(Taiwan, ROC) --- Ketika hari libur tiba, maka biaya penginapan di banyak kabupaten atau kota di Taiwan, selalu jauh lebih tinggi dibandingkan hari biasa. Menteri Transportasi Wang Kwo-tsai (王國材) dalam sebuah wawancara berpendapat bahwa dengan pemulihan jalur penerbangan tahun ini yang sudah melebihi 90%, maka diperkirakan kunjungan turis internasional bisa mencapai 12 juta orang.
Hal ini diharapkan dapat mengisi kekosongan penginapan di industri perhotelan selama periode non-puncak.
Jika demikian, ada alasan untuk meminta pelaku usaha menurunkan harga kamar di akhir pekan. "Jika tidak, saya akan menegur mereka," kata Wang Kwo-tsai.
Namun, pelaku industri perhotelan berpendapat bahwa harga kamar ditentukan oleh mekanisme pasar, dan bahkan jika jumlah turis memenuhi target, masih ada masalah seperti kekurangan tenaga kerja dan kenaikan harga listrik yang perlu diatasi.
Bunga sakura mekar di kedua sisi sungai, menghadirkan pemandangan yang sangat indah. Untuk menyaksikan keindahan sakura, tidak perlu jauh-jauh pergi ke luar negeri. Di Taiwan, Anda juga bisa menikmatinya. Namun, harga penginapan hotel di Taiwan saat akhir pekan sangat mahal. Apakah uang ini layak untuk dibelanjakan?
Menteri Perhubungan Wang Kwo-tsai juga memberikan pandangannya tentang harga kamar hotel.
Dia berpendapat bahwa dengan pemulihan jalur penerbangan yang telah melebihi taraf 90% pada tahun ini, membuat kedatangan turis internasional ke Taiwan diharapkan dapat mencapai 12 juta orang.
Ini dapat mengisi kekosongan di industri perhotelan selama periode non-puncak.
Jika demikian, ada alasan untuk meminta industri perhotelan menurunkan harga selama periode puncak.
Dia juga mengatakan, jika mereka menghasilkan uang selama periode non-puncak tetapi masih mahal selama masa puncak, maka "Saya akan menegur mereka," ujar Wang Kwo-tsai.
Sekjen Asosiasi Perhotelan dan Penginapan Komersial Republik Tiongkok, Zhuo Qian-hui (卓倩慧) mengatakan, "Mengajak pemerintah untuk menghormati mekanisme pasar yang menetapkan harga kamar ini. Kekurangan tenaga kerja, yang seharusnya memungkinkan semua kamar dijual, berubah karena pertimbangan tenaga kerja yang ada, sehingga hanya 50% atau 60% kamar yang dapat dijual.
Jumlah turis internasional yang datang ke Taiwan tahun lalu hanya berjumlah 6,48 juta orang, masih jauh dari target tahun ini, yakni sebanyak 12 juta orang.
Zhuo Qian-hui (卓倩慧) mengatakan, "Yang bisa diperhatikan oleh pemerintah adalah kualitas, bukan kuantitas pengunjung yang datang ke Taiwan. Jika setiap pengunjung yang datang ke Taiwan, bisa benar-benar menyelami Taiwan, dan menginap di semua penginapan di Taiwan selama dua atau tiga malam, bahkan seminggu, sebenarnya itu akan sangat membantu kami."
Meningkatnya jumlah wisatawan internasional diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah tingginya harga penginapan di Taiwan. Namun, industri penginapan masih menghadapi tantangan kekurangan tenaga kerja yang dapat menghambat pemulihan pariwisata.






