History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

TTSB Menguak Fakta Insiden Kecelakaan KA Taroko Express 408

  • 25 August, 2021
Kedai RTISI
TTSB Menguak Fakta Insiden Kecelakaan KA Taroko Express 408

(Taiwan, ROC) --- Insiden tergelincirnya Kereta Api Taroko Express No.408 pada tanggal 2 April 2021 lalu telah menewaskan 49 orang dan sekitar 200 warga terluka. Taiwan Transportation Safety Board TTSB mengumumkan hasil investigasi terhadap kecelakaan tragis tersebut.

TTSB menyampaikan, waktu yang dibutuhkan masinis kereta api hanya tersisa kurang dari 7 detik, untuk melakukan pemberhentian darurat.

Anggota Komite TTSB, Li Gang (李綱) mengatakan, “Pada bagian ini, karena mesin perekam telah berhenti, jadi kami tidak memiliki data rekaman yang diambil dari truk proyek. Namun, dapat disimulasikan jika truk tersebut jatuh dari atas.”

Bukti dikumpulkan, guna menguak fakta yang terjadi di lapangan. Kamera rekaman yang terdapat pada truk proyek terhenti pada pukul 9:27:05, yang mana di kala tersebut truk proyek telah tergelincir dari tanjakan.

Pada pukul 9:28:27, KA Taroko Express 408 baru saja melewati terowongan Heren. Di saat ini, penumpang yang berada di dalam kereta mulai mendengar bunyi peluit dari masinis, dengan kecepatan kereta yang mulai melambat. Namun tragisnya, pedal rem yang ditarik masinis tidak mampu menahan laju kereta dan akhirnya menabrak truk proyek yang jatuh ke badan rel.

Anggota Komite TTSB - Li Gang menambahkan, “Terlihat jelas, saat benturan belum terjadi, masinis sudah menarik pedal rem. Waktu merespons kejadian tersebut, karena ada (saat berada dalam) terowongan dan saat keluar ada efek penyinaran cahaya. Membuat masinis tidak dapat langsung melihat, apalagi di bagian ini terdapat belokan.”

TTSB mengkonfirmasi bahwa para personil perkeretaapian Taiwan yang dipercaya untuk mengawasi proyek konstruksi, tidak menjalankan tugas mereka sebagaimana mestinya.

Anggota Komite TTSB - Li Gang melanjutkan, “Staf pengawas yang dipercayakan oleh perusahaan Dongxin.

Ada catatan yang menyebutkan, setidaknya harus memasang pagar pembatas Jersey Barrier. Apa reaksi dari TRA dan United Geotech? Tidak ada tanggapan. Dan perusahaan konstruksi Dongxin juga tidak menyiapkan anggaran relevan.”

49 warga pun meninggal akibat insiden tragis ini. Dari angka tersebut, 82%nya diketahui berada di gerbong 5 hingga 8. Dan 30 orang di antaranya adalah pemegang tiket berdiri atau tanpa tempat duduk.

Sedangkan korban luka parah mencapai 213 orang, atau sekitar 42,8%.

 

Penyiar

Komentar