History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Harga Emas Dalam Negeri Mendekati Ambang Batas NT$10.000, Naik Menjadi NT$9.630 per Satu Qian錢

  • 18 April, 2024
Kedai RTISI

(Taiwan, ROC) --- Setelah konflik di Timur Tengah, banyak orang memilih untuk membeli emas. Akhir-akhir ini, harga emas internasional juga terus melonjak, sehingga mempengaruhi harga emas domestik yang terus mencetak rekor tinggi.

Pada Selasa kemarin (16/4), harga emas di Taiwan telah mencapai NT$9.630, semakin mendekati angka NT$10.000.

Namun, para ahli berpendapat bahwa peningkatan harga emas utamanya disebabkan oleh terus menurunnya harga obligasi AS, yang menyebabkan banyak bank sentral kehilangan cadangan devisa. Hal ini serta merta meningkatkan pembelian komoditas emas sebagai produk safe-haven. Di antaranya, Bank Sentral Rusia dan Bank Rakyat Tiongkok memiliki pengaruh paling signifikan.

Perhiasan mewah tersusun rapi, berkilauan memikat. Jika ingin membeli perhiasan emas, maka dompet juga harus cukup tebal. Mengingat harga emas internasional yang terus melonjak, bahkan pernah mencapai lebih dari US$2.400 Dolar AS per ons, atau setara dengan lebih dari NT$78.000.

Beberapa bank investasi Wall Street, seperti UBS dan Goldman Sachs, juga secara terus menerus menyatakan optimisme terhadap prospek emas. Harga emas domestik juga terus memecahkan rekor baru.

Menurut Asosiasi Perhiasan Kota Taipei, harga emas domestik per tanggal 15 April 2024 adalah NT$9.520 per 1 qian. Keesokan harinya naik menjadi NT$9.630. Harga semakin mendekati batas NT$10.000.

Para pedagang perhiasan menyatakan banyak orang yang berencana menikah berusaha membeli sebelum harga menjadi lebih mahal.

Para ahli menganalisis bahwa lonjakan harga emas tidak hanya disebabkan oleh risiko geopolitik yang meningkatkan kebutuhan akan aset safe haven, tetapi juga karena terus turunnya harga obligasi AS yang menyebabkan banyak bank sentral kehilangan cadangan devisa mereka.

Akibatnya, mereka meningkatkan stok emas sebagai cadangan. Bank Sentral Rusia dan Bank Rakyat Tiongkok memiliki pengaruh paling signifikan dalam hal ini.

Kedua negara tersebut sedang melakukan langkah "de-dollarisasi" dengan menjual obligasi AS dan membeli emas.

Rusia, khususnya, karena invasi ke Ukraina, telah dibekukan aset devisa oleh negara-negara Barat dan hanya bisa memilih untuk menyimpan cadangan emas. Di Tiongkok, permintaan emas sudah secara tradisional kuat di kalangan masyarakat.

Namun, harga emas terus mencetak rekor tertinggi baru. Para ahli juga memperingatkan untuk waspada terhadap fluktuasi jangka pendek. Jika ingin spekulasi dengan mengikuti tren kenaikan, juga harus sangat hati-hati. Jika tujuannya adalah tabungan jangka panjang, metode investasi secara rutin dan berkala masih merupakan cara terbaik.

Penyiar

Komentar