(Taiwan, ROC) --- Kondisi laut di lepas pantai timur Taiwan dalam beberapa hari terakhir sangat buruk. Penumpang yang naik kapal menuju Orchid Island melaporkan guncangan naik-turun yang begitu hebat hingga mereka menyebutnya seperti menaiki wahana kapal kora-kora.
Berdasarkan wawancara dengan penumpang, banyak yang mengalami mabuk laut parah, dan untuk periode di luar musim taifun, gelombang seperti ini tidak biasa.
Menurut prakiraan Ditjen Klimatologi Sentral (CWA), angin di sekitar area laut timur Taiwan bisa mencapai kekuatan level 7 atau lebih, dengan tinggi gelombang mencapai 3 meter.
Pulau Hijau (Green Island) yang berada di lepas pantai timur juga terkena dampak, dengan semua layanan kapal dibatalkan pada Senin kemarin (2/6). Hal ini sontak saja mengacaukan jadwal kedatangan dan kepulangan para penumpang.
Penumpang berteriak ketakutan karena ombak yang lebih tinggi dari kapal, menciptakan pemandangan yang mengerikan.
Pemandangan dari dalam kabin bahkan lebih mengejutkan, dengan guncangan yang begitu hebat hingga penumpang mengatakan seperti menaiki wahana kapal kora-kora.
Kabin bergoyang hebat, dan ombak terus memukul jendela, membuat penumpang menyebut situasi ini tidak normal.
Salah satu penumpang mengatakan, "Sebelum masuk pelabuhan, tiba-tiba ombak menjadi sangat besar. Karena kami duduk di lantai dua dekat jendela, Anda bisa melihat bahwa jendela hampir mencapai laut, maksudnya kapal bergoyang sedemikian rupa hingga Anda bisa melihat laut dari jendela."
CWA menerangkan bahwa karena adanya angin barat daya, membuat daerah timur Taiwan mengalami angin kencang akibat efek turunnya angin dari pegunungan, menyebabkan kondisi laut yang buruk di lepas pantai timur.
Menurut prakiraan, kekuatan angin pada Senin kemarin (2/6) bisa mencapai level 7, bahkan kemungkinan hingga level 8, dengan tinggi gelombang mencapai 3 meter.
"Saya baru saja mendengar dari penduduk setempat bahwa kapal menuju Lanyu pada tanggal 2 juga mengalami guncangan yang sama, dan sepertinya semua penumpang juga mabuk laut parah," tutur salah seorang penumpang.
Biasanya ketika tidak ada taifun, kondisi gelombang cenderung stabil, tetapi akhir-akhir ini kondisi laut memburuk, menyebabkan kapal harus lebih berjuang melawan ombak. Bahkan dilaporkan ada penyelam yang terseret arus, tetapi untungnya dapat diselamatkan.
Ombak yang bergelora membuat kapal kesulitan untuk bergerak maju.
Karena kondisi laut yang buruk di lepas pantai timur, layanan kapal ke Pulau Hijau juga mengalami guncangan seperti wahana kapal kora-kora. Tidak hanya itu, semua layanan kapal ke Pulau Hijau pada Senin (2/6), menyebabkan gelombang besar orang yang ingin kembali ke pulau utama pada tanggal 1 untuk menghindari gangguan pada jadwal perjalanan mereka.






