(Taiwan, ROC) --- Tahun Baru Imlek tinggal seminggu lagi. Apakah Anda sudah menerima paket dan hadiah Tahun Baru yang Anda pesan? Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, banyak e-commerce dan gudang logistik telah mempersiapkan diri sejak sebulan yang lalu dengan menambah tenaga kerja dan kapasitas pengiriman.
Mereka bahkan beroperasi 24 jam untuk memaksimalkan volume pengiriman, sambil mengintegrasikan teknologi AI dan otomatisasi untuk meningkatkan kapasitas lini pengiriman.
Sebagai contoh, ada kawasan logistik pintar yang dilengkapi ratusan robot, di mana rak-rak berbobot hingga 1.000 kg dapat dipindahkan secara otomatis, sehingga sangat menghemat biaya tenaga kerja.
Paket-paket bergerak satu per satu di atas ban berjalan, sementara lengan robot otomatis bergerak ke kiri dan kanan untuk memilah barang. Amazon, perusahaan e-commerce AS, memiliki fasilitas pergudangan dan otomatisasi terbesar di dunia dengan volume logistik tahunan mencapai puluhan miliar unit. Pemandangan serupa juga dapat dilihat setiap hari di Taiwan selama periode Tahun Baru Imlek.
Rak-rak bergerak ke sana kemari, tapi di mana para pengirim barangnya? Ternyata, perusahaan e-commerce yang didirikan di Taiwan ini telah mengikuti tren global dengan mengadopsi bantuan AI, beroperasi 24 jam tanpa henti, dan tetap mengirimkan lebih dari satu juta jenis barang yang ada di gudang seperti biasa.
Senior Direktur Departemen Logistik Gudang E-commerce, Huang Yu-chun (黃玉淳) mengatakan, "Kami mengimplementasikan teknologi AI dengan densitas tertinggi dan peralatan gudang yang sepenuhnya otomatis untuk menyediakan layanan pengiriman tanpa henti selama periode Tahun Baru Imlek."
Di dalam kawasan logistik pintar, kombinasi teknologi AI dan otomatisasi gudang lengkap dengan ratusan robot dan lebih dari 10.000 rak penyimpanan. Robot-robot ini mampu memindahkan rak yang beratnya mencapai 1.000 kg ke stasiun kerja. Sistem ini dipadukan dengan armada pengiriman untuk memanfaatkan peluang bisnis di musim Tahun Baru Imlek.
Perusahaan e-commerce MIT lainnya juga secara aktif memperluas pusat logistik pintar mereka, dilengkapi dengan sistem penyimpanan otomatis berbasis palet dengan lengan robot. Dengan mengombinasikan lokasi di utara dan selatan, mereka dapat mengoptimalkan distribusi pesanan secara merata.
Perusahaan asing yang berekspansi ke Taiwan juga tidak mau ketinggalan, mengerahkan robot pemilah dengan Automated Guided Vehicle (AGV) dan algoritma picking, yang berhasil mengurangi intensitas tenaga kerja hingga 40%.
Penasihat Senior Industri ICT, Chen Tzu-ang (陳子昂) mengatakan, "Untuk pasokan lokal, waktu pengiriman harus dipangkas hingga kurang dari 8 jam. Hanya dengan kendaraan tanpa awak dan robot kita bisa mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja. Tren ke depan juga menunjukkan bahwa luas area gudang akan terus bertambah."
Pelaku industri lain mengungkapkan bahwa integrasi teknologi tidak hanya meningkatkan volume pengiriman secara berlipat ganda, tetapi juga mengurangi biaya personel dan transportasi, serta menghemat listrik hingga 40%.
Kombinasi teknologi inovatif dengan tenaga kerja yang diperlukan di garis depan logistik menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi, meningkatkan efektivitas operasional, dan memastikan masyarakat dapat menerima kiriman mereka tepat waktu untuk merayakan Tahun Baru Imlek.






