History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Metode Menenun dari Serat Batang Pisang, Warisan Berharga Suku Kavalan

  • 01 October, 2021
Kedai RTISI
Metode Menenun dari Serat Batang Pisang, Warisan Berharga Suku Kavalan

(Taiwan, ROC) --- Buah pisang yang kaya akan vitamin ini ternyata dapat dijadikan sebagai bahan untuk membuat pakaian. Ini adalah metode menenun unik dari Suku Penduduk Asli Kavalan, yang selama ini dilestarikan dengan sangat baik oleh salah seorang pakar berusia 83 tahun, yakni Master Yan Yu-ying (嚴玉英).

Yan Yu-ying yang kini bermukim di Hualien tersebut, memanfaatkan serat batang pisang untuk digunakan sebagai bahan tenunan. Tidak heran jika akhirnya dianugerahi penghargaan dari Kementerian Kebudayaan, serta karyanya mendapat penobatan “Harta Nasional Bumi Formosa”.

Saat ini, Yan Yu-ying aktif di sekolah-sekolah dengan harapan dapat meneruskan Teknik ini ke generasi berikutnya.

Pengrajin Suku Kavalan, Yan Yu-ying mengatakan, “Saya sangat senang. Sedari kecil saya tidak pernah mendapat penghargaan . Ini adalah yang pertama bagi saya. Saya akan terus berkarya, meski sangat melelahkan.”

Dengan mengenakan pakaian adat tradisional, Yan Yu-ying yang tahun ini menginjak usia 83 tahun ini naik ke atas podium dan menerima penghargaan. Ia mulai menekuni metode menenun ini di saat dirinya menginjak usia 62 tahun.

Menenun dari serat batang pisang adalah pekerjaan yang membutuhkan kesabaran. Dimulai dari memilah, mengiris kemudian mewarnai, semuanya harus ditangani dengan sangat teliti.

Selain aktif dalam kegiatan menenun, Yan Yu-ying juga pergi ke sekolah-sekolah untuk mengajar, dengan harapan agar metode ini dapat diwariskan ke generasi berikutnya.

Yan Yu-ying mengatakan, “Hanya kami Suku Kavalan yang memanfaatkan serat buah pisang. Suku lainnya tidak memiliki teknik seperti ini, sehingga harus dilestarikan hingga ke generasi berikutnya.”

Ketika menenun Yan Yu-ying sangat teliti dan hati-hati. Setiap karya yang dihasilkannya adalah buah ketekunan dari memanfaatkan serat buah pisang.

 

Penyiar

Komentar