(Taiwan, ROC) --- Dengan maraknya kasus penipuan, hal yang paling dikhawatirkan korban adalah apakah uang mereka bisa kembali atau tidak. Sebelumnya, proses mediasi dan prosedur hukum yang panjang akan memakan waktu sangat lama.
Namun, setelah diberlakukannya undang-undang anti-penipuan yang baru tahun lalu, Biro Investigasi Kriminal bekerja sama dengan bursa mata uang kripto untuk membangun mekanisme pelaporan dan membekukan dana ilegal, yang sangat mempercepat proses pengembalian.
Gelombang pertama telah berhasil mengembalikan dana kepada 32 korban penipuan dengan total lebih dari NT$11 juta.
Polisi bergerak cepat mengendalikan pria di kursi pengemudi. Dia adalah pelaku penarikan uang dari sindikat penipuan yang telah menghabiskan lebih dari NT$6 juta tabungan para korban. Meskipun pelaku telah ditangkap, masalah pengembalian uang menjadi fokus utama.
Kini Biro Investigasi Kriminal bekerja sama dengan operator mata uang kripto untuk membantu mengembalikan uang hasil jerih payah korban.
"Saya menerima pemberitahuan dari polisi bahwa ada kesempatan untuk mendapatkan kembali uang saya, setidaknya sebagian dari dana tersebut," terang salah seorang korban.
Mr. W yang tertipu hampir NT$4 juta dalam skema investasi palsu, kini telah menerima kembali lebih dari NT$800.000. Jumlah ini setidaknya dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Sindikat penipuan biasanya mencuci uang hasil kejahatan melalui mata uang kripto untuk menyembunyikan aktivitas ilegal mereka. Berkat undang-undang anti-penipuan yang baru, bursa kripto kini bekerja sama dengan polisi, mengaktifkan mekanisme pelaporan saat mendeteksi arus dana mencurigakan dan memberitahu korban. Pihak bursa juga dapat langsung mengembalikan dana kepada korban penipuan.
Gelombang pertama pengembalian dana telah menguntungkan 32 korban dengan total lebih dari NT$11 juta. Efisiensi pengembalian dana meningkat drastis, yang mana sebelum adanya undang-undang baru, membutuhkan waktu setidaknya 1 hingga 2 tahun melalui mediasi atau proses pengadilan.
Dan setelah undang-undang baru diberlakukan, maka dana dapat dikembalikan dalam waktu 6 bulan, setelah korban memberikan pernyataan dan verifikasi identitas
Lin Chien-long (林建隆), Kepala Pusat Pencegahan Kejahatan Teknologi Biro Investigasi Kriminal mengatakan, "Kami membangun kerjasama pemerintah dengan swasta, dimana pelaku usaha membantu menyelidiki arus dana ilegal yang berpotensi terkait penipuan di bursa kripto. Kami juga berharap dapat mempercepat pengembalian dana kepada korban penipuan."
Melalui undang-undang baru ini, kepolisian dan pelaku usaha tidak hanya memerangi penipuan tetapi juga mengejar pengembalian dana, sehingga korban tidak lagi merasa sendirian dan tak berdaya.






