(Taiwan, ROC) --- Festival kembang api di Yanshui, Tainan, selalu menarik ribuan pengunjung setiap tahunny. Untuk tahun ini, festival tersebut telah dimulai pada hari Minggu kemarin (11/2) di Kuil Wu. Festival ini menandai pembukaan perayaan Yuanxiao tahun ini.
Para peserta yang ingin menyaksikan festival ini tidak hanya perlu mengenakan perlengkapan pelindung lengkap untuk menghindari cedera dari ledakan kembang api, tetapi pihak kuil juga mengingatkan adanya pantangan yang harus dipatuhi. Yang terpenting adalah tidak boleh menghalangi arah tembakan kembang api, karena hal tersebut dianggap tidak sopan terhadap para Dewa.
Puluhan ribu kembang api yang ditembakkan secara bersamaan menerangi langit malam Tainan. Para pengunjung yang berada di dekat lokasi peluncuran merasakan sensasi yang menggetarkan dan menegangkan saat "dimandikan" oleh kembang api.
"Tembakan pertama sudah dimulai, sangat menyenangkan! (Apakah intensitasnya kuat?) Ya, sangat kuat, luar biasa!" ungkap salah satu warga.
"Semoga negara kita aman dan sejahtera, semoga kita semua bisa menghasilkan banyak uang. (Mengapa tidak menggunakan penyangga tapi memilih menggendong sendiri?) Menggendong sendiri lebih menunjukkan ketulusan," tutur lainnya.
Festival ini merupakan tradisi unik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan terus menarik pengunjung dari berbagai daerah untuk merasakan pengalaman spiritual dan budaya yang khas dari Taiwan.
Peserta festival tidak hanya menggendong patung dewa dengan penuh kesungguhan, tetapi juga harus mengenakan perlengkapan pelindung lengkap untuk menghindari cedera dari kembang api.
Selain mengenakan helm full-face, mereka juga menggunakan masker untuk menghindari terhirup asap, serta mengenakan syal, jaket, dan celana panjang berbahan katun tebal. Mereka juga memasang karet gelang di bagian kaus kaki dan ujung celana untuk mencegah kembang api masuk ke dalam tubuh.
Pemandangan ribuan kembang api yang ditembakkan secara bersamaan sangat spektakuler, tetapi ada beberapa pantangan dalam menonton festival ini. Selain tidak boleh berdiri di depan menara kembang api atau tandu Dewa, orang yang sedang dalam masa berkabung atau wanita yang sedang menstruasi juga tidak dianjurkan untuk menonton. Terlebih lagi, dilarang menyentuh sarang kembang api secara sembarangan.
Ketua Kuil Wu Yanshui, Weng Zai-jin (翁再進) menjelaskan,"Mutlak dilarang menghalangi kembang api, karena semua pertunjukan ini dipersembahkan untuk Dewa Guan Sheng Di Jun. Jika Anda menghalangi kembang api, itu berarti tidak sopan terhadap Dewa."
250 menara kembang api akan terus menyala selama dua hari berturut-turut, dibagi menjadi beberapa rute yang berbeda, memberikan pengalaman festival kembang api lebah yang tak terlupakan bagi para pengunjung.






