History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Ketuk Palu! Pekerja Migran India Akan Datang ke Taiwan, Gelombang Pertama 1.000 Orang untuk Sektor Manufaktur

  • 13 November, 2024
Kedai RTISI
Ketuk Palu! Pekerja Migran India Akan Datang ke Taiwan, Gelombang Pertama 1.000 Orang untuk Sektor Manufaktur

(Taiwan, ROC) --- Masalah kekurangan tenaga kerja di Taiwan semakin serius. Untuk mengatasi hal ini, Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) secara resmi mengumumkan akan mendatangkan pekerja asal India. Gelombang pertama akan terdiri dari 1.000 orang, dengan prioritas pada sektor manufaktur. Dari jumlah tersebut, 5% akan direkrut langsung oleh perusahaan dengan menggunakan sistem Direct Hiring. Mengenai kapan mereka akan tiba, Badan Pengembangan Ketenagakerjaan (WDA) menyatakan "secepat mungkin".

Menteri MOL Ho Pei-Shan (何佩珊) mengatakan, "Memutuskan untuk bersama-sama mendorong dimulainya program mendatangkan pekerja asal India."

Keputusan untuk mendatangkan pekerja asal India telah resmi dikonfirmasi. Meskipun sebelumnya sempat muncul isu akan ada gelombang besar 100.000 pekerja yang memicu kontroversi, tetapi kini diputuskan untuk mengambil langkah yang lebih kecil dan stabil.

Tahap awal akan difokuskan pada sektor manufaktur, dengan 1.000 pekerja India yang akan didatangkan. Dari jumlah tersebut, 5% akan direkrut langsung oleh perusahaan tanpa melalui agensi, dengan prioritas pada mereka yang fasih berbahasa Inggris.

Kepala WDA, Tsai Meng-Liang (蔡孟良) mengatakan, "Banyak pengusaha Taiwan yang telah memiliki pabrik di India, terutama di sektor manufaktur. Pekerja India juga banyak yang bekerja di sektor konstruksi dan pertanian. Ke depannya, mereka berpotensi untuk mengisi kekurangan tenaga kerja di berbagai bidang penting di Taiwan."

Program ini akan dievaluasi secara berkala, termasuk kemungkinan perluasan sektor dan jumlah pekerja di masa depan. Taiwan dan India juga akan mengadakan pertemuan tingkat kerja secara rutin untuk memastikan integrasi sistem manajemen dan lembaga yang bertanggung jawab di kedua negara. Namun, banyak pihak khawatir bahwa hal ini akan mengancam peluang kerja bagi pekerja lokal.

"Sebenarnya ini kesalahpahaman. Kami mendatangkan pekerja India di bawah kuota pekerja asing yang ada, jadi jumlahnya tidak bertambah. Ini hanya memberi pilihan sumber daya manusia yang lebih beragam bagi perusahaan," lanjut Tsai Meng-Liang.

Pada akhir Juli tahun ini, Taiwan kekurangan 66.000 tenaga kerja, dengan 21.000 di antaranya berada di sektor manufaktur. Namun, rencana mendatangkan pekerja India untuk mengatasi masalah ini memicu kekhawatiran tentang potensi gangguan keamanan.

Tsai Meng-Liang mengatakan, "Kami rasa ini adalah bentuk prasangka terhadap pekerja India. Berdasarkan berbagai survei internasional, tingkat kejahatan pekerja India tidak lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya."

Pemerintah menekankan pentingnya sikap terbuka dan toleran dalam menerima pekerja asing. Selain itu, proses perekrutan akan dilakukan dengan seleksi yang ketat untuk memastikan kualitas dan kelayakan para pekerja India yang akan datang ke Taiwan.

Penyiar

Komentar