(Taiwan, ROC) --- Kontroversi keamanan pangan yang melibatkan bubuk cabai "Sudan Merah" terus berlanjut.
Pada awal pekan ini, bumbu dalam salah satu produk Hai Di Lao ditemukan menggunakan bahan baku bubuk cabai yang mengandung Sudan Merah, dan telah didistribusikan ke 16 cabang.
Pihak pengelola menyatakan bahwa produk tersebut telah segera ditarik dari peredaran dan dikirim untuk pengujian, dan menekankan bahwa tidak ada kerja sama langsung dengan perusahaan perdagangan internasional Jinzhan.
Saat ini, jumlah importir yang ditemukan mengimpor bubuk cabai mengandung Sudan Merah dari Tiongkok bertambah menjadi empat. Dan melalui inspeksi yang dilakukan, satu per satu pemasok di hilir ditemukan menggunakan bubuk bersangkutan.
Publik beranggapan bahwa skandal keamanan pangan ini masih akan terus melebar. Namun demikian, Menteri Kesejahteraan dan Kesehatan (MOHW), Hsueh Jui-yuan (薛瑞元), menyatakan bahwa ini merupakan upaya untuk menangkap 'kasus yang lolos' di pasar, bukan perluasan masalah.
Anggota legislatif mempertanyakan, mengapa setelah ditemukan bubuk cabai impor dari Tiongkok pada Mei tahun lalu, hanya peningkatan inspeksi batch yang dilakukan, tetapi langkahnya terlambat.
Hsueh Jui-yuan menjawab, pihaknya akan mempertimbangkan untuk memasukkan Sudan Merah ke dalam sistem peringatan risiko tinggi dan mengadopsi inspeksi 100% di pintu perbatasan.
Boks-boks bahan makanan, semua disegel oleh staf biro kesehatan. Merek hot pot terkenal Hai Di Lao, ditemukan oleh Dinas Kesehatan Kota Taoyuan menggunakan bubuk cabai yang mengandung Sudan Merah dalam salah satu produknya. Produk ini juga telah didistribusikan ke 16 cabang.
Pihak pengelola segera menarik kembali 145 kilogram dan mengembalikan 734 kilogram produk yang dicurigai.
Bubuk cabai dalam bumbu Hai Di Lao berasal dari perusahaan perdagangan internasional Gin Zhan. Hai Di Lao juga menekankan bahwa tidak ada hubungan kerja sama langsung antara kedua belah pihak.
Perusahaan Perdagangan Internasional Gin Zhan di Kaohsiung menurunkan pintu besinya, seolah-olah tidak beroperasi. FDA dan biro kesehatan lokal terus melakukan penyelidikan.
Selain perusahaan Bao Hsin pada awalnya, kini beberapa perusahaan lainnya juga tersandung kasus serupa, missal perusahaan perdagangan internasional Gin Zhan (津棧國際貿易), perusahaan Chia Guang (佳廣國際貿易) dan Hai Shuen (海順國際食品).
Dari perusahaan yang ada, ditemukan 10 batch bubuk cabai yang mengandung Sudan Merah, dan semuanya diimpor dari Tiongkok.
Kasus keamanan pangan terkait Sudan Merah terus meluas, mulai dari akhir Januari, termasuk snack udang, daging kering, dan berbagai bumbu.
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan, Hsueh Jui-yuan kemudian menjelaskan bahwa pihaknya sedang menangkap kasus yang lolos, yang mana ini kemudian dikritik oleh anggota Yuan Legislatif.
Anggota Yuan Legislatif (KMT), Wang Yu-min (王育敏) mengatakan, "Pada tanggal 1 Maret diumumkan bahwa begitu ditemukan masalah, maka impor akan dilarang sepenuhnya. Langkah tegas ini baru diambil. Namun, kenyataannya, krisis ini sudah dimulai sejak Mei tahun lalu. Seberapa serius sebuah risiko harus dianggap berisiko tinggi?"
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) Hsueh Jui-yuan (薛瑞元) mengatakan, "Jika bahan industri ditambahkan ke makanan. Ke depan, kita harus bisa mempertimbangkan, untuk mengategorikan semua ini sebagai risiko tinggi."
Selama interogasi, anggota Yuan Legislatif juga menyampaikan bahwa kekurangan personel FDA untuk melalukan inspeksi di pintu perbatasan, juga menjadi hambatan utama. Apalagi personel hanya ditambahkan sebanyak satu orang dalam lima tahun, dan tentu saja hal ini tidak cukup.
Ketua Food and Drug Administration, Wu Shou-mei (吳秀梅) mengatakan, "Jika mengandalkan pegawai negeri, saat ini mungkin sulit untuk merekrut. Diharapkan bisa menambahkan sepuluh orang terlebih dahulu untuk membantu. Terus berupaya."
Kini, masalah keamanan pangan bubuk cabai Sudan Merah menjadi fokus perhatian semua pihak. Pemerintah pusat dan lokal terus menyelidiki aliran distribusi, dengan harapan agar kasus ini tidak semakin meluas.






