History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Menyerobot Area Parkir SPKLU Mobil Listrik, Warga: Ya Sudah! Denda Saja!

  • 04 July, 2023
Kedai RTISI
Menyerobot Area Parkir SPKLU Mobil Listrik, Warga: Ya Sudah! Denda Saja!

(Taiwan, ROC) --- Volume penjualan kendaraan listrik di Taiwan memperlihatkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada tahun 2021, volume penjualan kendaraan listrik di Taiwan berada di angka 7.064 unit. Angka ini meningkat drastis pada tahun 2022, yakni mencapai 16.120 unit.

Semakin banyak kendaraan listrik yang dipunyai masyarakat, maka kebutuhan terhadap Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga meningkat. Baru-baru ini, salah seorang warga mengeluhkan adanya mobil listrik yang berhenti terlampau lama di SPKLU yang terdapat di salah satu Pusat Perbelanjaan Kota Kaohsiung.

Bahkan ada beberapa pihak yang malah menggunakan area SPKLU sebagai tempat parkir kendaraan mereka.

Tidak lama kemudian pemilik mobil pun datang. Parkir di area Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tanpa mengisi baterai, tentu tidak dibenarkan.

Sebuah mobil listrik berwarna hitam mendatangi pusat perbelanjaan di Kaohsiung, kemudian berhenti SPKLU tanpa melakukan pengisian daya baterai. Aksi ini kemudian membuat pemilik mobil lainnya tidak puas, karena ia tidak bisa menemukan SPKLU yang kosong .

Manajer Pemasaran Dept. Store, Tsai Chung-wei (蔡忠瑋) mengatakan, “Jika kondisi ini benar-benar terjadi, maka ada staf kami yang bisa membantu untuk memandu dia untuk menuju area parkir umum lainnya.”

Volume penjualan kendaraan listrik di Taiwan meningkat drastis. Angka penjualan pada tahun 2021 berada di angka 7.064 unit. Angka ini meningkat drastis pada tahun berikutnya.

Di tengah semakin banyaknya kendaraan listrik di tengah masyarakat, maka angka kebutuhan terhadap SPKLU juga meningkat. Namun ada beberapa tindakan yang tidak terpuji, misal menjadikan SPKLU sebagai area parkir memberhentikan kendaraan mereka.

Wakil Ketua Biro Perhubungan, Liu Chien-pang (劉建邦) mengatakan, “Jika ada pelanggaran, maka bisa didenda NT$ 600 hingga NT$ 1.200.”

Ketua Proyek Area Parkir, Zhuang Zheng-yang (莊政陽) mengatakan, “Perkuat sosialisasi atau menggunakan teknik penguncian digital. Memberikan prioritas untuk berhenti bagi kendaraan listrik.”

Ketentuan SPKLU kemungkinan akan mengadopsi peraturan pada area parkir pada umumnya, yang menyediakan tempat khusus bagi ibu hamil dan kaum disabilitas. Dengan kata lain, bagi warga yang tidak mengisi baterai, maka dilarang untuk berhenti di area SPKLU. Bagi pelanggar, maka bisa dikenakan denda maksimal NT$ 1.200.

Meski belum ada peraturan yang mengharuskan, tetapi para warga diminta untuk jangan memberhentikan mobil mereka di area SPKLU, jika tidak hendak mengisi daya baterai. Dengan demikian, dapat mengurangi terjadinya perselisihan di tengah warga.

Penyiar

Komentar