(Taiwan, ROC) --- Prosesi arak-arakan tandu Dewi Mazu dari Kuil Baishatun Gongtian sudah memasuki hari ketiga. Kini seluruh umat tengah berada di kawasan Distrik Shalu dan Qingshui Kota Taichung. Ada lebih dari 110.000 umat yang berjalan mengikuti tandu Dewi Mazu.
Prosesi arak-arakan tandu Dewi Mazu dari Kuil Baishatun Gongtian mulai memasuki kawasan Taichung pada Senin kemarin (13/2). Ada lebih dari 110.000 umat yang berjalan mengikuti tandu Dewi Mazu. Saat melewati Distrik Shalu, tandu Dewi Mazu pun berhenti di salah satu pengusaha garmen setempat. Sang pemilik usaha pun kegirangan karena tempatnya dipilih oleh Dewi Mazu.
Pemilik perusahaan, Hsieh Jin-biao (謝金標) mengatakan, “Akhirnya penantian kami, terwujud juga tahun ini. Kami hanya berbicara dalam hati kami, siapa yang menduga kalau Dewi Mazu mendengarkannya. Sehingga tahun ini Dewi Mazu berhenti untuk memberikan berkatnya.”
Dalam prosesi arak-arakan kali ini, ternyata ada sosok yang tidak begitu asing, yaitu mantan anggota legislator Yen Kuan-heng (顏寬恒) yang beberapa saat mengikuti tandu Dewi Mazu.
Pihak Kuil Baishatun Gongtian menyampaikan, seluruh rute dalam prosesi arak-arakan ini ditentukan oleh Dewi Mazu sendiri.
Ada kejadian unik saat tandu tengah berjalan. Ketika berada di salah satu persimpangan jalan, tiba-tiba tandu Dewi Mazu pun berhenti. Seluruh umat yang kebetulan berada di tempat pun kebingungan, karena tandu Dewi Mazu enggan untuk berjalan hingga 5 menit lamanya.
Benar saja, ketika semua orang kebingungan, tiba-tiba ada mobil ambulans yang datang dari arah belakang. Dewi Mazu sepertinya sudah tahu keberadaan mobil ambulans tersebut, dan hendak memberikan jalan kepada mobil ambulans bersangkutan.
Setelah mobil ambulans lewat, tandu Dewi Mazu pun kembali berjalan. Umat yang kebetulan menyaksikan peristiwa tersebut, akhirnya bersorak kegirangan.
Tidak hanya berhenti di perkantoran, pertokoan dan rumah sakit, tandu Dewi Mazu juga berhenti di rumah-rumah warga, memberikan berkat kepada para pengikutnya.







