(Taiwan, ROC) --- Klenteng Dewa Kekayaan "Da Pu Fu De Ci (大埔福德祠)" di Tainan terkenal akan jumlah peziarahnya yang selalu ramai. Banyak dari mereka yang menunaikan nazar dengan mempersembahkan jubah dewa, sehingga lemari pakaian sang Dewa sudah terisi penuh.
Untuk itu pihak klenteng memilih momen spesial, tepatnya pada perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur, untuk pertama kalinya melelang 35 jubah dewa bagi para peziarah yang ingin mendapatkannya melalui ritual "poa poe (擲筊)". Jubah-jubah ini diharapkan dapat memberikan berkah keselamatan dan keberuntungan bagi siapapun yang berjodoh.
Pendaftaran dilakukan langsung di lokasi dan bagi yang berhasil mendapatkannya dipersilakan memberikan sumbangan secara sukarela. Acara "Jubah Dewa Keberuntungan – Festival Pertengahan Musim Gugur" ini diselenggarakan pada tanggal 17 September 2024, pukul 09.30 pagi.
Ketua klenteng, Wu Ming-chong (吳明忠), menjelaskan bahwa acara pemberian berkah jubah dewa ini baru pertama kali diadakan dan terlaksana setelah mendapat persetujuan dari Dewa Keberuntungan itu sendiri, melalui ritual sembahyang.
Sebagian besar jubah yang diberikan merupakan jubah yang pernah dikenakan oleh Dewa Keberuntungan yang bersemayam di klenteng tersebut.
"Dalam kepercayaan dan tradisi agama, umumnya jubah dewa tidak akan diberikan kepada dewa lainnya. Bagi yang beruntung mendapatkannya bisa langsung diletakkan di altar rumah atau di dalam mobil untuk memohon keselamatan dalam perjalanan," ujar Wu Ming-chong.
Wu Ming-chong menambahkan bahwa menumpuknya jubah dewa ini dikarenakan banyaknya umat yang menunaikan nazar. Pada dasarnya, dewa hanya akan mengenakan jubah baru saat menjelang tahun baru Imlek atau saat upacara arak-arakan, sehingga kebutuhannya tidak banyak dan membuat lemari pakaian sang dewa cepat penuh.
"Akhir-akhir ini kami sementara tidak menerima sumbangan jubah dewa dari umat. Akan tetapi, karena ini merupakan bentuk ketulusan hati mereka, setiap jubah yang datang, tetap kami kenakan kepada dewa. Untuk acara kali ini, kami memilih 35 jubah yang kondisinya masih bagus, sekitar 70-80%," tutupnya.
Wu Ming-chong menjelaskan bahwa harga pasaran jubah Dewa Keberuntungan ini berkisar antara NT$7.000 hingga NT$8.000 untuk satu potongnya, bahkan ada yang mencapai NT$40.000 hingga NT$50.000, umumnya berhiaskan motif naga kembar di sisi kiri dan kanan.
Acara ini sengaja digelar bertepatan dengan perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur, supaya jubah-jubah tersebut dapat dibawa pulang oleh orang-orang yang berjodoh dengannya.
Pendaftaran dibuka langsung di lokasi pada pagi harinya, dan bagi yang beruntung mendapatkannya dipersilakan memberikan sumbangan sukarela.
Klenteng Dewa Keberuntungan yang terkenal di Tainan ini memajang jubah-jubah indah dan mewah dengan detail sulaman yang sangat halus. Setiap jubah dikemas dengan hati-hati karena merupakan wujud rasa syukur dari para umat. Harganya bervariasi, mulai dari NT$7.000 hingga NT$8.000, hingga yang termahal mencapai NT$40.000 hingga NT$50.000.
Seiring berjalannya waktu, lemari pakaian Dewa Keberuntungan pun penuh sesak dan tidak muat lagi. Pihak klenteng akhirnya memutuskan untuk mengadakan acara pemberian jubah dewa pada tanggal 15 bulan 8 dalam penanggalan Imlek. Semua orang berkesempatan untuk membawa pulang jubah dewa ini.
Seorang pria paruh baya yang berhasil menjadi yang pertama sudah datang sejak pagi untuk mengantre. Tahap pertama cukup mudah, hanya perlu mengikuti ritual "poa poe (擲筊)".
Setelah itu, mereka akan mengambil undian untuk menentukan jubah dewa nomor berapa yang akan dibawa pulang.
Banyak jemaah yang berebut untuk mendapatkan jubah dewa ini. Namun, jubah ini tidak boleh diperlakukan seperti baju bekas atau dikenakan pada patung dewa lainnya di rumah.
Ketua klenteng, Wu Ming-chong, menjelaskan, "Jubah dewa ini bisa diletakkan di rumah, baik di ruang tamu, kantor, atau bahkan di dalam mobil. Jubah ini dipercaya dapat memberikan perlindungan dan menangkal kesialan."
Kesempatan untuk mendapatkan jubah dewa yang biasanya dipakai oleh Dewa Keberuntungan sendiri merupakan hal yang langka. Tahun ini, kesempatan tersebut hadir bertepatan dengan perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur, dengan sistem sumbangan sukarela. Tak heran jika banyak orang yang tertarik dan sudah bersiap di depan Klenteng Dewa Keberuntungan sejak pagi buta.






