(Taiwan, ROC) --- Kamar Dagang Eropa bekerja sama dengan perusahaan konsultan pekerja profesional, Robert Walters, merilis laporan perihal “Survei Pendapatan Secara Digital Tahun 2023”.
Laporan tersebut menguak, di tengah ketidakpastian ekonomi dunia tahun ini, membuat banyak perusahaan memilih tidak membuka lowongan kerja baru. Pemilik perusahaan cenderung akan lebih berhati-hati sebelum memulai perekrutan karyawan baru mereka.
Angka pertumbuhan gaji di Taiwan pada tahun ini juga tidak sebaik tahun lalu, dengan rata-rata yang hanya berkisar 10% hingga 15%.
Laporan bersangkutan juga menuliskan, pertumbuhan sektor teknologi AS yang kian melambat telah memicu terjadinya PHK besar-besaran.
Industri teknologi Taiwan di lain pihak juga berkemungkinan memasuki siklus resesi pada tahun ini, dikarenakan menurunnya permintaan pasar. Hal tersebut diperburuk dengan jumlah pasokan yang terlampau berlebihan, sehingga membuat banyak perusahaan memutuskan untuk mengurangi jumlah karyawan.
Meski demikian, sektor kendaraan listrik, komputasi awan dan stasiun pemancar jaringan 5G, akan mengalami prospek pertumbuhan yang positif.
Laporan bersangkutan juga menyebutkan, di tengah era pascapandemi saat ini, tantangan yang akan dihadapi oleh pemilik perusahaan akan semakin besar, terutama untuk membuka perekrutan baru.
Meski industri teknologi identik dengan talenta profesional yang berkelanjutan, bahkan ada beberapa perusahaan yang malah memutuskan untuk menaikkan gaji karyawan mereka sebanyak 40%, tetapi secara keseluruhan para pemilik perusahaan memilih untuk mengambil keputusan yang cenderung konservatif.
Secara rata-rata, kenaikan gaji tahun ini tidak sebaik tahun lalu, dengan rata-rata yang hanya berkisar 10% hingga 15%.
Manajer perusahaan Robert Walters, John Winter mengatakan, “Terlepas dari kasus khusus yang baru disebutkan tadi, tingkat pertumbuhan gaji tahun ini mungkin tidak sebesar tahun lalu. Dalam situasi seperti demikian, sikap perusahaan untuk memperkerjakan karyawan (baru) mungkin menjadi lebih konservatif.”
Hasil survei juga menyebutkan, situasi epidemi juga telah mengubah perspektif masyarakat perihal lingkungan pekerjaan.
John Winter mengatakan, “Inilah yang diinginkan banyak karyawan, terutama yang bekerja di sektor penyedia perangkat lunak. Kami juga melihat banyak perusahaan karena alasan ini kemudian melepaskan peluang ini. Hingga akhir tahun lalu, kami juga mengetahui jika ada banyak perusahaan yang tengah mengarah ke sini. Namun, ada beberapa sektor yang mungkin sulit untuk menerapkannya, misal industri manufaktur tidak mungkin menggunakan metode online ini. Namun, banyak juga perusahaan yang akhirnya menerapkan metode ini, misal industri konsumen.”
Laporan tersebut juga mengimbau kepada pihak perusahaan untuk bisa beradaptasi dengan metode yang lebih fleksibel. Perusahaan juga harus segera merumuskan strategi yang tepat, guna mengurangi ketidaknyamanan yang mungkin akan dialami para karyawan, ketika mereka kembali bekerja setelah epidemi COVID-19 benar-benar mereda.







