(Taiwan, ROC) --- Selain industri wafer silikon yang menghindari pizza, berbagai industri juga memiliki pantangan saat membuka usaha mereka, yang dipercaya membawa keberuntungan.
Misalnya, penjual ayam menghindari menjual kerangka ayam kepada pelanggan pertama, karena dalam bahasa Taiwan, kata "tulang" terdengar seperti kata "kosong", yang ditakutkan akan membuat pendapatan kosong.
Sementara itu, staf department store khawatir jika pelanggan pertama meminta pengembalian atau penukaran barang karena dianggap akan mempengaruhi kinerja penjualan selanjutnya.
Mereka memiliki solusi cerdik seperti menempatkan benda pembawa keberuntungan untuk meningkatkan penjualan. Nanas dan pisang yang melambangkan keberuntungan juga merupakan persembahan umum untuk kemakmuran, meskipun pedagang kertas sembahyang yang familiar dengan ritual keagamaan mengatakan bahwa ini sebenarnya adalah pantangan bagi industri pemakaman dan apotek.
Daging ayam segar yang merah menggoda dipajang di kios, dengan penjual yang dengan teliti menjelaskan untuk menarik para pembeli, dan ada pelanggan yang ingin membeli tulang ayam tetapi ditolak.
Pelanggan yang bersangkutan mengatakan, "Saya tanya kenapa, dia bilang 'ke' (tulang) sama dengan 'kong' (kosong)."
Ternyata penolakan toko ini karena kata "ke" (tulang) dalam bahasa Taiwan terdengar seperti kata "kosong", sehingga beberapa toko menghindari menjualnya kepada pelanggan pertama mereka.
Ketika reporter berbicara dengan penjual ayam lain yang tidak terlibat dalam insiden tersebut, mereka mengatakan "Kami akan tetap menjualnya, harus dijual, bahkan jika mereka hanya membeli senilai NT$5."
Sama halnya dengan pembukaan bisnis lainnya yang sangat berhati-hati, staf department store juga khawatir tentang pelanggan pertama yang meminta pengembalian atau penukaran barang karena hal ini diyakini akan mempengaruhi kinerja penjualan sepanjang hari.
Staf department store menjelaskan, "Kami biasanya akan menyarankan pelanggan untuk melihat barang lain terlebih dahulu, setidaknya tidak langsung meminta pengembalian uang. Kami sarankan untuk menukar barang dan membayar selisih harga. Jika tidak ada pembayaran selisih harga, saya merasa ini tidak baik karena transaksi pertama hari itu menjadi tidak ada."
Setiap penjual memiliki cara sendiri menghadapi pelanggan yang ingin menukar atau mengembalikan barang, tetapi kebanyakan masyarakat tidak mengetahui tentang pantangan pembukaan toko ini.
Ketika ditanya apakah tahu bahwa pedagang paling takut pelanggan pertama meminta pengembalian barang , salah seorang masyarakat menyampaikan, "Tidak, saya tidak pernah mendengar hal seperti itu."
Pendapat masyarakat lain, "Untuk industri jasa, seharusnya bisa menerima sikap pelanggan seperti apapun, dengan begitu bisnis mereka akan lebih baik."
Sebenarnya banyak industri memiliki pantangan saat buka toko, seperti bengkel motor yang menghindari mengisi angin ban dan servis gratis, sedangkan warung prasmanan berharap pelanggan tidak hanya memesan nasi putih saja. Namun beberapa pengusaha memilih melakukan ritual persembahan untuk kemakmuran bisnis, meskipun ini juga memiliki pantangannya sendiri.
Penjual kertas sembahyang menjelaskan,"Di rumah duka dan tempat pemakaman, Anda tidak akan melihat persembahan nanas, pir, atau pisang. Karena tidak baik membuat orang yang meninggal semakin makmur'"
Penjual kertas sembahyang menambahkan bahwa nanas dan pisang justru adalah benda yang dihindari oleh industri pemakaman dan apotek, karena kemakmuran bisnis yang berkelanjutan bukanlah hal yang baik dalam konteks ini.
Namun, para pelaku usaha lebih memilih untuk mempercayai pantangan ini, dengan harapan bisnis mereka dapat berjalan lancar dan menghasilkan banyak keuntungan.






