(Taiwan, ROC) --- Kumbang tessaratoma papillosa telah mengancam pohon leci dan lengkeng dalam beberapa tahun terakhir. Ditjen Kehutanan dan Konservasi Alam Chiayi baru-baru ini mengadakan sebuah sosialisasi, di mana kumbang tessaratoma papillosa digoreng.
Namun, karena kumbang tersebut bukan serangga yang secara legal dinyatakan dapat dimakan, maka Administrasi Makanan dan Obat-obatan serta Biro Kesehatan Kabupaten Chiayi secara khusus mengirimkan perwakilan mereka untuk mengawasi kegiatan tersebut.
Menanggapi kekhawatiran yang muncul dari acara ini, otoritas berwenang menyatakan bahwa tidak ada yang memakan kumbang selama acara tersebut. Selain itu, Divisi Kehutanan Chiayi juga menyatakan bahwa materi kursus telah disesuaikan sesuai dengan peraturan hukum, yang mengarahkan para peserta untuk memasak kepompong lebah sebagai alternatif.
Pada tanggal 27 April 2024, Ditjen Kehutanan dan Konservasi Alam Chiayi mengadakan kegiatan sosialisasi, di mana para peserta diajak mengenal lebih dekat tentang ciri-ciri kumbang tessaratoma papillosa dan juga membuatnya menjadi bagian dari sebuah resep kreatif.
Selama kegiatan, kumbang digoreng dalam minyak panas. Seorang instruktur kursus menjelaskan sambil menggoreng bahwa gejala berbuih menunjukkan adanya kandungan air di dalam serangga tersebut. Setiap serangga digoreng hingga renyah.
Kemudian, beberapa daun basil Thailand dan bawang putih juga digoreng, dan semuanya disajikan bersama sebagai hidangan.
Namun, peserta hanya dapat melihat, tidak bisa mencicipi hidangan tersebut karena kumbang tessaratoma papillosa bukan serangga yang secara legal diperbolehkan untuk dimakan.
Selama acara dan sesi kursus tersebut, personel dari Administrasi Makanan dan Obat-obatan serta Biro Kesehatan Kabupaten Chiayi hadir dan merekam seluruh proses. Kehadiran mereka merupakan bagian dari pengawasan karena penggunaan kumbang tessaratoma papillosa dalam masakan, adalah hal tidak diizinkan sebagai bahan makanan legal.
Dewan Asosiasi Pendidikan Lingkungan Republik Tiongkok (CSEE), Hsu Yi-hsuan (許毅璿) mengatakan, “Di Pusat Pendidikan Alam Chukou, membahas dari perspektif internasional, tentang refleksi kita terhadap budaya makanan.”
Ketika kursus tersebut mendapat perhatian, instruktur yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut segera menjelaskan bahwa itu hanya merupakan sebuah konsep berpikir. Selain itu, di lokasi juga disajikan hidangan serangga lainnya, yaitu kue pancake yang dibuat dari kepompong lebah. Para peserta kursus mencicipi dan merasakan hidangan tersebut. Namun, pertanyaan yang masih tersisa adalah apakah benar-benar ada seseorang yang memakan kumbang yang digoreng itu pada hari itu.
Ketua Administrasi Makanan dan Obat Biro Kesehatan, Huang Shu-jen (黃淑貞) mengatakan, “Pada hari itu, pemeriksaan dilakukan dan tidak disediakan untuk konsumsi publik”
Meskipun tidak benar-benar membiarkan peserta memakan serangga tersebut, tetapi kegiatan ini telah menimbulkan kekhawatiran.
Sekjen Ditjen Kehutanan dan Konservasi Alam Chiayi, Zheng Jun-teng (鄭鈞騰) mengatakan, “Untuk bagian ini, di masa depan, ketika para pengajar mengimplementasikan kursus-kursus tersebut, kami juga akan memungkinkan mereka, untuk melakukan penyesuaian pada konten kursus.”
Ditjen Kehutanan dan Konservasi Alam Chiayi juga telah memberikan respons, menjelaskan bahwa kegiatan pada hari tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Karena kumbang tessaratoma papillosa dalam beberapa tahun terakhir telah merusak pohon leci dan lengkeng, maka Ditjen Kehutanan mengadakan acara bersangkutan. Namun, aktivitas ini hampir saja melanggar batas, dan sempat membuat pihak pengawas terkejut.






