Di Hongkong mulai ngga ada orang Hongkong ? pada kemana kah mereka ? ( Part 2 )
Dilansir dari Reuters.com, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri Inggris dan Permohonan Visa di tempat lain, hal ini terjadi ketika Beijing memperketat cengkramannya atas kawasan yang paling bergejolak, sebuah kota bekas jajahan Inggris yang dijanjikan berbagai macam hal termasuk kebebasan setelah kembali ke pemerintahan Tiongkok pada tahun 1997.
Berbeda dengan pengunjuk rasa dan aktivis yang meninggalkan negaranya dan menghadapi dakwaan terkait demonstrasi anti-pemerintah yang sering disertai dengan kekerasan pada tahun 2019, yang merupakan sebuah akumulasi dari banyak hal dan tidak sedikit warga yang merasa pada saat itulah kebebasan berpendapat sudah mulai menyusut.
Jadi dapat disimpulkan bahwa migrasi warga Hongkong yang terjadi adalah akibat dari faktor politik, terlebih setelah insiden yang terjadi pada tahun 2019, campur tangan Beijing terhadap Hongkong menjadi lebih ketat. Tidak hanya sampai disitu saja bahkan Tiongkok pun segera membuat UU terkait kontrol terhadap Hongkong dengan hukum Endangering national Security - 港區國安法. Singkatnya adalah pemerintah Tiongkok dapat menggunakan pasal ini untuk menghakimi siapa saja yang mereka anggap berpotensi untuk mengacau keamanan dalam negeri, dan pasal ini berlaku bagi seluruh warga Hongkong.
Menyadur data dari inmediahk.net yang mengatakan bahwa terhitung dari tahun 2019 hingga 2021 terdapat 259 orang yang sudah tertangkap dan bersiap untuk diadili dengan pasal ini, tidak sedikit pengamat politik, mantan dewan, ataupun jurnalis yang sedang diadili hingga saat ini. Tidak hanya dikhususkan untuk komentar publik atau pembahasan terkait insiden ini masih dianggap tabu oleh banyak orang termasuk netizen. Tidak sedikit para partisan anti-ekstradisi yang memilih untuk keluar dari Hongkong dengan alasan takut ditangkap dan berbahaya bagi masa depan keluarga mereka. Selain itu juga masih terdapat faktor kedua yang dipercaya oleh banyak orang adalah salah satu faktor utama alasan mereka memilih untuk hengkang kaki dari kota tercinta mereka, alasannya adalah faktor edukasi.
Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, perubahan kurikulum akademi yang diterapkan di berbagai sekolah baik swasta maupun negeri pun harus berubah, semula visi pengajaran yang berbasis pemikiran yang kritis serta edukasi secara general nampaknya harus segera ditiadakan dan segera digantikan dengan kurikulum yang berbasis Komunitas dan Patriotisme. Tidak sedikit para orang tua murid yang merasa tidak nyaman dan memilih untuk mengejar studi mereka di negara lain.
Lalu kemanakah perginya para migran baru ini ?
Dilansir dari berbagai perusahaan travel Hongkong, destinasi populer warga Hongkong antara lain : Inggris, Kanada, dan Australia yang didesain sedemikian rupa, program ini bahkan sempat mendapatkan julukan sebagai 港人救生艇 - Hong Kong People’s Lifeboat demi menggaet pangsa pasar baru. Misal untuk negara tujuan Inggris yang menawarkan BNO 5+1 Visa, yang dikhususkan untuk warga Hong Kong yang memiliki paspor yang dirilis oleh pemerintah Inggris untuk dapat mengenyam pendidikan dan akses bekerja di Inggris, dan setelah tinggal di sana selama 6 tahun berturut-turut maka sang pemohon pun memiliki kapasitas untuk mendapatkan kewarganegaraan UK. Pemerintah Kanada juga telah memberikan akses untuk visa kerja maupun sekolah yang ditujukan kepada warga Hong Kong, bahkan setelah jenis visa ini digunakan lebih dari satu tahun lamanya, maka pemohon memiliki akses untuk mendapatkan hak permanen residen.
Dari berbagai akses yang ditawarkan dari berbagai negara diatas, mayoritas dikhususkan bagi pekerja profesional dan usia produktif, terlebih Inggris yang sudah memilih untuk keluar dari Uni-Eropa dan tengah menghadapi krisis kekurangan SDM. dengan kemudahan ini serta skill berbahasa warga Hong Kong yang mayoritas cukup fasih dalam berbahasa Inggris tentu menjadikan Inggris sebagai negara tujuan favorit bagi warga Hong kong.
Bersambung di pekan depan, pantau terus yows..
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 