(Taiwan, ROC) --- Meramal keberuntungan di tahun yang baru sudah menjadi tradisi bagi sebagian masyarakat di Taiwan. Tidak hanya berlaku bagi individu, meramal juga tak kala dilakukan untuk mengetahui peruntungan suatu negara, terutama saat hendak memasuki tahun yang baru.
Kuil Guandi yang terleltak di Wujia, Kaohsiung merilis hasil ramalan yang memprediksi peruntungan Taiwan selama tahun kelinci mendatang. Hasil yang ramalan yang diperoleh adalah “menengah ke atas”.
Secara keseluruhan, peruntungan Taiwan akan lebih dari tahun lalu. Selama musim semi dan musim panas, keberuntungan Taiwan akan “datar-datar”saja. Memasuki bulan kedua dalam penanggalan Imlek, situasi pandemi COVID-19 diramalkan masih akan menyelimuti kawasan Taiwan.
Isi ramalan juga memprediksi, situasi ekonomi masyarakat akan perlahan-lahan membaik, jika para petinggi mau turun tangan menuntaskan persoalan yang ada dan berupaya menstabilkan lonjakan harga barang saat ini.
Memasuki bulan kedua dalam penanggalan Imlek, Taiwan masih harus waspada terhadap situasi epidemi dan kemungkinan terjadinya 3 bencana alam. 3 bencana alam di sini meliputi, bencana angin, air dan api.
Di samping itu, juga masih ada ancaman terhadap kemungkinan terjadinya lonjakan penularan epidemi COVID-19.
Peruntungan Taiwan pada pertengahan kedua tahun kelinci diramalkan akan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Memasuki bulan ke sembilan dalam penanggalan Imlek, roda perekonomian Taiwan akan menghangat. Situasi membaik akan semakin jelas terlihat, seiring dengan masuknya musim gugur dan dingin.
Apakah ramalan dari Kuil Guandi di Wujia, Kaohsiung tepat sasaran? Tentu saja, jawaban ini relatif, tergantung dari bagaimana kita menyikapinya.







