History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Tertular COVID-19 Saat Menjalankan Swakontrol Kesehatan, Apakah Kasus 16859 Terinfeksi di Tengah Komunitas Masyarakat Taiwan?

  • 17 December, 2021
Kedai RTISI
Tertular COVID-19 Saat Menjalankan Swakontrol Kesehatan, Apakah Kasus 16859 Terinfeksi di Tengah Komunitas Masyarakat Taiwan?

(Taiwan, ROC) --- Setelah menyelesaikan prosedur karantina dan kembali ke tempat tinggalnya, kasus 16859 terkonfirmasi positif COVID-19. Berita ini membuat beberapa pihak mencurigai bahwa dirinya tertular COVID-19 saat telah berada di tengah komunitas masyarakat di Taiwan.

Komandan Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) - Chen Shih-chung menyampaikan, pihaknya tengah melakukan penyidikan terhadap kasus ini. Beberapa ahli percaya jika masa inkubasi COVID-19 adalah 14 hari. Hingga berita ini dirilis, otoritas setempat masih mengategorikan kasus ini sebagai kasus impor.

Namun demikian, tidak menutup kemungkinan jika kasus 16859 tertular COVID-19 di dalam hotel pencegahan epidemi.

Pada tanggal 26 November 2021, kasus 16859 kembali ke Taiwan dari Kamboja. Pada tanggal 11 Desember 2021, ia pun menyelesaikan prosedur karantina dan memulai pengontrolan kesehatan secara mandiri. Pada tanggal 13 Desember 2021, ia pun mengeluh tidak enak badan dan akhirnya keesokan harinya pun terkonfirmasi COVID-19.

Nilai CT yang dimiliki oleh kasus 16859 sangat rendah, hanya berkisar 12, ini berarti bahwa jumlah virus di dalam tubuhnya sangat tinggi. Beberapa pakar kesehatan percaya bahwa sumber infeksi mungkin berasal dari dalam hotel pencegahan epidemi yang berlokasi di Yilan.

Komandan CECC - Chen Shih-chung (陳時中) mengatakan, “Investigasi di dalam hotel pencegahan epidemi tengah digelar. Pada saat yang sama juga akan menggelar investigasi di tengah komunitas. Riwayat perjalanannya sangat sedikit. Hanya ada satu.”

Ketua Biro Kesehatan Kabupaten Yilan Hsu Nai-wei (徐迺維) mengatakan, “Namun, karena di situ adalah hotel pencegahan epidemi, durasi tinggalnya sangat pendek. Kami telah memegang info-info orang yang terkait, terutama pemilik (hotel) dan para pegawai. Saat ini uji pemeriksaan mereka negatif.”

Apakah ini adalah kasus penularan dalam negeri? Otoritas pusat dan daerah memiliki pandangan yang berbeda. Saat ini kebijakan isolasi "7+7" juga telah diberlakukan, guna menyambut arus mudik warga Taiwan dari luar negeri. Kasus 16859 membuat banyak pihak menjadi cemas akan kemungkinan telah menyebarnya COVID-19 di tengah komunitas masyarakat Taiwan.

Anggota Komite Penasihat CECC - Lee Ping-ing (李秉穎) mengatakan, “Kemungkinan besar adalah penularan dari luar negeri. Masa inkubasi dari virus korona 99% adalah 14 hari. Jadi masih ada kemungkinan 1%. Jumlah virusnya sangat tinggi. Belum tentu terinfeksi di dalam hotel pencegahan epidemi, tentu saja kemungkinan tertular di dalam hotel pencegahan epidemi tidak dapat sepenuhnya dikesampingkan.”

Di tengah kekhawatiran akan penularan COVID-19 varian Omicron yang kini mulai menyebar di beberapa negara, apakah prosedur isolasi "7+7" yang baru diberlakukan akan menjadi celah penanggulangan epidemi?

Komandan CECC - Chen Shih-chung mengatakan, “Hingga hari ini tidak ada rencana pengetatan. Saya tekankan bahwa prosedur isolasi "7+7" adalah kebijakan ketat guna menyambut arus mudik Imlek. Selain 7 hari di lembaga isolasi terpusat, kemudian 7 hari isolasi di rumah, lalu ditambah 7 hari pengontrolan kesehatan mandiri.”

Situasi penularan epidemi COVID-19 di dalam negeri menurun drastis. Namun demikian, seluruh warga tetap diminta untuk jangan lengah, serta senantiasa menerapkan prokes yang ada dan menuntaskan penerimaan vaksinasi yang ada.

Penyiar

Komentar