History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Vaksinasi BNT di Kalangan Remaja, Beberapa Negara Melaporkan Efek Samping Miokarditis

  • 01 September, 2021
Kedai RTISI
Vaksinasi BNT di Kalangan Remaja, Beberapa Negara Melaporkan Efek Samping Miokarditis

(Taiwan, ROC) --- Produk vaksin BNT akan segera tiba di Taiwan. Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) juga telah mengalokasikan vaksinasi BNT bagi remaja dengan rentang usia 12 hingga 17 tahun. Namun, baru-baru ini vaksinasi BNT atau Moderna di beberapa negara diberitakan telah menimbulkan korban meninggal pada kalangan muda.

Tingkat keparahan akibat terinfeksi COVID-19 pada kalangan muda juga diberitakan lebih rendah dari mereka yang lanjut usia. Hal tersebut membuat sebagian orang merasa bahwa vaksinasi memiliki resiko tersendiri. Tidak sedikit dari mereka pun berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk menerima suntikan vaksin.

Salah seorang dokter spesialis anak di Amerika Serikat menyampaikan, dari 300 juta warga AS yang menerima vaksin mRNA, hanya ada sekitar 1.339 warga yang dilaporkan menderita miokarditis. Proporsi yang rendah tersebut, membuat para ahli kesehatan mengimbau kepada seluruh pihak untuk berani menerima vaksinasi COVID-19.

Beberapa pihak mencemaskan efek samping yang dibawa oleh suntikan vaksin, dikarenakan adanya kasus kematian di kalangan remaja sehabis menerima vaksin di berbagai negara. Otoritas di Taiwan merilis data statistik perihal keparahan akibat terpapar COVID-19, warga dengan usia 60 tahun ke atas memiliki tingkat keparahan 32,6%, sedangkan mereka yang berusia 20 tahun ke bawah hanya berkisar 0,2%.

Menilik data di atas, dapat terlihat jika anak muda lebih tahan terhadap serangan COVID-19.

Dokter Spesialis Anak, Wu Chang-teng (吳昌騰) mengatakan, “Semenjak AS memulai vaksinasi hingga hari ini, ada sekitar 346 juta warga yang telah menerima vaksin mRNA, 1339 dilaporkan menderita efek samping miokarditis. Ada dua kelompok dengan tingkat keparahan (COVID-19) lebih tinggi. Pertama, mereka dengan usia lebih lanjut. Kedua, adalah mereka yang belum divaksin.”

Penyiar

Komentar