhir menjelang akhir hayatnya. Sebuah tabung udara kecil menyediakan oksigen di dalam kuburan batu, uniknya sang biksu akan membunyikan bel untuk memberitahukan kepada pengikutnya dan dunia luar bahwa dirinya masih hidup, ketika bel sudah berhenti berbunyi, maka tabung udara tersebut dilepas dan makam ditutup untuk ritual 1000 hari terakhir.
Pada akhir periode ini, makan akan dibuka untuk melihat apakah biksu tersebut berhasil membuat dirinya sebagai seorang mumi. Jika jasad ditemukan dalam kondisi diawetkan, maka sang biksu akan diangkat ke status Buddha, dan jenazahnya akan dikeluarkan dari makan dan ia akan ditempatkan di kuil sebagai tempat terakhir bagi dirinya untuk dipuja dan dihormati oleh para pengikut.
Namun apabila jenazahnya telah membusuk, maka sang biksu akan disegel kembali dimakamnya dan dihormati karena kontribusinya, akan tetapi tidak disembah untuk publik. Jika anda berada di Budapest sebelum bulan Mei, maka patung mumi sang Buddha ini akan dipajang di Museum Sejarah Alam Hongaria.
Selain itu masih ada seorang biksu Buddha yang cukup terkenal di kawasan Asia, dilansir dari WIKI yang menjelaskan bahwa Luang Pho Daeng adalah seorang biksu Buddha Thailand yang meninggal pada saat melakukan meditasi pada tahun 1973. Daeng lahir di Thailand pada tahun 1894, dirinya sempat tertarik menjadi seorang biksu di umurnya yang sangat muda. Pada awal dirinya menjajaki umur 20 tahun, dirinya dilanda sebuah dilema, pilihan yang cukup berat apakah dirinya memutuskan untuk menikah atau memilih untuk menikah. Namun akhirnya dirinya memilih untuk menikah dan membesarkan enam orang anak bersama sang istri.
Setelah semua anaknya beranjak dewasa, pada saat itu Daeng genap berusia 50 tahun lalu dirinya memutuskan untuk menjadi seorang biksu Buddha demi mewujudkan impian masa kecilnya. Ia sempat menjadi kepala biara di sebuah kuil di Thailand Selatan, namun gegara satu dan lain hal dirinya pindah ke Wat Khunaram dekat rumah masa kecilnya. Setelah itu dirinya berfokus kepada sebuah praktik yang disebut sebagai Sokushinbutsu, adalah sebuah praktek untuk mumifikasi diri.
Daeng meninggal dunia pada saat melakukan meditasi pada tahun 1973, jasad muminya di pajang di kuil Wat Khunaram di sebuah pulau Ko Samui provinsi Surat Thani - Thailand. Mumi ini terkenal karena memakai kacamata hitam yang dikenakan oleh pengasuhnya demi menyembunyikan rongga mata yang membusuk, sengaja dilakukan agar tampilannya tidak menakutkan para pengunjung atau mengganggu para jemaat yang lain. Selain itu sebuah peristiwa yang cukup menarik, sejenis spesies tokek Thailand menggunakan jasad sang biksu sebagai tempat tinggalnya dan menetaskan beberapa telur yang diletakkan di samping dari sang Biksu.
Pantau terus yows..
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 