History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Dua Sisi - 2024-03-20

  • 20 March, 2024

Taiwan bukan negara besar, tapi mall menjamur? ( Part 3 ) 

 

Mari kita jawab mengapa hingga hari ini, dengan begitu banyaknya perubahan trend global serta berbagai kendala dalam dunia ekonomi, warga Taiwan masih tetap suka untuk berbelanja di pusat perbelanjaan besar seperti mall ini? Kita bagi menjadi dua perspektif yang berbeda agar dapat dijawab secara komprehensif, yang pertama adalah dari sisi konsumen. Dilansir dari data yang dibuat oleh Mega Bank - 兆豐銀行 terhitung dari tahun 2023 di bulan Januari hingga Mei warga Taiwan yang melakukan transaksi online berkurang sebanyak 5%, transaksi yang dilakukan di pusat perbelanjaan meningkat sebanyak 70%. Mengapa hal ini bisa terjadi? 

Jawabannya adalah bagi warga Taiwan, E-Commerce dan mengunjungi pusat perbelanjaan adalah dua hal dan pengalaman yang sangat berbeda. Secara gamblang shopping online tidak dapat disamakan dengan antusias ketika mengunjungi sebuah mall. Selain itu juga berbagai promo dan diskon yang hanya bisa didapatkan sebuah mall tertentu yang belum tentu dapat diakses ketika melakukan shopping online. Selain itu kembali kepada grup terbesar di Taiwan yang menjadi promotor utama dalam bisnis mall dan pusat perbelanjaan yang memiliki begitu banyaknya kapital sehingga dapat memberikan begitu banyak kredit bagi para pelanggan untuk tetap berbelanja di mall. 

Ditambah dalam persepsi dan kacamata warga lokal yang beranggapan bahwa mall adalah sebuah ikon dari sebuah tempat, artinya segala kegiatan dapat dilakukan di satu tempat, misal makan, berbelanja, salon, kebutuhan rumah tangga dan lain-lain menjadikan mall adalah sebuah tempat yang cukup terpadu dalam kegiatan sehari-hari. Maka dari itu tidak heran apabila harga properti yang berlokasi berdekatan dengan sebuah mall akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi ketimbang sebuah lokasi yang tidak memiliki mall. Selain itu adalah daya beli warga Taiwan yang cukup tinggi yang turut mendukung budaya “ pemberian hadiah “ - 禮尚往來, ini adalah sebuah budaya yang sangat mengakar dalam kehidupan sehari-hari di Taiwan. Pentingnya kehidupan bersosial dan interaksi dengan orang lain sangat ditekankan semenjak usia dini. 

Secara harfiah “ pemberian hadiah “ ini dapat diartikan sebagai etiket datang dan pergi, artinya ketika orang lain memperlakukan satu sama lain dengan sopan, mereka juga harus membalasnya dengan sopan pula. Kata-kata ini berasal dari The Book of Rites, yang merupakan buku panduan dari upacara musik tradisional Taiwan. Selain itu juga digunakan untuk menggambarkan cara orang lain memperlakukan anda, semakin tinggi derajat sosial yang dimiliki oleh seseorang maka akan semakin tinggi juga kontribusi orang ini dengan sosial. 

Maka tidaklah heran apabila dalam beberapa festival atau hari besar dalam primbon Tionghoa seperti hari raya imlek, Cap Go Meh, festival kapal naga - 端午節, Ghost Festival - 中元節, DLL memberikan bingkisan kepada sanak dan famili menjadi sebuah ritual yang tidak kalah penting daripada festival atau hari raya tersebut. Selain itu juga terdapat sebuah rumus yang tidak tercantum dalam berbagai buku panduan atau SOP dalam berkehidupan di Taiwan, yaitu ketika seseorang memberikan bingkisan ataupun hadiah, diharapkan agar di masa mendatang pada saat yang sama, sang penerima harus memberikan hadiah yang sepadan atau lebih “ Baik “ dalam konteks ini bisa diartikan sebagai lebih mahal atau lebih baik secara kualitas kepada orang yang pernah memberikan hadiah kepada diri kita. Lalu bagaimana apabila kita hanya menerima bingkisan tanpa memberikan hadiah susulan ? dalam budaya Taiwan, hal ini akan dianggap sebagai sesuatu yang kurang sopan terlebih dalam budaya sosial, ruang lingkup pekerjaan/profesional, DLL. Apabila kita punya kesempatan untuk datang ke sebuah mall pada saat perayaan, tidak jarang berbagai merek dan toko yang akan menawarkan versi produk dengan bungkusan ‘禮盒“ atau parcel, yang artinya adalah sebuah bingkisan kepada relasi. 

Inilah penjabaran singkat terkait mengapa terdapat begitu banyaknya mall di Taiwan , semoga jawaban ini dapat memberikan sebuah perspektif yang baru. 

 

Pantau terus yows.. 

Penyiar

Komentar